RAHASIA ALITA

RAHASIA ALITA
Bab 42


__ADS_3

"Sayangg..."


Arkan sedang meeting dengan klien sampai tersenyum gemas mendengar suara istrinya di telepon.


"Ada apa, sayang?" Tanyanya lembut.


"Kangennn.." rengek Alita membuat Arkan geregetan sendiri.


"Aku masih meeting, sayang.."


"Cepet pulang... Aku kangen suamiku..." Kata Alita manja membuat Arkan makin gemas.


"Iya sayang, nanti aku cepat pulang selesai meeting. Mau dibawain apa?"


"Nanti aku WhatsApp mau dibawain apa. Tapi kamu cepet pulang."


"Iya sayang, aku janji. Ya udah aku tutup dulu, biar cepat selesai meeting nya dan aku bisa pulang ya."


"Semangat kerjanya ya sayang.. I love you.."


"I love you too my wife..."


Begitu telepon ditutup, semua jadi senyum-senyum melihat tingkah bucin nya penguasaha tampan ini.


"Maaf, bisa kita lanjutkan?" Arkan mengangguk berusaha fokus lagi.


"Pak Arkan dan istri harmonis sekali ya," komentar Pak Bagus.


"Benar. Suami istri harus begitu, selalu mesra," tambah Pak Wirya.


Arkan jadi tersipu. "Iya saya baru menikah, istri saya sedang hamil muda." Ia melihat pesan dari Alita dan tersenyum.


"Sebentar ya Pak. Saya telepon dulu."


Dua rekan bisnisnya mempersilahkan.


"Halo Stacy, ini ada beberapa pesanan istri saya. Tolong siapkan. Baik, terima kasih." Arkan segera mengirim pesan.


"Baik Pak kita lanjutkan." Arkan ingin segera pulang ke rumah.


***


Baru saja pintu terbuka, Alita menyambutnya dengan gembira.

__ADS_1


"Suamiku udah pulang.." ia langsung memeluknya erat.


Arkan merasakan begitu bahagia ada yang menunggu dan menyambutnya semanis ini.


"Gimana keadaan kamu hari ini sayang?" Arkan mengelus perut Alita yang agak buncit. Usia kandungannya sudah memasuki sepuluh minggu.


"Udah nggak terlalu mual, sayang. Cuma sekarang aku jadi pengen makan yang manis-manis."


Arkan tersenyum karena tahu barusan Alita memesan makanan yang manis-manis.


Mata Alita berbinar melihat isi kantong yang dibawa suaminya.


Brownies, cookies almond, strawberry cheesecake, buah-buahan manis, pisang.


Alita langsung membuka toples cookies dan mencicipinya. "Hmm.. enak."


"Enak sayang?" Arkan membuka jas dan dasi. Lalu membawa kantong mengajak istrinya duduk di ruang tengah.


"Aku tadi dapet pemahaman kalo almond tuh bagus buat menyusui, sayang.."


"Kamu kan belum lahiran. Emang ASI nya udah ada?"


Alita terkekeh. "Belum ya? Tapi aku kepengen makan ini."


"Potongin brownies-nya," pinta Alita manja membuat Arkan tersenyum gemas lagi.


"Siap sayang."


Sementara Arkan sibuk memotong-motong kue, Alita memeriksa lagi isi kantong dan tersenyum.


"Ini dia."


Arkan agak heran. "Ngapain kamu pesen set alat make up gitu?" Tanyanya begitu Alita mengeluarkan sekotak make up yang dipesannya.


Alita tidak menjawab langsung sibuk berdandan.


Arkan memperhatikan istrinya yang memoles lipstik pink muda.


Kayaknya anakku bakal perempuan nih, istriku jadi suka mempercantik diri, batinnya keduluan senang.


Otaknya sudah membayangkan mempunyai anak perempuan yang cantik, menantikannya pulang kerja. Menjadi cinta pertama putrinya.


Membayangkannya saja membuatnya makin mencintai istrinya.

__ADS_1


"Sayang, gimana bagus nggak?" Alita selesai berdandan.


Make up nya tipis dan membuatnya makin cantik bersinar.


"Bagus banget, sayang. Makin cantik istriku." Arkan mengelus pipinya, lembut.


"Kemarin-kemarin kan aku mual terus. Wajahku jadi pucet. Tapi pake lipstik ini kan aku jadi nggak pucet lagi."


"Iya sayang, mau gimana pun istriku tetap cantik kok." Arkan mencium bibir Alita gemas.


"Iihh sayang, kan baru pake lipstik udah dicium-cium aja." Alita cemberut berkaca memastikan lipstiknya.


"Lipstik masih bisa dipakai lagi kan sayang. Masa' kamu tega suami kamu nahan gemes gini liat bibir kamu."


Alita jadi ingin menggoda suaminya. Ia mengambil pisang di meja dan mengupasnya perlahan-lahan.


"Slow motion banget ngupas pisang aja."


"Biarin."


Selanjutnya aksi Alita membuat Arkan menelan ludah kasar sampai menjatuhkan pisau kecil menyudahi potong kuenya.


Alita mengulum pisang itu dengan perlahan dan gaya sensual.


"Sayang... Niat banget ya mau godain suami kamu..." Arkan belingsatan sendiri senjatanya langsung bangun.


"Aku lagi makan pisang.." kata Alita dengan suara serak, lalu lanjut menjulurkan lidahnya menjilati kepala pisang itu.


Arkan merasa kepalanya mau pecah melihat istrinya menggodanya sedemikian rupa.


Dalam bayangannya, senjatanya yang berada di mulut mungil istrinya itu.


Membayangkannya saja membuatnya merinding setengah mati.


Arkan menunduk ke arah perut istrinya.


"Sayang, tunggu Papa. Bentar lagi Papa jenguk kamu di perut Mama. Mama kamu bisanya nyiksa Papa terus."


Alita tertawa kecil dan mengangkat kedua tangannya minta gendong.


Arkan mendengus keras. "Bilang kek dari tadi, pake godain aku segala.." ia tahu istrinya sedang ingin berduaan.


Tanpa buang waktu ia menggendong istrinya ke kamar untuk menjenguk baby nya yang masih di dalam perut.

__ADS_1


***


__ADS_2