RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 29


__ADS_3

Alita mengerjapkan mata berat. Menyadari bukan di kamarnya.


"Hah! Aku kok di sini? Jam berapa ini? Hah? Udah jam sepuluh. Lho ini kamar Tuan. Duh aku kan lagi masak, nanti Tuan nungguin. Veni juga masih di dapur." Ia buru-buru turun dari kasur dan keluar kamar.


Turun ke lantai satu, ia melihat Arkan di ruang tengah sedang video call dengan Clara.


Pembicaraan mereka kurang didengar tapi Alita bisa melihat sekilas Clara yang begitu seksi dengan bibir merah menyala.


Alita terdiam mengingat sering menemukan bekas lipstik di kamar Arkan.


Kenapa aku mesti sedih? Emang aku siapanya Tuan? Batin Alita ingin menangis.


Entah kenapa ia gelisah jika ada wanita dekat dengan Arkan. Ia cemburu.


Karena perlakuan khusus Arkan padanya ia jadi terbawa perasaan.


Tapi...


Sepertinya Arkan suka wanita seksi yang bermake up tebal.


Ia berlari masuk kamar.


Arkan mendengar langkah kaki ke arah belakang.


"Clara, aku tutup. Hati-hati di jalan."


"Thanks for all, Arkan.."


Begitu sambungan terputus, Arkan menghela nafas lega karena Clara memutuskan kembali ke Amerika.


Karena kejadian dia 'diancam', menurut Mr.Jason Clara mengalami phobia gelap. Setiap gelap dia menjerit-jerit melihat bayangan wanita membawa pisau.


Arkan jadi berpikir itu terjadi karena Clara dekat dengannya.


Melihat pintu ke arah belakang terbuka, ia yakin Alita sudah kembali ke kamar.

__ADS_1


"Udah tiga jam Alita pingsan. Mudah-mudahan dia nggak apa-apa." Arkan mengetuk pintu kamar Alita.


"Al, buka pintunya."


Tak ada jawaban.


"Alita, kamu nggak apa-apa kan? Kamu pingsan cukup lama lho. Kita ke rumah sakit."


Belum ada jawaban.


Ceklek.


Pintu terbuka.


"Alita, kamu.." ucapan Arkan terhenti menganga kaget melihat pemandangan di depannya.


"Alita, astaga! Kamu apa-apaan!?"


Alita menggunakan pakaian minim dan memakai make up tebal. Matanya berkaca-kaca dan menyunggingkan senyum pedih.


"Apa maksud kamu?" Arkan shock bukan main bingung dengan wanita di depannya yang berubah-ubah suasana hatinya.


Alita menunduk. "Saya sering liat bekas lipstik di kamar Tuan. Jadi saya pikir, apa Tuan hanya suka wanita berbaju seksi dan bermake up tebal begini."


Arkan nggak habis pikir Alita bersikap kekanak-kanakan.


"Saya cemburu, Tuan. Maafin saya. Maaf saya nggak tau diri. Tapi saya..." Ia terisak sampai maskaranya luber meninggalkan bekas hitam.


Arkan menghembuskan nafas berat. "Kamu jangan begini." Ia menuntun Alita masuk kamar dan duduk di tepi ranjang.


Menggunakan kapas dan pembersih wajah, Arkan membantu menghapus make up tebal dengan air mata Alita tak henti bercucuran.


Begitu sudah bersih, ia menatap lekat wanita cantik di sampingnya.


"Kenapa kamu lakuin ini, Al?" Arkan menghapus air mata di pipinya.

__ADS_1


"Maafkan saya, Tuan. Saya nggak bisa kendalikan perasaan saya. Saya... Saya jatuh cinta sama Tuan. Saya cemburu dan marah membayangkan Tuan bersama wanita lain. Maaf saya nggak tau diri. Harusnya saya sadar saya cuma ART. Tapi bersama Tuan akhir-akhir ini membuat saya bahagia," jelas Alita sambil terisak.


Takut Arkan malah memecatnya karena mengganggu.


"Kamu nggak perlu sejauh ini, Alita. Aku suka liat kamu apa adanya. Nggak perlu kamu jadi orang lain."


Alita menatap Arkan sayu.


Arkan bergegas memeluknya erat.


Tak habis pikir dengan cara Alita mengungkapkan perasaannya. Selalu membuat Arkan terkejut.


Begitu kulit mereka bersentuhan, muncul getaran yang membuat debar jantung makin terpacu.


Arkan tidak bisa menahan lagi, langsung merebahkan tubuh Alita di ranjang dan menerkamnya tanpa ragu.


"Tuannnnn..." Alita mencengkeram lengan Arkan kuat kuat begitu menyadari mereka akan melewati malam panas yang panjang.


Arkan melahap bibir Alita begitu rakus. Ia sudah hilang akal, hasrat lelakinya meronta begitu Alita menyatakan perasaannya.


Tangan mereka bertautan di atas kepala.


Dalam sekejap pakaian berserakan di lantai.


Tinggal dua insan memadu kasih membuat ranjang bergoyang hebat.


"Tuaannnn...."


"Alitaaaa..."


"Aaahhh... tuaannnn.."


"Sebut namaku Alita.."


"Tuan Arkaaaannnnn....."

__ADS_1


***


__ADS_2