
Seorang wanita berpakaian hitam duduk di sofa sambil menghisap rokok, menyilangkan kaki dan mengepulkan asap rokok ke udara.
Empat orang di depannya membuka mata dan kaget mereka diikat masing-masing pada tiang besi.
"Eh apa-apaan nih?" Riga baru sadar setelah dihantam shock electric yang cukup kuat.
"Lepasin gue!" Teriak Lanni marah berusaha melepaskan diri tapi talinya terlalu kuat.
"Kenapa dia beda banget?" Zen bingung, kesakitan lehernya disengat listrik.
Ergi malah tidak bisa bicara karena wajahnya dihajar habis-habisan hingga babak belur.
Wanita itu membuang rokok ke lantai dan menginjaknya dengan sepatu heels boots hitam nya sekali injak.
Ia berjalan menimbulkan suara langkah yang mencekam.
Plakkkkk...
Satu tamparan mendarat di wajah Lanni.
"Heh berani lo bicara satu kata lagi, gue robek mulut lo!" Bentaknya membuat Lanni bungkam karena takut. Pipinya panas tamparannya begitu keras.
"Eh cewek s*alan! Lo..."
Bugggghhh...
Belum sempat Riga melanjutkan makiannya, hidungnya kena hantam tonjokan keras.
"Siapa yang suruh lo maki gue?!"
Duakkk..
"Aaarrgghh..." Riga kesakitan begitu lutut menghantam se*angk*ngan nya. Tubuhnya lemas seketika.
"Lo semua sampah! Gue harus kasih kalian pelajaran udah berani nginjek-nginjek gue!"
***
__ADS_1
Selang satu jam, Lanni, Riga, Zen, dan Ergi terkulai lemas babak belur dihajar habis-habisan.
"Udah Al, berhenti.." jerit Lanni memohon, rambutnya berantakan, keringat bercampur air liur membuat riasan tebalnya berantakan seperti badut.
Belum puas, ia mengeluarkan gunting dan menggunting baju Lanni membuatnya histeris.
"Cewek kayak lo, nggak pantes pake baju bagus begini. Lo itu bukan manusia! S*tan juga malu disamain sama lo!"
Lanni hanya bisa menangis pasrah diperlakukan seperti itu.
"Oh ya dan lo bertiga, emang dasar penjahat ke**min! Gue nggak puas kalo kalian belum m*mpus!!"
"Ampuuunnn...." Zen menjerit begitu tongkat kayu dimainkan di ke****an nya.
"Kalian nggak pantes hidup! Gue udah nunggu hari ini, untuk bikin kalian menderita!"
Brakkkk...
Pintu didobrak keras.
Gerakannya terhenti, dan berbalik, melihat sosok tampan di hadapannya.
"Arkan?"
Arkan tersengal-sengal mengatur nafasnya karena berlari menuju vila terpencil tengah hutan.
Arkan menatap wanita di depannya tidak percaya.
######
"Alita mengidap kepribadian ganda. Athena adalah kepribadian kedua Alita yang merupakan saudara kembar Alita yang meninggal sejak bayi."
Penjelasan Veni yang seorang psikiater membuat Arkan shock.
Veni dan Faldo melakukan investigasi ke Bandung menelusuri asal usul Alita.
28 tahun lalu, Alita dan Athena terlahir kembar siam dengan perut menempel. Orangtua mereka sudah meninggal dan mereka masuk panti asuhan.
__ADS_1
Karena kondisi Athena melemah, harus segera dilakukan operasi pemisahan.
Athena meninggal ketika operasi di umur 8 bulan. Sedangkan Alita diadopsi pasca operasi.
"Kepribadian Athena muncul ketika Alita dewasa. Alita yang lemah dan tertindas, nggak berdaya melawan orang-orang yang menindasnya. Kepribadian Athena yang berani dan melawan, tercipta dari ketakutan Alita."
"Jadi maksudnya, Alita dan Athena itu satu orang?" Arkan tidak percaya.
"Mereka satu tubuh dua kepribadian. Kasus ini kadang terjadi untuk orang yang mengalami gangguan psikis. Alita dianiaya dan lemah nggak bisa melawan. Dan dia beralih kepribadian menjadi Athena untuk balas dendam orang-orang yang memperlakukan Alita dengan buruk." Veni menunjukkan buku diary yang ditemukan di bawah kasur Alita.
"Buku diary ini hanya ada ketika Athena muncul. Athena menulis semua kemalangan yang terjadi pada Alita. Orang-orang yang menganiaya Alita. Bahkan kasus tewasnya Bu Ina, Athena yang membunuh Bu Ina tanpa Alita sadari ketika dirinya dikuasai dendam Athena. Rambut korban dipotong habis karena korban sempat menjambak rambut Alita yang nggak berdaya melawan. Athena juga yang menyabotase mobil Arden hingga kecelakaan."
"Lalu kenapa Athena nggak muncul melawan ketika Alita ditindas?"
"Karena Athena tercipta bukan untuk membela diri, tapi untuk membalas dendam."
Dari semua gambar dan tulisan yang menggunakan tinta merah, Athena menggambar semua orang yang perlu disingkirkan. Dan gambar di lemarinya, sketsa Arden yang disilang merah, dan siluet tiga laki-laki di belakangnya.
Bu Ina, Pak Burhan, Arden, Laudya, Riga, Zen, Ergi, Lanni. Bahkan Clara.
"Wait! Kenapa Clara? Alita nggak pernah punya masalah dengan Clara!" Arkan makin bingung.
"Karena Clara dekat dengan kamu, Arkan," jelas Veni membuat Arkan lebih kaget. "Athena mendekati kamu karena Alita jatuh cinta sama kamu. Makanya dia sering datang malam-malam dan menghilang. Meski kamu berusaha mengunci dia di kamar, kepribadian Athena selalu mendapat jalan keluar. Bahkan Alita sendiri belum menyadari kejanggalan pada dirinya. Ketika ia dikuasai Athena, Alita seperti bingung dan tidak ingat apa-apa. Ini ada barang-barang yang ada di lemari Alita."
Arkan menganga kaget melihat pakaian-pakaian yang dikenakan Athena, lipstik merah, parfum, bahkan sebelah anting yang dikenakan.
"Jadi selama ini, gue ngelakuin hubungan malam itu sama Alita?!" Arkan sulit percaya. Karena sosok itu sangat berbeda dengan riasan tebal dan lipstik merah menyala. Berbeda dengan Alita yang berwajah polos.
Sentuhan mereka pun berbeda. Athena cenderung agresif sedangkan Alita begitu canggung menyentuhnya.
Berarti selama ini.... Yang berhubungan intim dengannya adalah Alita!
"Kan, sekarang kita harus cepat hentikan Athena! Dia mau balas dendam, dan ini ngebahayain Alita!"
"Gue udah dapet lokasi dari GPS HP Lanni, cepat lo ke sana!"
***
__ADS_1