
"Lusiana bisakah kamu datang membawa Raymond kemari?" tanya dokter Arya dipanggilan telepon.
"Kenapa dokter Arya, apa ada pemeriksaan ulang atau ada sesuatu yang penting
"Lusiana, dokter Cahyadi sudah tiba di Indonesia dan ingin bertemu denganmu dan Raymond. Kalau bisa juga akan diadakan pemeriksaan ulang," ucap Arya di ponsel.
"Baiklah kalau begitu! Sebentar lagi aku akan menjemput Raymond dan membawanya ke rumah sakit.
Lusiana melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 10 pagi. "Lusiana kau mau pergi ke mana? Mau aku antar?" tanya Dallen saat melihat wanita itu keluar dari ruangannya.
"Aku mau menjemput Raymond dan membawanya pemeriksaan di rumah sakit, tidak usah mengantarku. Kau jemput Sesil saja!"
"Lusiana, bagaimana kalau aku yang mengantarmu?" tanya Jerinx yang kebetulan duduk di dekat Dallen. Dia baru saja menyelesaikan permainan di ponselnya dan memyimpannya di saku saat Lusiana keluar dari ruangan.
Dia dalam posisi yang siap untuk mengantar Lusiana. "Ya sudah ayo pergi!" Lusiana melemparkan kunci mobil yang langsung ditangkap oleh Jerinx. Dallen juga mengikuti mereka menggunakan mobil yang berbeda.
Mereka pun tiba di TK Cahaya gemilang. Nampak dua bocah saling bergandengan tangan menunggu kedatangan mereka di teras sekolah.
Awalnya Sesil senang karena berpikir mereka bisa bermain bersama di kantor tapi ternyata Raymond harus menjalankan pemeriksaan di rumah sakit.
"Sesil, hari ini Raymond akan menjalani pemeriksaan. Doakan Raymond biar cepat sembuh ya?" ucap Lusiana saat dia berjongkok di depan gadis kecil itu kemudian menggosok kepalanya pelan.
Sesil mengangguk. "Tenang saja Mama mertua, aku pasti mendoakan Raymond agar bisa segera sembuh."
__ADS_1
Sesil dan Dallen pun masuk ke dalam mobil dan kembali ke rumah mereka sementara Lusiana, Raymond dan Jerinx langsung menuju rumah sakit.
"Mama Raymond mau dioperasi ya?" tanya bocah itu pada ibu di sebelahnya.
"Ehm belum tentu juga dioperasi. Apa Raymond takut?" Bocah kecil itu menggeleng dengan cepat.
"Raymond tidak takut ma, karena Raymond ingin hidup lebih lama bersama mama. Sesakit apa pun itu akan Raymond lewati asal bisa terus bersama dengan mama."
Ucapan Raymond ini membuat hati Lusiana terenyuh. Dia menangis haru mendengar perkataan tulus yang terucap dari anak lelaki satu-satunya itu.
Jerinx melihat dengan kaca spion di atas dan melihat naluri keibuan Lusiana yang membuat dirinya jatuh lebih dalam pada pesona Lusiana.
Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di rumah sakit Kayanya dan menemui dokter Arya terlebih dahulu. Tiba di dalam ruangan dokter, Raymond langsung memeluk dokter Arya. "Paman dokter aku sangat merindukanmu?" ucap Raymond manja.
Jerinx melihat kedekatan Raymond dan Lusiana pada dokter Arya merasa cemburu. Dia juga dapat melihat bahwa dokter Arya cukup menyukai Lusiana.
"Eh, Lusiana siapa ini?" tanya Arya saat melihat pria yang cukup tampan berada di dekat Lusiana.
"Perkenalkan ini sahabat sekaligus pegawai kantorku namanya Jerinx." Arya dan Jerinx pun bersalaman dan saling memperkenalkan diri.
"Namaku Arya."
"Aku Jerinx."
__ADS_1
Raymond pun langsung digendong oleh dokter Arya. "Ah iya Lusiana. Kau tinggal di mana sekarang?" tanya Arya.
"Sekarang aku tinggal di Mansion Atmaja." Dokter Arya cukup heran. Apa hubungannya Lusiana dengan keluarga atmaja?
"Ah iya, aku sepupu dari cucu pemilik Mansion itu. Owh iya, di mana dokter Cahyadi? Beliau ingin bertemu denganku dan Raymond kan?" tanya Lusiana mengalihkan pembicaraan.
"Owh iya! Ayo aku antar ke ruangan dokter Cahyadi. Raymond turun dulu ya?" Dokter Arya menurunkan Raymond. Mereka pun bersama-sama pergi ke ruangan dokter Cahyadi.
Tiba-tiba seorang perawat berlari menemui dokter Arya karena ada pasien yang sedang dalam keadaan kritis. Dokter Arya pun segera pergi bersama perawat.
"Lusiana, aku hanya bisa mengantarmu sampai di depan ruangan dokter Cahyadi. Maaf karena ada pasien yang gawat darurat. Aku harus segera menanganinya." Lusiana pun mengangguk dan menyuruh dokter Arya untuk cepat pergi menangani pasien.
Lusiana dan Raymond masuk ke dalam ruangan dokter Cahyadi sementara Jerinx menunggu di luar.
"Saya Lusiana dan ini anak saya Raymond," Lusiana menjabat tangan dokter Cahyadi begitu juga Raymond. Setelah beberapa percakapan ringan mereka pun menuju inti permasalahan.
"Ibu Lusiana, persentase keberhasilan operasi ini adalah 85%, dan kemungkinan masa pemulihan di rumah sakit bisa lebih dari sebulan."
"Setelah operasi berhasil, jantung Raymond akan kembali normal dan dia bisa beraktivitas seperti biasanya. Tapi Ibu tetap harus membatasi aktivitas fisiknya agar dia tidak terlalu kelelahan."
"Untuk operasinya bisa bisa dimulai kapan dokter?" tanya Lusiana.
"Operasi bisa di mulai 2 minggu ke depan. Untuk tanggalnya saya akan menentukannya dan memberitahu Ibu Lusiana. Kami juga sedang menunggu ahli jantung dari luar negeri untuk membantu proses operasi."
__ADS_1
Raymond juga diperiksa jantungnya oleh dokter Cahyadi. Hal ini bertujuan agar dokter Cahyadi lebih mengenal penyakit milik Raymond.
...----------------...