RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 35


__ADS_3

Hari-hari sebagai Nyonya Arkan Hutama, sungguh membuat kondisi Alita berbanding terbalik, ia sangat bahagia.


Kerap beberapa kali ia mimpi buruk hingga menangis.


Namun Arkan menguatkannya dan meyakinkan semua baik-baik saja.


Ia sudah berjanji pada Athena akan menjaga Alita dan akan membahagiakannya.


Dengan begitu Athena tidak perlu khawatir dan turun tangan lagi menguasai tubuh Alita.


"Sayang, apa aku bisa ketemu sama Athena?" Tanya Alita ketika mereka bercengkrama sore itu di pinggir kolam renang.


Alita duduk di pangkuan suaminya dengan punggung menempel di dada bidang suaminya.


"Bisa kalau udah waktunya, sayang." Arkan mengusap-usap rambut istrinya.


"Kapan waktu itu?"


"Hmm.. kapan ya? Pertanyaan yang sulit. Itu kan masih rahasia."


Alita cemberut mendongak melihat suaminya tersenyum jahil.


"Athena itu kayak gimana? Mirip sama aku?"


"Hmm..." Arkan mengingat ingat. "Pastinya dia mirip sama kamu. Udah kayak bayangan cermin. Hanya saja pertama dia muncul, penampilannya jauh berbeda dengan kamu. Makanya aku nggak bisa ngenalin. Dia selalu pake lipstik merah. Dan datang malam-malam ke kamarku."


"Jadi, lipstik merah itu Athena, eh aku yang pake?"


"Iya. Emang kamu pikir aku sembarangan bawa perempuan?"


"Jadi, selama ini kita ....??" Alita menggantung ucapannya, mendadak jadi malu.


"Kita udah pernah tidur bareng, sayang.. sering malahan. Bikin ranjang sampe berantakan hampir ambruk." Arkan menggoda istrinya yang malu-malu.


"Iihh aku kan nggak Inget itu. Kayaknya ganas banget tuh sampe aku harus ganti seprai karena lipstik belepotan dimana-mana."


"Iya kamu tuh hot banget. Bikin aku kepikiran sampe nggak fokus kerja. Aku terus cari tahu siapa yang nemenin aku malam-malam super hot begitu. Begitu tau itu kamu, surprise juga. Pantes rasanya sama."


Ini Arkan ngomong nggak disaring dulu deh..


"Iihhh mulai m*sum nih.." Alita buang muka karena ujung-ujungnya dia tau arah pembicaraan Arkan.


"Aku juga m*sum cuma sama istriku." Tangan Arkan mulai gerayangan lagi membelai paha istrinya yang hanya mengenakan celana pendek.


"Malu ah nanti diliat Bi Endah."


"Biarin. Dia juga udah tau kita masih suasana bulan madu."

__ADS_1


"Bulan madu apaan, kita udah sebulan lebih nikah."


"Tapi kan tetep aku nggak puas bulan madu. Ayolah..."


"Nggak mau.." Alita menjulurkan lidah dan kabur ke kamar.


Arkan menghabiskan jusnya dan melangkah mantap ke kamar. Siap menghajar istrinya habis-habisan sampai pagi.


***


Hari ini weekend, Arkan berencana memanjakan istrinya dengan mengajak belanja. Ia ingin semua pakaian cantik untuk istrinya.


Sudah waktunya ia gunakan uangnya untuk bersenang-senang.


Selama ini ia bekerja terus menerus mengembangkan usahanya.


Setiap kali mempunyai waktu luang ingin mengajak Lanni bersenang-senang, ada saja alasannya menolak dan sibuk dengan sanggar. Giliran dirinya yang sibuk Lanni mengeluh. Lanni hanya menghambur-hamburkan uang yang digunakan untuk selingkuh.


Memang ia dan Lanni tidak berjodoh. Pernikahan selama bertahun-tahun sudah tidak ada arti dan kesan lagi.


Kini ia membuka lembaran baru dengan Alita, ia ingin memulai kehidupan rumah tangganya dari awal.


Semua yang terjadi di masa lalu, membuat Arkan lebih protektif menjaga Alita.


Sudah cukup istrinya menderita. Kali ini ia akan merasakan bahagia.


"Sayang, kamu pilih aja. Beli apapun yang kamu suka." Kata Arkan begitu mereka tiba di mal.


Alita seketika panik. "Sayang, di sini mahal-mahal."


"Terus?"


"Mending kita ke pasar grosir aja. Di sana lebih murah. Bisa beli banyak. Atau ke pasar tanah Abang sekalian."


Tawa Arkan meledak mendengar perkataan polos istrinya.


Alita kontan bengong. "Kok malah ketawa sih?"


"Lagian kamu lucu. Aku mau manjain kamu, bukan nyuruh kamu jualan. Udah ya nggak usah dipikirin harganya. Kalau mahal, udah pasti bagus. Ambil aja kalau kamu suka ya." Arkan mengajaknya masuk ke butik mewah yang pastinya mahal.


Alita menurut walau masih bingung yang 'bagus' itu seperti apa.


Arkan memanggil pelayan toko.


"Ada yang bisa dibantu Pak?"


Lalu Arkan berbicara tanpa didengar Alita karena istrinya sedang terkagum-kagum melihat barang-barang mewah di sana.

__ADS_1


"Mari Bu. Ikut saya."


Alita kaget dan melihat suaminya yang mengangguk.


Ia ikut saja memasuki ruang ganti begitu pelayan toko membawa beberapa pakaian branded.


Ia mencoba sehelai dress putih selutut tanpa lengan. Bahannya begitu lembut dan nyaman di kulit. Sangat pas di tubuhnya.


"Ini bajunya mahal banget. Tapi aku nggak boleh komplain lagi, nanti Arkan tersinggung." Ia keluar ruang ganti ingin menunjukkan kepada suaminya.


"Sayang, gimana? Bagus nggak?" Tanya Alita membuat Arkan beralih pandangan dari HP-nya.


Seketika terpana melihat Alita yang begitu cantik mempesona dalam balutan dress putih yang mencetak lekuk tubuhnya dengan sempurna.


"Kenapa? Jelek ya?" Alita melihat bajunya lagi.


"Cantik." Arkan sampai nggak kedip.


"Kamu suka aku pake ini?"


"Suka."


Alita tersenyum dan bercermin lagi. Mematutkan dirinya sambil berputar-putar menimbulkan gerakan indah yang mempesona.


Arkan tersadar kecantikan Alita menjadi pusat perhatian lelaki yang ada. Mereka ikut terkagum-kagum melihat kemolekan tubuh Alita.


"Yuk kita pergi." Arkan bergegas menarik pinggang Alita, menekankan pada semua pria, ini istrinya.


"Tapi masih banyak yang belum dicoba bajunya," protes Alita.


"Mbak.." Arkan memanggil pelayan toko.


"Iya Pak."


"Semua pakaian yang saya minta barusan, saya beli semuanya. Termasuk yang istri saya pakai. Hitung semuanya." Arkan mengeluarkan kartu kredit membuat Alita kaget.


"Sayang, kok dibeli semuanya?"


"Iya." Arkan memakaikan cardigan putih menutupi baju Alita yang agak seksi.


"Aku kan belum coba semua. Gimana kalo kamu nggak suka?"


"Aku suka apapun yang kamu pake, sayang. Apalagi kalo kamu nggak pake apa-apa." Kata Arkan membuat Alita malu lagi.


Dan Alita terbelalak melihat struk belanjaan berupa selusin pakaian, berjumlah 70 juta.


Ingin protes tapi nggak guna kayaknya.

__ADS_1


***


__ADS_2