RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 7


__ADS_3

Seperti malam sebelumnya, Alita menunggu majikannya pulang.


Ia sampai mengantuk menunggu di meja makan.


"Tumben jam segini Tuan belum pulang." Alita menguap karena sudah pukul 00.30.


"Mending aku tunggu di sini deh." Alita mengambil posisi tidur di meja.


"Cepet pergi dari sini!! Ini bukan tempat kamu!"


Ia tersentak dan celingukan.


"Suara siapa itu?"


Alita lihat sekitar. Tapi nggak ada orang.


"Suara perempuan. Tapi siapa?" Alita menuju jendela dan bingung.


"Nggak ada siapa-siapa. Tadi suara siapa?"


Ia jadi takut.


"Apa mereka nemuin aku di sini?" Ia mulai cemas.


Tapi ia yakin tempat ini aman untuknya karena Arkan sangat menjaganya.


Pintu terbuka, Alita tersentak melihat Arkan masuk rumah sempoyongan.


"Tuan?"


Ia bergegas mendekat, dan terbatuk mencium bau alkohol.


"Tuan? Tuan mabuk ya? Yuk saya antar ke kamar." Alita memapah Arkan menaiki tangga.


Arkan setengah sadar menatapnya.


"Lanni?"


"Bukan, Tuan. Saya Alita." Alita memapahnya susah payah karena bertubuh lebih tinggi.

__ADS_1


"Kenapa kamu ke sini???" Arkan mendorong Alita marah.


"Tuan hati-hati, nanti Tuan jatuh??" Alita berusaha menahan.


"Pergi kamu!!" Bentak Arkan keras.


"Iya saya bakal pergi, tapi saya antar Tuan ke kamar dulu." Alita mengapit tangan Arkan ke pundaknya dan memapah naik tangga.


Brukkkk..


Tubuh Arkan terbanting di kasur.


"Duuhh... Tuan berontak melulu sih jadi jatuh kan." Alita menaikkan kaki Arkan ke kasur.


Lalu melepas sepatu dan kancing baju Arkan.


Arkan terlalu banyak minum alkohol hingga nyaris tidak sadar.


Setelah itu Alita menyelimuti tuannya.


Ia jadi kasihan melihat Arkan yang terpukul sejak perceraian.


Tinggal di rumah sebesar ini sendirian. Kalau itu Alita, jelas tidak sanggup karena menakutkan.


"Tidur yang nyenyak ya, Tuan." Alita berbalik meninggalkan kamar. Sebelumnya ia mematikan lampu agar tidak mengganggu tidur tuannya.


Ketika menuruni tangga, langkahnya terhenti karena merasa ada orang di ujung tangga.


"Siapa di situ??!" Ia bergegas turun dan menyalakan lampu.


Ia memeriksa sekeliling. Tapi tidak ada orang.


"Masa' nggak ada? Tadi aku yakin ada orang di sini." Alita bergegas ke depan.


"Pak Adul, tadi ada orang masuk nggak?" Tanya Alita.


Pak Adul yang sedang asyik minum kopi sambil nonton siaran bola di pos satpam, kaget.


"Nggak ada Neng. Dari tadi cuma Tuan yang masuk rumah. Ada apa Neng?"

__ADS_1


Apa aku halusinasi? Batin Alita.


"Ngg nggak apa-apa, Pak. Cuma tadi saya kira Tuan terima tamu."


"Nggak ada yang datang, Neng."


"Iya Pak. Permisi."


Alita masuk rumah dan mengunci pintu.


"Mungkin aku kebanyakan takut aja di rumah sebesar ini."


Ia mematikan lampu dan masuk kamarnya segera istirahat.


***


Mata Arkan mengerjap merasakan sentuhan lembut di wajahnya.


Ia tersentak melihat wanita misterius berada di kamarnya.


"Kamu?"


"Arkan.." suara wanita itu begitu mend*sah seksi. "Aku cinta sama kamu."


Arkan menahan debar dadanya begitu dengan agresif nya wanita itu meraba lembut lehernya.


Ia menahan tangannya. Entah kenapa ia membeku berhadapan dengan wanita ini.


"Kamu siapa? Apa kita saling kenal?" Tanya Arkan dalam keremangan cahaya.


Meski gelap, ia bisa melihat cantiknya wanita itu menggunakan dress seksi hitam. Rambutnya panjang tergerai wangi. Bibirnya merah dipoles lipstik begitu menggoda.


"Aku Athena." Nafas wanita itu memburu ingin segera mendekat namun Arkan menahannya.


"Siapa kamu Athena? Kenapa kamu bisa ada di sini? Aku cari kamu sejak kemarin." Arkan merasakan hembusan nafas Athena yang beraroma mint.


Athena tidak menjawab, dan berbisik di telinganya. "I love you, Arkan. Aku ingin jadi milikmu."


Akal sehat Arkan langsung hilang begitu dengan agresif nya bibir Athena merajalela meraba setiap sudut tubuhnya.

__ADS_1


***


__ADS_2