
''Ehm, Apa tidak ada jalan yang lain dok?" Ucap Hongli dengan penuh khawatir.
''Lakukan saja yang terbaik.'' Kata Japhar.
Hongli menatap Japhar heran sekaligus kesal.
Akhirnya sore itu Jia segera melakukan Operasi. Hongli dan Japhar tetap setia menunggu Jia.
1 Jam Kemudian Oprasi selesai. Jia segera dipindahkan ke bangsal VVIP. Dia belum bisa membuka matanya karna masih terpengaruh bius tidur.
Japhar pamit pulang karna dia tahu, saat Jia terbangun dari pengaruh biusnya dia pasti tidak terlihat suka melihat kehadiran Japhar. Jadi, dia memutuskan untuk pulang dan menjenguknya keesokan hari.
Keesokan Harinya -
Pagi itu Jia sudah membuka matanya. ''Dimana aku? Hah? Mengapa bangsal ini mewah sekali?'' Tanyanya.
''Kau di bangsal VVIP.'' Jawab Hongli dingin.
Jia memperhatikan sekeliling namun dia tak melihat Japhar ada disampingnya. Padahal kemarin sepertinya Japhar lah yang telah membawanya dan memapahnya sampai sini.
Hongli pun heran melihat Jia yang seperti mencari sesuatu dengan kebingungan. ''Kau sedang mencari apa? Nanti aku ambilkan'' Tanyanya.
''Japhar Dimana? Kenapa dia tidak ada disini...'' Tanya Jia kembali
''Kemarin dia pulang setelah mengantarmu ke Rumah sakit. Aku lah yang menunggu mu seorang di depan ruang oprasi kemarin.'' Katanya.'' Jawab Hongli dengan wajah datar.
Ekspresi Hongli tampak datar. Namun Hatinya berkata lain. Dia sangat senang Adiknya itu sudah siuman.
Siang itu pada jam makan siang Japhar bergegas melajukan mobil dari kantornya menuju Rumah Sakit untuk menjenguk Jia sekaligus melihat kondisi nya sekarang.
Klak...
__ADS_1
Seseorang membuka pintu. Yang tak lain itu adalah Japhar. Dia menghampiri Jia dan meletakkan sebuah bunga dan kotak di mejanya. Ntah mengapa Jia sangat senang melihat kehadiran Japhar. Setiap mereka bertemu pasti dia selalu saja memberi Jia sebuah hadiah dalam bentuk apapun.
''Kemarin... Kok pulang?'' Tanya Jia.
''Aku sibuk.'' Jawabnya.
Hongli hanya memperhatikan mereka berdua, Mereka lebih mirip dengan Ayah dan Anaknya, Pikir Hongli.
Seminggu Kemudian --
Jia sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Selama di rawat di Rumah Sakit dia hanya bisa bekerja lewat laptopnya. Kakak nya lah yang menggantikan posisi nya di kantor.
Setibanya di rumah, Jia disambut oleh senyuman-senyuman palsu yang terpancar dari Ibu dan anak itu. Wajah licik mereka sangat lekat dipikiran Jia.
''Selamat Datang Jia.'' Sambut Ibu Tiri.
Tanpa memperdulikan ocehan mereka, Jia langsung berlalu dan manapaki anak tangga dengan cepat. Sesampainya di kamar dia langsung merebahkan dirinya di kasur. Sudah lama dia tidak tidur di kasur luasnya itu.
Dia memperhatikan sebuah Noda merah yang tak lain adalah tetesan darahnya kemarin. Ia mengira ibunya telah mengganti kasurnya, Ternyata tidak. ''Jenguk tidak, Mengganti kasur juga ga mau. Ah, Apa yang ku harapkan dari mereka?'' Gumam Jia.
Malam itu saat dia tengah berberes kamarnya seseorang mengetuk pintu. Dan masuk begitu saja. ''Jia.. Ini obatnya'' Ucap Hongli.
Hongli terkejut melihat adiknya yang baru pulih sudah mengerjakan pekerjaan rumah.
''Eh, ngapain.. Jangan dulu, Kamu harus istirahat yang banyak.'' Kata Hongli khawatir.
''Ga apa apa kok kak, Ini kan ga berat... Lagian mau bagaimanapun Mulai besok aku akan kembali bekerja.''
''Anak ini begitu keras kepala. Baiklah tapi hati-hati. Besok aku akan mengerjakan pekerjaan rumah Untuk mengganti kan mu selama kau bekerja di kantor.'' Kata Hongli dan melangkah keluar kamar.
Seusai berberes, Dia baru ingat Hadiah pemberian dari Japhar serta bunga Dandelion yang kemarin dia beri. Jia pun mencari Hadiah itu kemana-mana. Setelah lama ia mencari, barulah dia menemukannya di bawah kolong meja nya. Sengaja ia menyembunyikan itu semua.
__ADS_1
Jia membuka kotak tersebut, Ia dikejutkan dengan salah satu kotaknya yang berisi kalung Berlian, Lalu ia menyimpannya kembali. Dan Sebuah syal hangat yang cocok dipakai saat musim dingin Tiba.
Keesokan Harinya --
Pagi ini Jia mengikat rambutnya lagi dengan sebuah Ikat rambut yang diberikan Japhar. Ia sangat menyayangi semua barang pemberian Japhar. Penampilannya hari ini sedikit berbeda.
Di kantor, Jia disambut kembali oleh semua karyawannya. ''Selamat datang kembali CEO Jia'' Sambut karyawannya.
Jia hanya tersenyum, lalu kembali berjalan menuju ruangannya. Hari ini dia sedikit pendiam dengan penampilannya yang berbeda.
Tiba-tiba sekrertaris Ze mengetuk pintu dan langsung masuk ke ruangannya. Lalu terduduk menghadap Jia.
''Ada apa?'' Tanya Jia membalikkan badan.
''Nyonya sudah Lupa? Hari ini peresmian kerja sama Antar Grup Li dengan Grup Mi. Kemarin sempat di tunda karna Nyonya sakit. Jadi hari ini baru lah...'' Jawab Nya.
Begitu banyak pikiran Jia hingga melupakan ini. ''Baiklah, Kalau begitu aku akan bersiap.'' Ucap Jia.
- - -
Siang itu seusai jam makan siang, Jia datang dengan perwakilan Grup Li untuk menghadiri sebuah rapat di Grup Mi. Saat memasuki ruangan, yang pertama ia lihat adalah Japhar. Ntah mengapa pandangannya menuju Japhar. Sementara Japhar dikejutkan dengan penampilan Jia.
Rapat pun di mulai, Semua fokus mendengar dan memperhatikan Arahan dan penjelasan tak terkecuali Jia. Dia terus memainkan jarinya untuk mengalihkan pandangannya dari Japhar.
''Jadi.. Keuntungan dari kerja sama ini adalah... Kenaikan saham 52%'' Jelas Japhar di depan.
''Bagus sekali, dengan begini perusahaan Li akan bangkit dari kebangkrutan, Seperti nya aku harus tetap bermain kotor dengannya. Demi perusahaan Li.'' Batin Jia.
Setelah 2 Jam rapat berlangsung, Akhirnya selesai.
''Nyonya Jia, Ikut ke ruangan ku.'' Ucap Japhar
__ADS_1