RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 48


__ADS_3

"Halo cantik.."


Alita menegang mendengar suara yang sudah lama tidak didengarnya.


Dengan tubuh terikat dan mulut disumpal kain, ia berusaha menghindar.


Pak Burhan!


Kini Lanni bersekongkol dengan Pak Burhan untuk mencelakainya.


Pak Burhan melihat foto Alita dan mengajak bekerja sama membalas dendam.


"Kamu masih belum mau ngaku kalau kamu yang sudah membunuh istri saya?"


Alita terdiam, ia ingat Arkan pernah cerita dirinya dikuasai Athena dan membunuh Bu Ina yang sudah menganiayanya.


Saat itu ia dikuasai amarah ingin balas dendam namun tidak ada kekuatan. Maka kepribadian Athena muncul.


Ia ingin pasrah namun ada seseorang yang ingin dijaganya sampai ia mati.


Bayi dalam kandungannya!


Lanni muncul dari lantai atas menenteng tas berisi barang-barang berharga. Jam tangan mahal Arkan dan perhiasan Alita.


"Segini sih belum seberapa dengan yang lo terima dari mantan suami gue!" Bentak Lanni menamparnya.


Sorot mata Alita berubah.


"Kenapa? Mau siksa gue lagi? Coba aja kalo bisa!" Tantang Lanni merasa aman membawa backing.


"Kamu mau tiara berlian punyaku kan?" Tanya Alita tajam.


Sepertinya kepribadian Athena sudah mengambil alih tubuhnya.


"Nah itu lo tau! Kasih ke gue sekarang."


"Tapi kamu harus ikut aku. Ada di brankas."


"Jangan kira lo bisa kibulin gue. Kasih tau kodenya atau gue habisin lo sekarang!" Ancam Lanni nggak nanggung.


"Nggak bisa. Brankasnya bisa dibuka hanya dengan sidik jariku."


Pak Burhan melihat Alita seperti berbeda. "Biar anak buah saya menjaga. Ikut saja ke mana wanita ini minta."


Lanni mendengus keras. "Oke. Awas kalo lo macem-macem gue tembak!" Lanni membawa pistol berisi beberapa peluru.


Gina dan Bi Endah panik namun tidak bisa bicara karena mulutnya disumpal.


Alita digiring ke lantai atas dan masuk kamar.


"Di mana Brankasnya???" Lanni nggak sabar.

__ADS_1


"Di balik foto pernikahan ku."


Bergegas Lanni menggeser bingkai foto raksasa di dekat meja rias. Tampak pintu kecil di balik tembok.


Tak sabar dibukanya pintu lemari itu. Ada brankas, seperti yang Alita bilang hanya Alita yang bisa membukanya karena perlu sidik jari.


"Cepet buka!"


"Aku bukan pemain sirkus. Mana bisa scan sidik jari dengan tangan diikat belakang gini. Dan suruh mereka keluar."


"Maksud lo?"


"Di dalem brankas banyak perhiasan dan barang mewah lagi. Yang kamu bawa belum seberapa. Emang kamu yakin dua orang itu nggak niat nyerang kamu buat ambil barang-barang itu?"


Lanni yang sudah haus kemewahan di balik brankas itu, menoleh curiga pada dua orang yang mengikutinya. Melihat wajah rakus itu membuat Lanni siaga.


"Tunggu di luar!"


"Tapi Non.."


"Tunggu di depan pintu!"


Mereka nggak ada pilihan dan meninggalkan kamar.


"Lepas ikatanku. Aku masih mau hidup. Ambil semua yang kamu mau asal lepasin aku."


"Lo mau coba tipu gue?"


Lanni membenarkan saja karena sudah membayangkan banyak kemewahan yang disimpan Alita.


"Awas kalau lo berani serang gue! Gue tembak kepala lo!"


Alita diam-diam menyeringai.


Begitu Lanni membuka ikatan tangannya, Alita menghadap brankas dan meng scan sidik jarinya.


Tak lama pintu brankas terbuka.


Lanni terbelalak melihat brankas itu penuh dengan emas batangan dan tiara penuh berlian. Bahkan uang tunai ada ratusan juta.


