
"Jadi, anak Lusiana itu terkena penyakit jantung juga sepertiku?" tanya Xavier pada asisten sekaligus sahabatnya itu, Hendri.
"Iya bos. Anak itu memiliki penyakit jantung sejak dia berusia 2 tahun," ucap Hendri.
"Aneh, wajah sama bahkan penyakit juga sama. Ini murni kebetulan atau ada suatu rahasia besar dibaliknya?" batin Xavier.
"Owh iya kapan mobil Lusiana selesai diperbaiki?"
"Kemungkinan besok siang bos," jawab Hendri.
"Kalau begitu besok jam 10 pagi kita jemput Lusiana di kantornya," ucap Xavier yang membuat Hendri mengernyitkan dahinya.
"Apa yang kau tunggu? Keluar dari ruanganku sekarang juga," tegas Xavier pada Hendri yang tiba-tiba saja melongo seperti orang bodoh.
Hendri keluar dari ruangan sementara itu Xavier mengirimkan pesan WA pada Lusiana.
"Besok aku jemput jam setengah 11 siang." Pesan tersebut pun tiba di ponsel Lusiana tapi belum dia baca.
Saat ini Lusiana, Jerinx dan Raymond pulang ke rumah menggunakan mobil kantor milik Lusiana.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di Mansion Atmaja. Walau pun bukan pertama kalinya Jerinx memasuki Mansion Atmaja tapi dia tak henti-hentinya takjub dengan kemewahan rumah yang menjadi tempat tinggal Lusiana itu.
Saat tiba di Mansion, Mario dan Delinah sudah menunggu kedatangan Lusiana dan Raymond yang sedikit terlambat.
"Ini sudah pukul 1 siang kenapa baru pulang?" tanya Ibu Delinah.
"Eh, Ini Jerinx kan? Apa kabar sudah lama gak lihat kamu makin ganteng aja," ucap Ibu Delinah yang langsung memegang bahu pemuda tersebut.
Jerinx pun segera menyalami Ibu Delinah dan Mario. "Kamu selama ini kemana aja kok gak pernah keliatan?" tanya Mario pada pemuda di depannya.
"Saya ada pekerjaan di Amerika Om," jawab Jerinx pada Mario. Dia kemudian menjelaskan pekerjaannya sebagai IT negara dan juga Hacker dunia.
"Wah gak nyangka kamu sehebat itu, belum makan kan? Ayo makan dulu," ajak Ibu Delinah pada Jerinx.
"Benar Lusiana? Lalu apa kata dokter Cahyadi?" tanya Mario pada wanita yang akan duduk untuk makan di depannya.
Lusiana pun menceritakan bahwa dokter Cahyadi akan mengoperasi Raymond dalam waktu 2 minggu lagi. Dia akan memikirkannya lebih lanjut. Jika waktu sudah semakin dekat dia akan memberi info melalui Dokter Arya.
"Kalau begitu operasi akan dilakukan 2 minggu lagi ya?" Lusiana mengangguk.
__ADS_1
"Iya yah. 2 minggu lagi," jawab Lusiana sembari memasukkan sesendok makanan ke mulutnya.
Pandangan rumit terlihat dimata ayahnya yang dia tujukan pada pria kecil di sebelah Lusiana. "Ayah tidak perlu khawatir, Raymond pasti kuat menjalani operasi kan?" ucap Lusianan untuk menenangkan ayahnya.
Dia kemudian menoleh ke bocah kecil yang asyik makan itu dan mengelus kepalanya. "Iya ma Raymond kuat. Raymond ingin sehat agar tidak perlu ke rumah sakit terus," ujarnya memperlihatkan lengannya yang bahkan belum tumbuh otot sedikitpun.
Semua orang di meja makan tergelak dan tertawa terbahak-bahak karena tingkah imut Raymond. Setelah makan siang itu, Lusiana memerintahkan Jerinx untuk kembali ke perusahaan sendirian dan mengembalikan mobil kantor karena dia memutuskan untuk tinggal di rumah dan tak pergi ke kantor lagi.
"Jerinx, kau kembali sendirian ke kantor ya, soalnya aku ingin istirahat." Jerinx pun kembali ke kantor dan berpamitan dengan kedua orang tua Lusiana.
"Sayang, menurutmu siapa yang akan dipilih Lusiana jadi calon suami? Dokter Arya, Dallen, atau si Jerinx ini. Semuanya tampan, mandiri, dan memiliki cukup banyak uang."
"Mario, kau bicara aneh lagi. Biarkan Lusiana mencari pendamping hidupnya sendiri," ucap Ibu Delinah dan Mario kembali menanggapi pernyataan istrinya itu hingga mereka hampir bertengkar.
Sementara itu Lusianan memandikan Raymond dan menemani bocah itu untuk tidur siang. Saat sore hari baru dia beranjak ke kamarnya dan membersihkan diri.
Entah kenapa rasanya hari itu begitu lelah sehingga Lusiana hanya ingin di rumah dan berbaring. Setelah santai, dia membuka tasnya dan mencari ponsel.
Terlihat ada 1 pesan WA yang menarik perhatiannya. Si pengirim adalah Xavier bajingan itu. "Besok aku jemput jam setengah 11 siang," ucap pria itu melalui pesan WA.
__ADS_1
Lusiana membalas pesan tersebut. "Boleh, tapi jika kau berani melakukan hal yang tidak-tidak aku akan menendang burungmu hingga dia tak bisa tegang lagi," ucap Lusiana yang langsung menekan tanda enter di ponselnya dan mengirim pesan tersebut pada Xavier.
...----------------...