RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 17


__ADS_3

Wajah Arkan masih ditekuk kesal dengan pembicaraan alot barusan.


"Kok tadi Tuan bilang gitu?" Tanya Alita begitu mereka berdua duduk di rooftop hotel.


"Maaf aku jadi pake alibi itu, aku capek debat sama mantan ibu mertua aku. Nggak akan selesai." Arkan melonggarkan dasinya tanpa melihat Alita.


Entah kenapa ada rasa kecewa di hati Alita. Ia merutuki diri sendiri. Sudah besar hati mengira Arkan benar suka padanya. Ternyata cuma alibi untuk menghindari Andini.


"Untung aja aku bawa kamu ke sini. Kalau enggak, Tante Andini bisa labrak kamu ke rumah." Arkan mengeluarkan HP hendak menghubungi Firas.


Alita diam saja sambil menggigit bibir gelisah. Memilin-milin ujung bajunya, gugup berdekatan dengan Arkan yang terlihat makin tampan di bawah terik matahari.


Tiba-tiba HP-nya lebih dulu berbunyi. Ia mendengus.


"Halo, Pa?" Jawabnya malas-malasan.


"Ada masalah apa kamu sampai melaporkan Riga?" Suara Galang, ayahnya, terdengar marah.


Arkan sungguh lelah menghadapi persoalan ini.


Baik Riga maupun Lanni, adalah raja dan ratunya akting.

__ADS_1


Terutama Riga anak satu-satunya istri muda Galang. Dimanja oleh Galang karena istrinya Galang bernama Ajeng yang cantik dan seksi membuat Galang bucin akut.


"Dia terobos rumah aku dan lukain para pekerjaku."


"Kamu jangan fitnah dia! Riga itu..."


"Anak baik? Itu kan yang mau Papa bilang," potong Arkan sudah hafal. "Anak baik Papa udah ngehancurin rumah tanggaku."


"Diam kamu!"


"Pa, terserah Papa mau bilang apa, mau maki aku segimana.. aku nggak akan cabut tuntutan. Dia udah kurang aj*r coba perkosa calon istriku. Itu nggak bisa aku maafin."


"Papa kira aku peduli restu Papa? Papa aja nggak tanya persetujuanku untuk nikah sama Tante Ajeng. Selama ini Papa peduli sama aku? Enggak kan? Papa cuma peduli sama keluarga baru Papa. Dan aku nyesel biarin saudara tiriku dekat. Karena dia cuma racun dalam keluargaku. Dan Lanni, dia bukan wanita baik-baik. Kalo Papa masih ngotot anak baik Papa nggak bersalah, aku akan cabut tuntutan, tapi aku akan beberkan perselingkuhan dia dengan Lanni. Bahkan video perselingkuhan mereka bisa aku beberkan. Teman-teman Papa, rekan kerja Papa, teman-teman arisan Tante Ajeng. Akan segera tahu."


Ancaman Arkan membuat Galang panik karena setahunya Riga sampai nangis buaya berkata itu hanya fitnah. Tapi perkataan Arkan membuat Galang bungkam.


Dan memutuskan telepon sepihak.


Arkan melepas jas dan mengacak rambut nya kesal.


"Tuan, gara-gara saya ya Tuan jadi pusing begini?" Alita merasa bersalah.

__ADS_1


Arkan terdiam. Sejujurnya kalau saja Alita hanya ART nya, ia tidak akan serisau ini. Karena keterlibatan saudara-saudaranya yang sudah berlaku tidak adil pada perempuan polos ini.


"Tuan, jangan terlalu cemas. Saya nggak mau Tuan sakit karena masalah ini."


"Ini bukan cuma masalah kamu." Arkan menarik napas panjang dan menoleh.


"Gimana kalo kita jalan-jalan?" Ajak Arkan membuat Alita berbinar.


"Ke mana, Tuan?"


"Kamu maunya ke mana?"


"Ngg... Saya sih kepengen makan es krim." Kata Alita pelan membuat Arkan tersenyum.


"Tunggu apa lagi, yuk kita cari es krim."


Berdua mereka meninggalkan hotel untuk bersenang-senang.


Ingin sejenak melupakan masalah yang datang bertubi-tubi.


***

__ADS_1


__ADS_2