Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 5 - Tidak Sengaja


__ADS_3

Seusai mandi Jia mengikat rambutnya, Dengan pita yang diberikan Japhar kemarin. Biasanya dia tak pernah mengikat rambutnya itu. Kini dia mengikatnya dengan Pita itu.


Jia bergegas turun dan menapaki anak tangga perlahan, Dari atas tampak Seluruh keluarga di meja makan memperhatikannya, Alangkah terkejut nya mereka melihat Jia mengikat rambutnya itu. Karna Jia sama sekali tak perna mengikat rambutnya itu, Biasanya rambut panjangnya itu dibiarkan nya terurai dan poni panjang menutupi matanya.


"Cih, Sekarang dia mengikat rambutnya? Untuk apa? Mau cari perhatian dengan kak Hongli?" Batin Jiao kesal.


"Maaf aku telat." Kata Jiao sembari melangkah ke meja makan.


"Tidak apa apa adikku, Sini duduk disamping kakak." Tambah Hongli, Sembari menarikkan kursi untuk Jia.


"Apa-Apaan ini?" Ucap Jiao dengan suara kecil.


"Terima kasih kak." Ucap Jiao dengan tersenyum.


Jiao mengetukkan kedua sendok yang sedang ia pegang, Karna ia terlihat kesal dengan pemandangan yang ada di depannya.


"Hei, Kau ini kenapa?" Bisik ibu tiri ke telinga Jiao. dan mendekat ke arah telinganya.


"Bukan apa-apa" Bisik Jiao dengan suara pelan setengah berbisik.


"Kalian ini membicarakan apa? Tidak baik berbisik di meja makan, Ayo kita mulai makannya." Ucap Hongli dengan formal.


"Eh iya."


"Hm, Maaf kak Hongli aku mau bertanya" Jiao sedikit berbasa-basi.


"Um, Apa?" Jawab Hongli sembari mengunyah makanannya.


"Kakak sudah punya tunangan kah? Atau sudah menikah?" Tanya Jiao.

__ADS_1


Jia hanya memperhatikan mereka berdua yang sedang berbincang, Tampak Jiao yang amat senang ketika berbicara dengan Hongli. Sedangkan Hongli sama sekali tak mengeluarkan ekspresi wajahnya.


"Lain kali, Jangan berbicara di meja makan, Itu tidak sopan. Apalagi bertanya hal yang tidak penting dan itu juga bukan urusanmu." Jawab Hongli dengan menyeringai.


"Sialan, Aku jadi malu!" Batin Jiao


"Maaf kak." Kata Jiao.


"Pffft"


"Ehm, Aku akan ambil Teh hijau lagi di Dapur." Kata Jiao sembari beranjak meninggalkan meja makan.


"Tidak usah, Aku saja yang akan mengambilnya." Sela Jia.


"Tidak usah kak, Biar aku saja." Ucap Jiao.


Jia tau sebenarnya Jiao hanya menjalankan aktingnya di depan kak Hongli, Dia mengira Jiao menyukai Hongli.


"Ah apa? Aku memang selalu seperti itu kan? Biar aku saja yang ambil." Elak Jiao.


"Drama macam apa ini? Aku tahu betul gimana sifat asli mereka. Percuma jika kalian berakting di depan ku, Topeng kalian itu tidak ada gunanya di mataku." Batin Hongli, yang dari tadi memperhatikan mereka.


"Eh iya, Biar Jiao saja yang ambil." Sela ibu Tiri.


"Hanya sebuah teko teh, Mengambil nya juga harus berdebat?" Ucap Hongli.


Jiao segera ke dapur untuk menyeduh teh hijau itu.


"Sialan! aku benar benar dipermalukan kali ini! Aku Jiao tak akan pernah menyerah! Lihat saja pembalasanku Jia!"

__ADS_1


Tak lama kemudia Jiao yang membawa Teko teh itu berpura pura tersandung di Hadapan mereka, Alhasil Teko itu melayang dan jatuh ke badan Jia. Teh hijau yang masih panas itu membasahi tubuh Jia. Jia hanya tertunduk.


"Apa-apaan kau ini?!?!" Bentak Hongli.


"Jiao Apa kau baik-baik saja?" Ucap Ibu tiri.


"Aduduh...Maaf kak, Aduh kaki ku sakit" Jiao mencoba mengelak.


"Jia! Teh ini sangat panas, Bisa bisa tubuhmu Lebam nanti!" Hongli begitu menghkhawatirkan Jia.


"Tidak apa-apa... Aku ke atas dulu, Aku akan mengganti bajuku"


"Yey!!! Berhasil!! Rasakan itu Jia! haha" Batin Jiao kegirangan, namun ekspresi nya begitu merasa kasihan.


Jia kembali kekamarnya dengan langkah gontay, Menaiki anak tanga tak sanggup menahan panasnya luka.


"Seperti nya teh itu baru saja dibuat, Pantas saja terasa begitu sangat panas"


Seusai Jia membersihkan badannya, Ia mengoleskan salep yang diberikan kakaknya itu. Tetapi tak dapat ia raih bagian belakangnya.


"Aduh...Gimana ini?"


Klak...


Seseorang membuka pintu kamarnya, dan ternyata itu adalah kakaknya Hongli.


"Maaf, Aku menyela"


"Eh tidak apa-apa kak, Aku butuh bantuan mu"

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Bisakah kau mengoleskan Salep ini ketubuh bagian belakang ku? aku tak dapat meraihnya"


__ADS_2