"Wahh lo bener-bener ngerampok Arkan! Gila banget dia bisa kasih lo segini banyak!" Lanni langsung membuka tas dan memasukkan barang-barang itu ke tasnya.


Kalo gue jual, gue bisa beli rumah besar dan beli sanggar lagi! Batin Lanni kesenangan.


Buaakkkk...


Lanni pingsan seketika begitu dipukul dari belakang.


Braakkkk..


Dua orang menerobos mendengar suara pukulan.

__ADS_1


"Non!"


Doorrr doorr...


Dalam sekejap dua pria itu terkapar begitu tertembak.


***


Arkan berhasil masuk melewati taman belakang. Ia memanjat tembok pembatas melalui rumah tetangganya.


Mendengar suara tembakan dari lantai atas, membuatnya makin panik.


HP-nya bergetar ia menjawab menggunakan earphone.


"Halo Kan, polisi udah berhasil masuk rumah lo. Semua udah diringkus. Tapi Alita dan Lanni nggak ada. Yang ada cuma Gina, Bi Endah, sama Pak Adul. Ada suara tembakan di atas. Polisi cuma nemu dua orang sekarat ketembak. Tapi Alita dan Lanni...."


Arkan bergegas memutus telepon dan membuka pintu pembatas taman dan rumah.


Tiba di kolam renang, ia kaget melihat Alita mengikat tubuh Lanni, di pinggir kolam renang.


Melihat tatapan matanya, Arkan langsung mengerti yang terjadi.


"Athena! Cukup!"


Athena menatap Arkan marah. "Udah aku bilang kalau kamu nggak bisa jaga Alita, biar aku yang jaga dia! Kenapa tikus ini kamu biarin berkeliaran? Dia jadi membahayakan Alita dan aku harus turun tangan lagi!"


Arkan melihat Lanni pingsan dengan lebam di wajahnya. Tangan kakinya diikat. Sekali gerakan, bisa menceburkan tubuhnya ke kolam. Arkan tahu betul mantan istrinya tidak bisa berenang. Ditambah dengan tangan kaki diikat. Belum lagi mulutnya ditutup lakban. Bisa-bisa kolam renang ini jadi saksi kematian Lanni.


Beberapa polisi muncul di kolam renang. Arkan memberi isyarat jangan maju menghindari Athena mendorong Lanni ke kolam renang.


"Seenaknya dia tampar Alita, bahkan mau ambil semua pemberian kamu untuk Alita. Alita begitu bahagia mendapat perhatian manis dari kamu. Tapi perempuan s*nting ini mau rusak kebahagiaan Alita. Aku nggak akan biarin itu! Kalau kamu nggak sanggup jauhin dia dari hidup Alita, berarti aku harus singkirin dia supaya Alita aman!"


Setelah bicara begitu, Athena menendang tubuh Lanni ke kolam.


Byuuurrr....


Arkan berlari melihat tubuh Alita terhuyung. Sebelum jatuh ke kolam, Arkan lebih dulu menangkap tubuhnya.


Sementara Lanni diselamatkan oleh polisi dalam kondisi mengenaskan.


"Athena, udah cukup. Alita sudah aman. Aku minta maaf udah bikin kamu datang lagi. Tapi aku pastikan kali ini aku nggak akan lengah jaga Alita. Dan calon anak kami. Aku pastikan Lanni mendapat ganjaran setimpal dan berhenti mengganggu Alita. Aku janji."


Mata Athena berkaca-kaca menatap Arkan. "Kalau anak kalian lahir, kunjungi makamku. Aku pun ingin sedikit dikenang. Oleh anak kalian berdua."


Setelah berkata begitu, tubuhnya terkulai lemas dan hilang kesadaran. Menandakan Athena sudah pergi.


Arkan memeluk tubuh Alita sambil menangis, ia sungguh takut terjadi sesuatu pada istri dan kandungannya.


"Maafin aku sayang, aku nggak akan lagi biarin hal ini terjadi. Aku pastikan nggak ada lagi yang berniat jahat pada keluarga kita. I love you.."


***

__ADS_1


__ADS_2