RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 37


__ADS_3

"Bagaimana Dok?"


Dokter yang membaca hasil pemeriksaan medis Arkan dan Alita lalu tersenyum.


"Semua normal. Bisa mengkonsumsi makanan sehat sebelum berhubungan. Dan ketika masa subur. Jaga kondisi jangan sampai stress. Akan memperbesar kemungkinan pembuahan."


Dokter Rena yang dulu pernah memeriksa kandungan Lanni, melihat Arkan jauh lebih bahagia dengan pernikahan keduanya.


Alita tersenyum sumringah. "Terima kasih Dok."


"Alita bisa ikut suster dahulu untuk dijelaskan vitamin yang perlu diminum."


"Baik, Dok." Alita mengikuti suster ke ruangan sebelah.


"Ada apa?" Tanya Arkan pada Rena teman sekampusnya dulu.


"Sorry Kan, aku nggak bisa bicara di depan istri kamu."


Arkan mengerutkan kening. "Ada masalah apa, Ren? Kamu bilang hasil medis nggak ada apa-apa."


"Sebenarnya ada masalah dengan rahim istri kamu, Kan." Kata Rena membuat Arkan terkejut.


"Masalah apa?"


"Sepertinya Alita pernah mengalami keguguran."


DEG.

__ADS_1


Jantung Arkan terasa ditonjok.


Alita pernah hamil??


"Tapi hal ini bisa diatasi. Hanya saja..."


"Ada apa lagi?"


Rena menatap Arkan serius. "Sepertinya Alita mempunyai gangguan psikis."


Arkan menegang dan mengepalkan tangannya.


"Soalnya begitu sebelum diperiksa dan ditanya mengenai tanggal menstruasi, dia menjawab biasa. Begitu ditanya mengenai apa pernah keguguran, dia jawab nggak pernah. Ekspresinya, seperti nggak ada kebohongan. Ya tapi maaf kalau kecurigaan aku sebagai dokter keliru. Hanya saja sebagai dokter kandungan, aku bisa baca ekspresi pasienku, kalau-kalau pasienku ada yang bohong mengenai kondisi medis mereka. Ada saja yang bohong pernah aborsi. Tapi kasus Alita, dia jelas nggak bohong. Bisa jadi dia nggak tau pernah keguguran."


Apa lagi yang Alita rahasiain dari aku? Batin Arkan gelisah.


***


Alita pernah keguguran?


Kalau iya, kenapa dia nggak jujur?


Apa dia takut gue bakal tinggalin dia kalo dia jujur? Batinnya bertanya-tanya.


Memikirkan itu membuatnya sakit kepala.


Sampai-sampai ia melamun ketika rapat.

__ADS_1


"Lo kenapa sih Kan? Ada masalah?" Tanya Firas selesai rapat segera interogasi sahabatnya.


Arkan duduk di kursinya sambil menggeleng. "Nggak ada."


"Kalo ada masalah cerita aja. Siapa tau gue bisa kasih solusi. Kecuali urusan ranjang rumah tangga lo, gue nggak bisa bantu kasih solusi."


Arkan menegakkan duduknya. "Sebenarnya gue ada kepikiran sesuatu. Gue sama Alita ke dokter kandungan. Untuk cek kesehatan kami. Kami sama-sama sehat dan bisa punya anak. Tapi begitu diperiksa, ternyata Alita pernah keguguran."


Firas terkejut sampai melotot. "Yang bener?"


"Itu dia masalahnya. Kayaknya dia nggak tau tentang ini. Dia juga nggak bilang apa-apa. Gue juga nggak berani nanya karena kuatir dia bisa histeris atau shock."


"Iya sih kondisi Alita kan masih nggak bisa diprediksi. Lo juga nggak tau kalau kepribadian Athena bener-bener udah pergi atau masih nguasain Alita." Firas menatapnya serius. "Gue rasa cuma Athena yang bisa jelasin."


Arkan kontan kaget. "Maksud lo apa? Athena kan Alita juga."


"Maksud gue kepribadiannya, bro. Lo inget-inget lagi. Menurut Veni, apapun yang terjadi pada Alita, Athena tahu semuanya. Tapi sebaliknya, yang terjadi ketika tubuh Alita dikuasai Athena, Alita nggak tau apa-apa. Dia aja nggak tau tentang Athena yang saudara kembar siam nya. Mungkin Athena bisa jelasin yang nggak bisa dijelasin Alita," jelas Firas panjang lebar membuat Arkan mengusap-usap kepala.


"Ya kalo emang bener, gimana caranya gue manggil Athena dalam tubuh Alita? Ya kali kalo manggil jailangkung masih ada ahlinya. Panggil dukun, siapin sesajen. Lah manggil Athena gimana? Dia kan kepribadian bukan makhluk."


"Ya cuma lo yang bisa. Coba aja lo ciptain suasana kalo lo lagi sama Athena dulu. Kali aja dia rasukin istri lo."


Arkan mengetuk-ngetuk jarinya di meja. "Bisa dicoba. Karena gue bingung mikirin hal ini."


Firas mengangguk-angguk. "Good luck bro.."


***

__ADS_1


__ADS_2