Putra Janda Kaya Mencari Papa

Putra Janda Kaya Mencari Papa
Bab 40


__ADS_3

"Akhirnya aku sampai di apartemenku setelah sekian lama aku tidak kembali ke Indonesia. Aku bersyukur ada petugas kebersihan yang selalu menjaga kondisi kamarku dengan baik," ucap Jerinx saat dia menekan saklar untuk menyalakan lampu.


Dia menyeret sebuah koper yang cukup besar dan meletakkannya di bagian bawah lemari. Setelah itu dia menghempaskan dirinya ke kasur. Perhatiannya tertuju pada boneka dolphin yang tidak sempat terbawa dan tertinggal di apartemen saat dia akan pergi ke Amerika.


"Uh, boneka dolphin kesayanganku." Saat Jerinx ingin mencium boneka itu, ponsel Jerinx berdering dan mengganggu kegiatannya.


Dia terpaksa mengabaikan boneka untuk mengangkat telepon. Dia melihat di layar bahwa Lusiana yang menelepon.


"Jerinx, bisakah kau pulang ke Indonesia sekarang juga. Waktunya sangat mepet sekali! Aku akan membelikanmu tiket sekarang juga," tutur Lusiana dengan nada panik dan agak terengah-engah.


"Lusiana, tenangkan dirimu! Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" tanya Jerinx dengan nada yang pelan berusaha untuk membuat wanita di telepon itu lebih tenang.


"Bagaimana aku bisa tenang? Perusahaanku di ambang kehancuran. Teknisi komputer di kantorku menemukan Virus yang akan menghancurkan semua data perusahaan pada waktu kurang dari 20 jam. Apa kau bisa membantuku, Jerinx?" Suara Lusiana malah menjadi semakin aneh.


Jika Jerinx tidak salah menebak kemungkinan Lusiana sedang menangis sekarang. Bahkan orang sekuat Lusiana juga bisa menangis saat dia hampir kehilangan segalanya.


"Baiklah Lusiana berikan alamat kantormu, aku akan langsung ke sana sekarang."


"Apa kau sudah di Jakarta?" Jerinx pun menjawab pada Lusiana bahwa dia baru saja kembali dari Amerika. Dia akan segera pergi ke kantor Lusiana saat itu juga. Lusiana pun mematikan panggilan telepon dan mengirimkan alamat kantornya pada Jerinx.


Satu jam kemudian Jerinx pun tiba di kantor Lusiana. Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam saat Jerinx tiba di kantor.


Lusiana bahkan menunggu Jerinx di depan pintu masuk kantor miliknya. Jerinx sekejap cukup takjub dengan kemewahan kantor Lusiana tapi itu bukanlah tujuan Jerinx datang ke sini.


Tujuannya adalah membantu Lusiana untuk menyingkirkan Virus dari komputer pusat perusahaan.


Jerinx masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi dengan banyak komputer. "Jerinx, Ini adalah Anton dan Andy, Teknisi Komputer dari perusahaanku." Lusiana memperkenalkan orang-orangnya pada Jerinx.


Pria yang menggunakan celana olahraga dan jaket itu pun mengulurkan tangannya dan disambut oleh dua orang itu. "Aku Jerinx," ucapnya singkat.

__ADS_1


Setelah itu dia memeriksa komputer dan memasukkan Flashdisk yang dia miliki pada setiap komputer.


Lusiana mondar-mandir melihat Jerinx memperbaiki komputernya. Sementara Andy dan Anton matanya tidak lepas dari betapa cekatan tangan Jerinx menari di atas Keyboard komputer.


Andy dan Anton saling berpandangan. "Ini pastilah Hacker kelas atas," ungkap mereka di pikiran masing-masing.


"Lusiana kau tenanglah! Masalah virus ini akan aku selesaikan kurang dari 2 jam."


"Jika itu orang lain mereka tidak mungkin dapat memecahkan Virus ini dalam waktu kurang dari 24 jam."


"Tapi di tanganku ini mudah karena Virus ini aku lah yang menciptakan," tutur Jerinx yang membuat Lusiana bernapas lega. Dia akhirnya bisa beristirahat dengan duduk di kursi tidak jauh dari Jerinx sedang mematikan Virus.


"Anda yang menciptakan Virus ini?" tanya Anton disertai dengan anggukan oleh Jerinx yang masih berkonsentrasi pada komputer untuk memusnahkan Virus. Beberapa kali dia berpindah dari satu komputer ke komputer yang lain.


