
Sepanjang jalan menuju pulang, Arkan tak melepaskan tangan Alita sedetik pun.
Alita sendiri hanya menunduk malu tak berani menatap Arkan yang sedang mengemudi.
"Kenapa nggak mau lihat suami kamu?" Tanya Arkan akhirnya.
"Pemaksaan!" Alita merengut buang muka membuat Arkan terkekeh.
"Niat baik nggak boleh ditunda-tunda."
"Tapi nggak ngedadak juga kali."
"Yang penting sekarang aku udah punya istri lagi."
Pipi Alita merona malu.
Arkan mencium tangan Alita, penuh sayang.
"Veni bilang, dalam keadaan nggak sadar aku ngelakuin tindakan kriminal. Apa itu bener?" Tanya Alita membuat Arkan tersenyum.
"Nggak penting lagi."
"Buat aku penting untuk tau. Kasih tau
aku."
"Nanti aja lah. Ini malam pengantin kita."
"Emang malam pengantin ngapain aja?" Goda Alita membuat Arkan makin gemas.
"Aku mau makan kamu tanpa sisa."
"Maksudnya mau makan masakan aku kan? Pasti kangen masakanku deh."
Arkan geram sampai menambah kecepatan mobilnya membuat Alita kaget.
"Eh sayang, hati-hati."
Mendengar Alita memanggil 'sayang' membuat Arkan makin gemas ingin cepat sampai rumah.
***
"Arkan, pelan-pelan.. nanti jatuh."
"No honey.. aku udah nggak sabar lagi mau habisin kamu."
__ADS_1
Tanpa sabar Arkan menggendong Alita menaiki tangga menuju kamarnya.
Barusan aja Pak Adul udah kepo liat Arkan memperlakukan mantan ART super so sweet ngalahin gula. Meski butuh penjelasan, tapi Arkan nggak punya waktu karena sudah nggak sabar 'menghajar' istrinya.
Tiba di kamar langsung saja Alita 'dibanting' ke kasur.
"Duuhh sayang, kok kasar gitu..?" Keluh Alita menahan dada Arkan yang sudah nggak sabar menggempurnya.
"Nggak kasar cuma gemes aja sama kamu." Arkan naik ke atas tubuh Alita.
"Aku mandi dulu ya, aku kan baru keluar dari rumah sakit." Alita memohon.
Arkan melenguh lesu karena sudah mode siap tempur, bahkan senjatanya sudah siap menembak.
"15 menit cukup."
"30 menit."
"Oke. Berarti 10 menit."
Alita terbelalak tawarannya dipotong 20 menit. Tapi nggak banyak bantah karena sekali tawar menawar lagi bisa-bisa cuma dikasih 5 menit atau nggak dikasih sama sekali buat mandi.
Alita bergegas masuk kamar mandi.
"Sayang, Inget, 10 menit selesai. Kalau belum, pintunya aku dobrak kita mulai di kamar mandi."
***
Pada akhirnya malam pengantin mereka bikin Alita kewalahan meladeni Arkan yang benar-benar haus belaian wanita. Digempur terus nggak ada ampun.
"Sayang, udah ya aku capek," kata Alita memohon ampun, tubuhnya sudah lengket keringatan walau dinginnya AC memenuhi kamar. Karena permainan suaminya yang begitu panas dan buas. Sepertinya sudah sangat lama memendam hasrat hingga tidak ada kenyang menggempurnya di kasur.
Arkan masih bergairah, namun kasihan melihat istrinya kelelahan. Apalagi mereka sudah melewati tiga ronde yang panas membuat Alita terkulai lemas karena sudah melewati puncak pelepasan hasrat berkali-kali menguras tenaganya.
"Aku masih kuat dua ronde lagi, sayang.." kata Arkan membuat Alita makin lemas.
"Sayang, aku baru keluar dari rumah sakit. Badan masih pegel pegel."
