Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 39 - Bayi Laki-laki


__ADS_3

''Kenapa? Perasaan mu aja kali.'' Bantah Japhar. sebenarnya memang Japhar berpikiran sama dengan Tian. Namun dia enggan menonjolkan nya kepada Tian.


Seminggu berlalu dari hari itu. Japhar sudah diperbolehkan pulang kembali ke rumah. Bahagia, itu yang dirasa Japhar saat itu. Dia sudah tak sabar melihat kehadiran istri kesayangan nya itu dirumah.


Dengan langkah pelan, dia menapaki rumah tersebut. Namun rumah itu tampak kosong, istri yang biasa menyambut kepulangan nya pun sama sekali tak terlihat.


Bi Lyna memasang wajah lusuh dihadapan Japhar, sembari menghampiri Japhar yang baru saja tiba. Wajahnya tampak tampak tidak tenang. Sudah seminggu Jia menghilang, Wajar kalau Mi Sa sangat khawatir dengan keadaan anaknya itu.


''Maaf Tuan... Nyonya menghilang.'' Mi Sa berlutut dihadapan Japhar, Japhar tampak acuh.


''Aku sudah tau. Tapi aku belum tahu pasti dimana Jia sekarang. Aku akan terus mencoba melacaknya.''


Mi Sa kembali bangkit menghadap Japhar, menatapnya dengan memasang wajah memelas sekaligus memohon


''Tuan... Ku mohon temukan Nyonya Jia secepatnya.''


''Itu pasti.''


------------------------------------------------------------


''Dia belum mencari ku sampai sekarang?'' Rintih Jia dalam hatinya, sambil menaruh pandangan kosong.


''Jia, kamu masih mikirin dia?'' Hongli menghampiri Jia yang tengah termenung, dan duduk berdampingan bersamanya di sofa.


Jia hanya mengangguk menjawab nya. wajahnya tampak pucat, beberapa hari ini dia selalu termenung memikirkan Japhar. hatinya tak tenang.


''Tante... Tante juga harus mikirin dedek bayinya....'' Zizi menghampiri Jia sembari mengelus perutnya dengan lembut.


''Iya sayang...''


.

__ADS_1


.


.


Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, Hari ini Jia berencana mengajak Zizi berbelanja kebutuhan di supermarket. Kakaknya Hongli, sudah berangkat ke kantor tadi siang.


Dia mengambil kunci mobil dan hendak menyala kan mesin mobil itu. Zizi ikut masuk kedalamnya.


Sore itu, Jia dan Zizi menghabiskan waktu di Mall untuk berbelanja.


''Tante, udah banyak belanjaan kita nih! Pulang aja yuk.'' Ajak Zizi sambil menarik tangan Jia keluar dari Mall tersebut.


''Perlahan Zizi. Jangan lari'' Jia dibuatnya kesal, tangannya dipenuhi oleh tas belajaan.


Setibanya di parkiran, dia sedikit berlari kearah mobilnya. Tak disengaja, salah satu tas belanjaan nya terjatuh. Jia pun mencoba meraihnya di bawah. Namun tiba-tiba... saat dia hendak menaruhnya kembali di bagasi mobil. Perutnya kontak.


''Aduh, kenapa? kok gini... urhgg.'' Gerutu Jia


''Aduh...'' Perlahan air menetes dari pahanya. Sementara dia masih saja menggerutu kesakitan.


''Ahh, apa aku sudah mau lahiran... ga mungkin.'' Jia membatin


''Tolong....'' Gumam Jia


''Tolong!!!''


Zizi yang panik langsung berteriak meminta tolong di sekitaran parkiran. Namun tiada seorang pun yang enggan perduli kepada mereka. Sampai seorang wanita datang dengan iba melihat Zizi yang terus berteriak.


''Hei nak, ada apa?''


Zizi mendongakkan kepalanya melihat sosok wanita tinggi itu. suaranya begitu familiar, seperti pernah mendengar nya disuatu tempat. Ya, itu adalah nona Anne.

__ADS_1


''Tante, tolong dia... seperti nya dia mau melahirkan.'' Ucap Zizi memelas sembari menunjukkan arah dimana Jia berada.


''Jia, kamu kenapa?''


''Kak, cepetan bawa aku ke rumah sakit....''


--------------------------------------------------------------------


Rumkit Kota A - Ruang Operasi


Oek Oek Oek Oek


Tangisan bayi terdengar jelas dalam ruangan itu, Jia yang sudah tak berdaya dalam ruang oprasi langsung tersenyum lebar melihat kehadiran bayi itu. Kebahagian tak dapat diungkapkan nya lagi, dia hanya merintikkan air mata bahagia. Walaupun saat itu tidak ada suaminya disisinya.


''Aku menjadi seorang ibu....'' Gumam Jia kala itu terbaring lemah.


-


''Anak Jia telah lahir!'' Sentak bahagia Nona Anne dan Hongli dari luar ruangan operasi. Keduanya setia menunggu Jia.


''Hei Nona. terima kasih telah membantu Jia.'' Ucap Hongli kepada nyonya Anne sambil menyenggol sikutnya.


''Apa sih sok asik. Sans ae. aku ga sengaja ketemu mereka diparkiran mall tadi.''


-----


''Selamat, bayinya laki-laki...'' Kata salah seorang perawat yang tengah menggendong bayi Jia.


''Terima kasih tuhan.. Kelak dia akan menjadi seperti pamannya.'' Gumam Hongli bahagia dengan wajah berseri menatap bayi itu.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2