
Mobil memasuki pekarangan rumah.
Pak Adul membukakan pintu mobil. "Malam, Tuan."
Arkan keluar mobil. "Gimana kabar Pak Adul?"
"Sudah lebih baik, Tuan. Pukulannya cukup sakit kadang saya pusing."
"Sudah ke dokter?"
"Sudah, Tuan."
"Kalau sakit segera beritahu saya, Pak Adul harus jalani pengobatan."
"Terima kasih sebelumnya Tuan."
Arkan memperhatikan kondisi rumah. "Selama saya pergi nggak ada masalah?"
"Iya Tuan. Polisi datang meminta keterangan dan rekaman CCTV. Bu Andini dan Pak Galang datang ke mari tapi sudah dibereskan oleh Mas Firas."
"Baik kalau begitu. Saya akan tambah security untuk menjaga di sini. Saya masuk dulu Pak."
"Selamat istirahat, Tuan."
Masuk rumah, wangi pengharum ruangan memanjakan indera penciumannya.
Lantai begitu bersih mengkilap.
"Nggak ada capeknya Alita. Baru nyampe udah bersih-bersih rumah." Ia menuju kamar Alita memeriksa keadaannya.
Ia hendak mengetuk, namun urung mengingat sudah hampir tengah malam.
Dibukanya pintu kamar dan melihat Alita tertidur pulas di ranjang.
Arkan mendekat dan duduk di sisi ranjang, memandangi wajah Alita dari dekat. Tubuh Alita terbungkus selimut, mungkin ia masih kedinginan.
Sebenarnya apa yang kamu rahasiakan, Alita? Kamu cuma wanita lemah dan ditindas, batin Arkan.
Mengingat yang diperbuat Riga padanya, sungguh membuat Arkan berang.
Ia paling benci ada yang menganiaya wanita lemah dan nggak berdaya.
"Tuan Arkan?"
Alita terbangun mengerjapkan mata.
"Maaf kamu jadi bangun," kata Arkan.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, Tuan ada perlu apa? Mau dibikinin kopi atau Tuan mau makan?" Alita beringsut bangun membuat Arkan terbelalak lebar.
Alita kaget dan menarik selimut. Di balik selimutnya Alita hanya mengenakan tank top tipis satu tali spageti, dan celana super pendek.
"Ngg.." Arkan memalingkan wajah jadi salah tingkah. "Aku cuma lihat keadaan kamu."
Alita merapatkan selimutnya, malu.
"Kamu istirahat ya." Arkan berdiri meninggalkan kamar.
"Tuan.." panggil Alita menghentikan langkah Arkan dan berbalik.
"Ada apa?"
"Makasih tiga hari ini udah ngajak saya liburan. Saya seneng banget bisa liburan sama Tuan." Alita berkata jujur.
Arkan terdiam dan mendekat lagi, membuat Alita menegang agak takut.
"Aku boleh tanya sesuatu?"
"Tanya apa Tuan?"
"Kamu kenal Athena?" Tanya Arkan membuat Alita mengerutkan kening heran.
"Athena? Saya nggak pernah kenal sama nama Athena."
Kenapa ekspresinya datar aja? Batin Arkan.
Alita mengangguk, jadi cemas. "Siapa dia, Tuan? Apa seperti Nona Lanni yang mau menyakiti saya?"
Arkan menggeleng. "Bukan apa-apa. Kamu tidur aja."
"Tuan?" Panggilnya lagi membuat Arkan terduduk lagi.
"Ada apa?"
Alita beringsut mencium pipi Arkan sekilas, dan berbaring dengan selimut menutupi tubuhnya.
Arkan tersenyum gemas. "Kamu mulai nakal ternyata."
"Tuan pergi ah. Saya malu."
"Iya aku pergi. Kamu tidur yang nyenyak." Arkan meninggalkan kamar Alita.
Sejenak berpikir. "Alita sendiri di kamar ini. Dia nggak kenal Athena."
Mengingat barusan Alita mengenakan baju tipis membuat Arkan pusing lagi.
__ADS_1
"Mending gue kunci kamarnya dari luar. Lebih aman." Arkan membuka pintu perlahan dilihatnya Alita masih berbaring terbungkus selimut.
Tanpa suara diambilnya kunci dan mengunci pintu dari luar.
***
Keluar dari kamar mandi, Arkan menyeka wajahnya dengan handuk kecil.
Ia senyum-senyum sendiri mengingat barusan Alita nyosor cium pipinya.
Entah kenapa tingkahnya membuat Arkan gemas setengah mati, ingin menerkamnya dan memeluknya semalaman.
"Alita.. kenapa aku jadi kangen peluk kamu kayak semalem?"
Dilihatnya tempat tidur sudah rapi. Seprai, sarung bantal guling, dan selimutnya sudah diganti. Karena sebelumnya Riga melakukan tindakan kriminalnya di ranjang ini membuat berantakan.
"Awas lo Riga! Gue nggak akan biarin lo sentuh Alita lagi." Arkan mematikan lampu dan berbaring memeluk guling.
Lebih baik ia tidur mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.
***
"Arkan..."
Sentuhan dan wangi ini, nggak salah lagi.
Arkan membuka matanya, ia belum nyenyak tertidur ketika sentuhan lembut meraba dadanya.
Athena datang lagi!
"Ini kamu Athena?" Tanya Arkan, membeku merasakan setiap sentuhan memabukkan wanita ini.
"Aku merindukanmu, Arkan.." Athena dengan liarnya mencium leher Arkan yang langsung meremang, tapi berusaha mendapatkan akal sehatnya.
"Siapa kamu sebenarnya Athena? Kenapa kamu selalu pergi setiap pagi aku terbangun? Kamu nggak perlu hanya menemaniku malam-malam."
"Kenapa kamu cium Alita?" Tanya Athena dengan nada tinggi.
Arkan kaget. "Kenapa kamu bisa tau?"
"Kamu juga tidur sama dia. Bahkan kamu tinggalkan dia demi jalan dengan perempuan lain." Ada nada marah terdengar.
Arkan menarik tubuhnya hingga terhempas di ranjang.
Di kegelapan, bibir Athena begitu menggoda dengan warna merah.
"Aku nggak akan lepasin kamu malam ini, Athena. Sampai aku tau siapa kamu dan kenapa kamu bisa ada di rumahku."
__ADS_1
Athena tidak menjawab, langsung memeluk tubuh Arkan dan menyerangnya dengan ciuman panas bertubi-tubi membuat Arkan hilang akal lagi.
***