
"Wahahahaah." Tawa Dallen menggema setelah mendengar cerita Lusiana. Apa lagi wanita itu tidak memukul bajingan seperti hal yang biasa dia lakukan.
"Jangan bilang padaku, kau juga menyukai ciuman itu?" tanya Dallen dengan nada suara yang menggoda.
Dallen yang sebelumnya mengantar kepergian Hendri dan Xavier tanpa sengaja bertemu Lusiana. Untungnya pada saat itu Xavier sudah pergi jika tidak Lusiana pasti akan lebih malu lagi.
Sepanjang perjalanan di lift itu Dallen dan Lusiana membicarakan hal yang Lusiana dan Xavier lakukan. Itulah sebabnya Dallen tertawa terbahak-bahak.
"Siapa juga yang suka? Pria itu mengerikan! Sangat menjijikkan. Semua wanita dia sukai bahkan dengan penampilanku yang jelek seperti ini."
"Aku harus menjauhkan Raymond dari pria seperti itu, takutnya dia akan mengikuti jejak Xavier."
Mereka pun tiba di lantai 46 dan pergi ke ruangan Lusiana. Di situ anak-anak masih asik memakan cemilan dan meminum susu instan.
"Mama?" Raymond terlihat senang saat mamanya datang. Dia berlari kecil dan memeluk kaki ibunya sambil mendongakkan kepala melihat Lusiana.
"Mama, kami lapar," ungkap Raymond dengan wajahnya yang sendu. Lusiana melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul setengah 7 malam.
Ini memang mendekati waktu makan malam. Lusiana mengelus kepala Raymond saat dia berkata, "baiklah kita akan segera makan malam, Raymond dan Sesil mau makan apa?"
"Raymond mau udang saus mentega."
"Sesil mau makan hotpot," ungkap mereka dengan gembira.
Perut Lusiana dan Dallen pun berontak. Sepertinya tidak cukup waktu untuk kembali ke rumah karena mereka terlalu lapar. Perjalanan ke rumah juga memakan waktu 45 menit.
Lusiana memberitahu ayahnya bahwa dia tidak bisa makan di rumah dan akan pulang sedikit terlambat. Setelah itu mereka pun menuju restoran terdekat untuk makan malam.
Sementara itu Haris bersama dengan seseorang yang terlihat agak asing memasuki bagian pusat sistem komputer di salah satu ruangan.
Dia memerintahkan orang di sebelahnya untuk cepat melakukan karena waktu yang mereka miliki tidak banyak.
__ADS_1
"Cepat lakukan. Mereka akan kembali dalam 15 menit!" Perintah Haris pada pria yang memakai pakaian sporty serba hitam itu. Pria asing itu segera bergerak menuju beberapa komputer dan memasukkan flashdisk ke dalamnya.
Dia menekan-nekan tuts keyboard dan beberapa kode asing muncul di komputer. Dia segera melakukannya pada semua komputer yang ada di ruangan ini.
"Cepatlah! Apakah virusnya sudah dimasukkan ke semua komputer?" tanya Haris dengan nada yang cemas. Dia takut penjaga ruangan ini segera kembali.
Saat itu Haris melumpuhkan beberapa komputer di bagian departemen pemasaran sehingga teknisi di sini semua sibuk memperbaiki komputer. Tapi itu tidak akan memakan waktu yang lama mungkin hanya sekitar 15-30 menit.
Hal itu membuat dia memerintahkan Hacker ini untuk bergerak lebih cepat. "Tenang saja pak, ini yang terakhir. Setelah itu kita bisa pergi." Haris tersenyum puas karena kerja Hacker yang sangat cepat.
Dia sudah membayangkan kerugian yang akan Lusiana terima. Dia sudah mendatangkan Hacker paling ahli. Setidaknya Perusahaan Lusiana tidak akan berjalan baik selama dua minggu hingga satu bulan.
Dalam tentang waktu tersebut Haris akan merebut semua proyek yang tak bisa Lusiana jalankan. Dia sudah membayangkan banyak uang akan masuk ke dalam kantongnya.
Tentu saja dia sudah mematikan banyak CCTV kantor, sehingga saat dia beraksi tidak akan ada bukti yang mengarah pada Haris.
