Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 27 - Papa? (2)


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 Namun Jia enggan membuka matanya begitu juga dengan Zizi, dia masih memeluk Zizi dengan erat.


''Nyonya... Sudah pagi.'' Kata Bi Lyna dari luar kamar sembari mengetuk pintu kamar Jia.


Jia yang mendengar nya pun segera bangkit dari kasur nya dan merengangkan seluruh tubuhnya di depan cermin. Dilihatnya anak itu masih saja tertidur pulas, Jia tak tega untuk membangunkannya.


''Bi, Minta tolong ya. Urus anak ini selama saya pergi bekerja.'' Ucap Jia seraya melangkahkan kaki nya menuruni anak tangga.


Segera dia bersiap untuk ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu. Dan melajukan mobilnya. Setibanya di kantor, semua orang telah menunggu nya untuk rapat pagi ini.


''Maaf, Aku telat.''


Rapat yang berlangsung selama 2 jam lebih Akhirnya selesai, Jia yang agak kelelahan segera menyandarkan dirinya di sofa yang ada di ruangannya. Tiba-tiba ponselnya bergetar.


''Siapa sih yang nelfon?'' Kesalnya.


Dia mengangkat telfon nya tanpa melihat siapa pemanggil nya. Di hujung telfon terdengar suara Tian yang samar-samar.


''Nyonya, Tuan Japhar telah sadar.''


Mendengar perkataan Tian itu, Jia langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangannya tanpa menutup panggilannya.


''Baik, aku akan kesana sekarang.''


Jia menyalakan mesin mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan kantor tanpa diketahui siapapun. Dia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahagia, itu yang dirasa Jia sekarang ini.


Di persimpangan jalan sebuah mobil dari arah seberang melaju dengan kecepatan tinggi, Belum sempat Jia mengerem Mobil itu sudah menabraknya. Tabrakan pun tak bisa di hindari, Mobilnya terpental sejauh 10 Meter dari tempat kejadian.


''Urrhggg'' Gerutu Jia kesakitan.


Untungnya dia sempat keluar dari mobil dan menyelamatkan dirinya sebelum mobil itu terbakar habis di tengah jalan. Tempat kejadian langsung ramai dipenuhi orang-orang yang lewat dan melihatnya.


Kemeja yang dikenakan Jia sedikit robek dibagian bahu kiri, tetesan darah mengalir dari bahu kirinya yang tergores. Semua mata tertuju padanya, Namun dia mengabaikannya dan hanya menutupi lukanya.


''Hanya luka segini, dan mobil itu. Tidak ada apa-apanya di banding Japhar.'' Gumamnya pelan sembari menghentikan sebuah taxi yang lewat.


''Pak, ke rumah sakit swasta ya. Cepat!'' Titahnya kepada seorang supir taxi.


Tak lama kemudian dia tiba di RS, dan segera menuju ruangan ICU di lantai atas meskipun lukanya terus menetes. Sesampainya di lantai atas, Ternyata Japhar sudah dipindahkan ke ruangan biasa sejak tadi pagi.


''Nyonya!'' Teriak Tian dari depan Lift sambil melambai ke arah Jia. Jia yang melihatnya pun segera menghampiri nya.


''Huss jangan bersisik, ini rumah sakit!''

__ADS_1


''Hehe, iya aku mengerti. Ikuti aku, ruangan Tuan Japhar ada dibawah.''


Sebelum melanjutkan langkahnya, Tian memperhatikan bahu Jia yang terluka. Lantas dia terheran menatap Jia.


''Nyonya, Ada luka di bahumu. Kita ke bawah saja dulu untuk membersihkan lukanya.'' Ajak Tian seraya menarik Tangan Jia.


''Engga, gausah.'' Tolak Jia kikuk.


''Tapi, Tuan Japhar pasti akan khawatir kalau melihat keadaan Nyonya seperti ini.''


''Benar Juga...'' Batin Jia, Jia pun mengikuti saran Tian, dan terlebih dahulu membalut lukanya. Sementara Tian masih bingung apa yang terjadi dengan Jia.


Sementara Itu...