"Jerinx, Jerinx, ah iya apakah anda adalah seorang Hacker dengan nama INX?" Pertanyaan dari Andy tersebut sukses membuat Jerinx teralihkan sebentar.


Siapa yang tidak mengenal INX pada Dunia Hacker? Namanya sangat terkenal bahkan di website pasar gelap. Dia menjuarai banyak sekali kontes yang diadakan untuk Hacker.


Beberapa kali juga dia membantu pemerintah memecahkan masalah Virus. Dia juga banyak menciptakan Virus yang digunakan pemerintah untuk kepentingan mereka.


Artinya INX bukan hanya Hacker biasa tapi dia juga agen dari pemerintah. Andy dan Anton sangat beruntung dapat bertemu INX dan bertatap muka dengan pria itu.


Awalnya mereka mengira INX adalah pria paruh baya ternyata mungkin usianya berada di bawah mereka.


Menunggu selama 2 jam Andy dan Anton membawakan cemilan dan kopi untuk Lusiana dan Jerinx.


Lusiana masih bisa makan walau hatinya masih harap-harap cemas. Bagaimana pun sekarang seluruh perusahaannya berada di tangan Jerinx. Jika Virus itu berhasil dimusnahkan Lusiana akan memberikan apa pun kepada Jerinx asal yang dia minta bukan anaknya.


"Berhasil," ucapan tersebut membuat Lusiana tersentak dan langsung berdiri untuk melihat komputer.

__ADS_1


Ternyata komputer sudah bersih dari Virus dan berjalan dengan normal seperti biasa. Kali ini Lusiana bisa benar-benar bernapas lega.


"Aku tidak tahu jika kau tidak ada di sini makan akan jadi apa perusahaannku? Aku sangat berterima kasih padamu Jerinx." Lusiana menggelengkan kepalanya lalu menatap Jerinx.


Wanita dengan rambut keriting itu segera mengambil ponsel dan mengirim 5 Milyar sebagai tanda terima kasih.


Ponsel Jerinx menerima notifikasi saat dia melihat jumlah uang yang dikirimkan oleh Lusiana, Jerinx sangat kaget hingga matanya hampir keluar. "Lusiana, kenapa kau memberikan uang sebanyak ini padaku?" tanya Jerinx.


"Apakah itu kurang? Aku akan mengirimkan 5 Milyar lagi untukmu," ucap Lusiana sambil membuka m-bankingnya lagi. Jerinx menahan tangan Lusiana. Dia mengambil ponsel wanita itu dan meletakkannya di meja.


"Sudah cukup Lusiana, yang kau kirimkan tadi sudah terlalu banyak. Pekerjaanku tidak sesulit itu sampai kau harus membayar semahal ini. Jangan kirimkan uang lagi!" tegas Jerinx.


Walau pun kesukaan Jerinx adalah uang, tapi teman seperti Lusiana sangat penting. Dia adalah sahabat Jerinx yang sangat loyal dan royal. Uang yang wanita ini kirimkan sudah terlalu banyak. Bagaimana pun dia memiliki anak yang berpenyakitan sehingga akan menghabiskan banyak uang.


Jerinx tidak ingin Lusiana kehilangan banyak uang lagi. "Bahkan jika menyerahkan setengah dari hartaku sepertinya tidak akan cukup untuk mengungkapkan terima kasihku padamu."


"Kau ini bicara apa? Kan sudah aku bilang kalau Virus ini aku yang menciptakan jadi tidak susah untuk menghilangkannya. Tapi aku heran, Virus ini tidak akan dimiliki orang biasa."


"Apakah kau memiliki musuh? Bagaimana bisa mereka sampai di ruangan ini dengan begitu ketatnya penjagaan?"


Pertanyaan dari Jerinx mulai menyadarkan Lusiana. "Benar juga, siapa yang melakukan ini semua?" Lusiana berbalik melihat Andy dan Anton untuk meminta penjelasan.


Andy pun menceritakan semua kejadian hari ini. "Iya bu. Kami berdua segera menyelesaikan masalah komputer rusak di departemen pemasaran. Tapi ruangan ini terkunci dan tidak mungkin orang luar bisa masuk kecuali pemilik perusahaan yang memiliki kunci cadangan," ungkap Anton pada Lusiana.


Pemilik perusahaan hanya ada 2 orang. Yang pertama Lusiana dan yang kedua adalah Haris. Wajah Lusiana terlihat marah, dia sudah tahu siapa pelaku sebenarnya dibalik ini semua.


"Kau Haris Sialan," hardiknya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2