"Ya udah istirahat 5 menit." Kata Arkan membuat Alita terbelalak.
5 menit??
Emang lagi tanding bola??
"Tambahin dong.."
__ADS_1
"Kalau masih nawar aku tembak sekarang juga nih.." ancaman Arkan membuat Alita merengut.
"Sejak kapan suka sama aku?" Tanya Alita penasaran.
Arkan mengusap wajah istrinya, penuh sayang. "Aku juga nggak tau."
"Apa sejak aku sakit? Dan nggak sadar? Apa aku ngelakuin sesuatu?"
"Kamu yakin mau tau?"
Alita mengangguk.
Lalu Arkan menceritakan semua tentang Athena. Bagaimana Athena muncul pertama kali begitu Alita merasakan sesuatu padanya.
Kenyataan kalau Athena adalah saudara kembar siam nya yang meninggal ketika dipisah, membuat Alita shock dan matanya berkaca-kaca.
"Sayang, jangan nangis..." Arkan memeluk erat istrinya yang mulai terisak.
"Jadi luka ini." Alita menyentuh luka di perutnya, terasa lebih sakit. "Luka yang memisahkan kami?"
Pantas yang ia rasakan selama ini kadang membuatnya kebingungan. Ia merasa mengantuk tiba-tiba, tubuhnya sering kelelahan, bahkan kadang tidak ingat dia habis dari mana dan berbuat apa.
Di antara barangnya ia temukan lipstik merah yang belum pernah ia gunakan. Bahkan ada beberapa pakaian yang ia tidak mengerti dari mana dan milik siapa, diantara barang-barangnya.
Ia ingat ketika kasus Bu Ina terjadi, ia berjualan bunga di depan toko. Karena sepi pembeli ia jadi mengantuk dan tertidur selama 30 menit.
Ternyata ketika itu ia beralih kepribadian dan membalas dendam pada Bu Ina yang jahat padanya.
Dan ketika ia diusir dari apartemen Arden oleh Laudya, seingatnya ia tidur di emperan toko.
Begitu bangun ia melihat tangannya kotor menghitam seperti memegang oli. Ternyata dendam menguasainya dan membawanya menyabotase mobil Arden hingga kecelakaan.
Memang ia marah pada orang yang menganiayanya. Tapi ia tidak sanggup membalas.
Walau dalam dirinya ada sesuatu yang ia belum paham apa, meronta-ronta ingin melepaskan dendam dan beban yang di hatinya.
Ternyata itu Athena. Saudara kembar nya menjadi kepribadian berani yang diinginkannya ketika ketakutan.
"Aku kira selama ini aku sendirian." Alita terisak, Arkan mengusap punggungnya menenangkan.
"Aku udah janji sama Athena akan jaga kamu. Baru dia bisa pergi dengan tenang."
"Andai aku tau kami pernah bersatu. Bahkan Mama, nggak pernah mengatakan hal ini. Kenapa aku baru tau sekarang?" Alita marah pada diri sendiri.
"Mungkin Mama kamu nggak tau. Hasil investigasi Faldo dan Veni menelusuri masa lalu kamu, orangtua kalian berdua udah meninggal. Nggak ada sanak saudara tersisa. Kalian berdua dimasukkan panti asuhan. Saat itu memang keadaan Athena sudah melemah. Semula operasi pemisahan masih menunggu sampai kalian berusia 5 tahun untuk memantau kondisi tubuh kalian berdua lebih kuat. Tapi ketika kalian umur 7 bulan, kondisi Athena melemah. Panti menggalang dana besar untuk biaya operasi. Operasi harus dilakukan demi salah satu dari kalian berdua selamat. Kalau saja kondisi Athena lebih kuat ketika kalian berumur 5 tahun, ada kemungkinan besar kalian berdua selamat dari operasi pemisahan."
__ADS_1
Alita menumpahkan tangisnya sulit menerima kenyataan.
***