Mereka pun segera keluar dari ruangan tersebut secepatnya setelah masalah selesai.
Seorang teknisi membuka pintu ruangan diikuti oleh teknisi lain di belakangnya.
"Ya, untunglah kerjaan kita juga gak berat. Kalau aku gak ikut kayaknya kau bakalan lebih lama betulin komputernya," ungkap teknisi yang di belakangnya.
Dia mengambil secangkir kopi dan meminumnya. "Ya bener sih, tapi karena itu ruang teknisi gak ada yang jaga."
"Yaelah, siapa juga yang mau masuk ke sini? Lagian ruangan ini berlapis-lapis. Pintu depan juga udah aku kunci, toh."
"Iyasih, eh Anton, Kira-kira kenapa ya komputer di bagian pemasaran itu bisa rusak tiba-tiba? Mana serempak lagi," ucap teknisi yang bernama Andy itu.
Sementar Anton sedang memeriksa sesuatu di komputer dengan wajah yang serius. Dia tidak menanggapi pertanyaan Anton dan malah mengumpat. "Sialan, komputer ini kenapa?" tanya Anton dengan kesal.
Dia merasa komputer di sana tidak berjalan dengan baik dan banyak virus yang masuk. "Gawat, aku tidak bisa menghentikan virusnya lebih lama, kemungkinan dalam waktu kurang dari 12 jam Virus ini akan menghancurkan semua data perusahaan," tutur Anton dengan wajahnya yang pucat.
__ADS_1
"Apa?" teriak Andy panik. Dia juga melihat ke arah komputer dimana Virus itu sedang loading untuk menghancurkan semua data. Untungnya Anton dengan sigap mampu menahan virus sementara waktu.
"Cepat telepon Pak Haris dan Bu Lusiana. Cepat!" Perintah Anton dengan nada tergesa-gesa pada Andy.
Dia pun mengambil ponselnya dan menelepon mereka. Sayangnya baik Bu Lusiana maupun Haris tidak mengangkat telepon.
Haris tidak mengangkat telepon karena sengaja sementara Lusiana telah mematikan nada dering ponselnya karena sudah pulang dari kantor. Jadi dia tidak tahu bahwa para teknisi menghubunginya.
Dallen dan Lusiana mengantar Sesilia sampai ke rumah. Lusiana bahkan sempat bicara sebentar pada Steven Andreas dan istrinya.
Melihat Raymond sudah mengantuk mereka memutuskan untuk kembali pulang ke Mansion Atmaja. Di perjalanan ponsel Lusiana terus bercahaya karena panggilan dari teknisi.
Tapi Lusiana tidak sadar akan hal itu karena dia sedang memperhatikan Raymond yang tertidur di pangkuannya.
Dia masuk ke rumah sementara itu Dallen menukar mobil Lusiana dengan miliknya lalu bergegas pulang ke apartemen Alvero.
Lusiana langsung menggantikan pakaian Raymond dengan piyama tidur. Dia mencium keningnya dan mengucapkan selamat malam lalu kembali ke kamarnya sendiri.
Saat kembali ke kamar dia tidak langsung mandi dan malah melihat ponselnya. Betapa Lusiana terkejut saat melihat ratusan panggilan telepon dari teknisi komputer.
Lusiana menelepon mereka kembali untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi. "Halo, Bu. Syukurlah Ibu angkat telepon kami, gawat bu. Komputer pusat di serang dengan Virus yang dalam waktu 20 jam akan memusnahkan semua data di perusahaan."
"Apa kau bilang?" Lusiana sangat kaget hingga dia berdiri dari tempat duduk.
"Benar bu. Tolong Ibu datang kemari dan lihat yang terjadi pada komputer pusat," ucap Andy dengan nada cemas.
"Baiklah kalian tunggu di sana! Aku akan segera kembali ke kantor," ujar Lusiana. Dia langsung mematikan ponsel dan mengambil tas lagi lalu pergi ke perusahaannya.
"Lusiana, mau pergi kemana lagi?" tanya Bu Delinah yang melihat Lusiana terburu-buru berjalan ke arah luar pintu masuk mansion.
Mario dan Delinah sangat heran dengan Lusiana yang bahkan tidak menjawab pertanyaan mereka.
__ADS_1
...----------------...