''Kemana Tian? Lama sekali, padahal aku hanya menyuruh nya untuk menyusul Jia. kemana dia sekarang?''


Tak lama kemudian, dengan tergesa-gesa dia berlari menuju ruangan Japhar yang ada di lantai atas tepat di bangsal VIP. Tian dengan buru-buru mengikutinya dari belakang.


Kriet... Pintu terbuka


Betapa hancur hati Jia setelah mendapati Zizi dam wanita cantik dengan rambut pirang terurai ada di sisi Japhar yang tak lain dia adalah Sera yang kemarin.


''Istriku...'' Sambut Japhar dengan lembut.


Sera mendekat ke arah Japhar seperti membisikkan sesuatu, lalu melangkah pergi dan memasang lirikan tajam ke Jia. Jia hanya mengabaikannya. Sementara Zizi ditinggalkan nya disana.


''Papa!''


''Semoga tidak terjadi kesalahpahaman disini'' Batin Tian ketakutan melihat situasi ini, sementara Jia hanya membatu di depan mereka berdua.


''Kenapa tadi lama sekali? Kau dengan Tian ngapain aja?'' Tanya Japhar penuh selidik


Jia hanya menunduk dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia tak ingin menjelaskan semuanya kepada Japhar. Dia mencoba mencari alasan lain.


''Emm.. Itu... Tadi Lift nya rusak. Jadi napakin anak tangga ke lantai atas ini. Jadi agak lama soalnya panjang banget...'' Jawab Jia dengan kikuk menatap Japhar.


Japhar hanya mengernyit kan kedua alisnya. Walaupun di dalam hatinya menaruh kelegaan, dia kira ada apa-apa yang terjadi kepada Jia dan Tian.


''Kemari...''


Jia melangkahkan Kaki nya mendekat ke arah Japhar walau rasanya agak berat. dia masih berhutang satu penjelasan kepada Jia.


''Kau sudah baik, kan? Syukur lah...'' Ucap Jia seraya menghembuskan nafas kelegaan.

__ADS_1


''Sudah mendingan... Tapi ada apa dengan tangan mu?''


''Emm, Gapapa ko.'' Ucap Jia


Jia mengelus kepala Zizi lembut. Kini Jia juga berhutang penjelasan kepada Japhar.


''Zizi sejak kapan disini?'' Tanya Jia


''Tadi pagi kesini sama Mama.''


''Terima kasih telah merawat Zizi ya...'' Sela Japhar.


Jia menatap Tian Seolah memberi isyarat untuk meninggalkan ruangan bersama Zizi. Tian pun segera keluar dari ruang inap itua bersama Zizi. Kini tersisa Japhar dan Jia didalam.


''Siapa Anak itu dan Wanita itu?'' Tanya Jia penuh selidik seraya mendekat ke Arah Japhar


Japhar menghembuskan nafasnya kasar. lalu menjawab semua kepenasaran Jia ''Kau pasti salah paham. Dia adalah adik ipar ku bernama Sera. dan anak itu adalah keponakan ku.''


''Keponakan ko manggil papa, haishh.'' Gumam Jia kesal membuang mukanya dari Japhar.


''Sayang percayalah... Zizi bersama ku sejak kecil semenjak ayahnya wafat (Adik ku wafat), oleh karna itu kami sangat dekat. sehingga dia memanggil ku Papa.'' Ucap Japhar.


Jia yang mendengar nya pun tersipu, dia percaya semua perkataan suaminya itu. Dia merasa lega setelah mengetahui semuanya. Dan langsung jatuh kepelukan Japhar meskipun tangannya masih tertancap infus.


.


.


.


Malam Harinya - - -


Japhar terbangun tengah malam. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Sementara Jia sudah tertidur di sampingnya. Dilihatnya berita malam itu di televisi yang ada di ruang inap itu membahas kecelakaan tadi siang. dan betapa terkejutnya dia setelah mengetahui Jia adalah salah satu korbannya. Namun Jia langsung melarikan diri dan menuju rumah sakit untuk melihat keadaannya.


''Luka itu... Kau ternyata berbohong, sayang....'' Gumam Japhar seraya mengelus kepala Jia yang tengah terlelap disampingnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2