Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 17 - Pembantu Baru


__ADS_3

''Tampaknya hubungan mereka sangat bagus. Asalkan itu membuat Jia bahagia, tak apa...'' Batin Mi Sa.


Ternyata Japhar yang ingin menapaki anak tangga melihat sekilas keberadaan Mi Sa dan menghampiri nya. ''Dia siapa?''


Dengan secepat kilat Jia menyambar. ''Itu pembantu baru kita.''


Japhar dibuat kesal akan keberadaan nya. Dia tidak suka ada orang asing dirumahnya. Oleh karna itu dia tidak pernah memperkerjakan pembantu atau pengurus kebun. Namun, Kali ini Jia memiliki alasan tersendiri. ''Aku kesepian di tempat seluas ini saat kau bekerja. Aku ingin memiliki teman ngobrol.''


Alasannya itu membuat Japhar mengizinkan nya. Walaupun dia masih agak sedikit risih. Akhirnya mereka bertiga duduk di satu meja makan.


Seusai makan, Jia membantu membersihkan piring piring kotor di meja.


''Apa gunanya kau memperkerjakan pembantu jika kau masih ikut turut campur dengan pekerjaan rumah?'' Ujar Japhar sembari menarik kursinya.


''Tapi kan...''


Lalu dia mendekat ke Arah Jia seraya mengelus rambut nya itu. ''Tidurlah lebih awal. Besok kau harus bekerja.'' Ucap Japhar dan berlalu pergi menapaki anak tangga. disusul oleh Jia.


Lalu Jia mengunci pintu kamarnya. Dan memegang kepala yang di sentuh oleh Japhar. Jantungnya berdegup kencang. Ntah mengapa dia bersikap amat lembut kepada Jia tadi.


Keesokan Harinya - - -


Jia berangkat pagi sekali untuk berangkat bersama Japhar. sehingga tak sempat untuk sarapan.


Setibanya di kantor semua dikejutkan dengan kehadiran Jia di kantor setelah 3 Hari Cuti tanpa kabar dan alasan. Semua nya menunduk memberi hormat.


Jia memasuki ruangannya dan duduk manis di kursi nya sembari mengeluarkan Laptop nya. Tiba-tiba Sekretaris Ze tergesa-gesa memasuki ruangan Jia.


''Ada apa?'' Tanya Jia Terheran.

__ADS_1


''Tidak, Aku hanya ia ngin tahu keadaan mu...'' Kata Ze menghampiri.


''Aku baik-baik saja, acara pernikahan kemarin sangat lancar. Kakak ku datang membantu.'' Ucap Jia seraya mengelus kepala gadis itu.


Ze terlihat lega, melihat keadaan Jia yang sekarang.


''Aku juga sudah memblokir semua media pemberitaan.''


''Bagus lah...''


.


.


.


.


.


''Presider?'' Katanya sambil menepuk bahu Jia.


Jia yang terkejut hampir saja terlonjak, Dia mengira itu adalah Japhar. Lalu dia menghembuskan nafasnya pelan.


''Iya, Ada apa?''


''Nyonya menunggu siapa?''


''Ehm, engga... Nungguin Taxi'' Jawab Jia panik, Untung saja terlintas dipikirannya untuk memberikan alasan itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian sebuah mobil melaju dan mendekat ke arah mereka.


Tin!


Tak lain itu adalah Japhar. ''Duh gawat, Ada temennya. Sebaiknya aku ga buka kaca mobil nih.'' Gumam Japhar.


''Saya duluan dulu ya, Ada yang jemput tuh!'' Kata Jia Pamit.


Jia pun masuk ke dalam mobil, Dan langsung menyapa Japhar. Japhar yang gugup pun segera melajukan mobil tanpa sepatah katapun.


''Mau makan malam di Resto ga?'' Ajak Japhar.


''Tapi... Bi Lyna sudah masak di rumah. Makan di rumah aja ya.''


Tawaran Japhar di tolak mentah-mentah oleh Jia. Dari kaca kecil mobil Jia mengintip wajah Japhar yang tampak sedikit kesal.


- - -


Sesampainya di rumah, Jia disambut oleh Bi Lyna. Untuk pertama kalinya Mi Sa menyambut anak nya saat pulang kerja. Mereka pun berkumpul di meja makan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersumbang Bersambung


__ADS_2