Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 1


__ADS_3

Prologue


Cinta?? Hal itu sudah biasa didengar


dan dirasakan! Walaupun setiap orang merasakan cinta yang berbeda-beda, yang


namanya cinta yah tetap cinta. Kebanyakan orang menginginkan cinta  yang


endingnya bahagia dan bersama, hal itu sudah tidak dapat disangkal lagi,


terutama bagi wanita di dunia ini.


Tapi, justru ada sebagian wanita


yang merasakan bahwa cinta itu rumit, kejam, tidak bersahabat, dan hanya


seenaknya. Hal itu dirasakan oleh Hana. Akibat kekajaman cinta itu, Hana harus


hidup meninggalkan semua keluarganya dan berusaha untuk melupakan kenangan


indahnya walaupun hal itu juga kenangan buruk baginya. Dan Hana harus bersama


genangan air matanya.


Eps. 1


“Hana?? Makanannya sudah siap?”


teriak Obasan (Tante dalam bahasa Jepang)


“Baiklah Obasan, aku akan segera


turun!” kata Hana menutup laptopnya


“Makanan hari ini apa Obasan? Apa


ada makanan kesukaanku?” kata Hana saat duduk di kursi meja makan


“Aku memasakkan makanan yang dapat


dimakan, jadi makan yang sudah ada!” kata obasan menyiapkan makanan Hana

__ADS_1


“Baiklah Obasan!” kata Hana dan


langsung memakan makanannya yang sudah disediakan


Hidup sehari-hari Hana sangatlah


normal, walaupun gadis yang memiliki nama Hana Gogatsu itu adalah anak dari


pengusaha terkenal di Jepang. Hana tetap tidak sombong ataupun memandang


sebelah mata seseorang yang ada di bawahnya.


Hari ini adalah hari ulang tahun


Hana yang ke 17, Hana sangat benci yang namanya “Overacting” atau yang namanya


cari muka hanya untuk mendapatkan reputasi. Memang Hana cukup terkenal di


sekolahnya, bukan karena dia adalah anak orang kaya ataupun kerena cantiknya,


tapi Hana terkenal karena kepintarannya, walaupun yang dua itu juga tetap


…. Party…..


Pesta ulang tahun Hana sangat indah


dan mewah. Seluruh keluarga  Hana hadir, bukannya senang, Hana hanya


cemberut dan terdiam melihat suasana pesta ulang tahunnya.


“Kapan acaranya berakhir? Aku bosan


setiap tahun hal ini selalu di rayakan. Habis-habis waktu dan uang saja.


Huuuuuff!” keluh Hana dalam hati


Setelah acara pemotongan kue selesai


dan semua tamu termasuk keluarga Hana telah pergi meninggalkan pesta ulang


tahun Hana. Rumah Hana langsung menjadi sepi yang awalnya tadi sangat ramai.

__ADS_1


“Bukaa Hadiah ahh… lagian semuanya


juga sudah pulang!” kata Hana dalam hati


“Ookasan Ootasan..aku masuk ke kamar


yah, Hana mau buka Hadiah Hana!” teriak Hana kepada Ibu dan Ayahnya


Hana merebahkan punggungnya dan


melihat ke meja belajarnya yang penuh dengan kado hadiah. Ada kado yang membuat


Hana langsung bergerak, yaitu kado yang bentuknya sangat biasa dan tidak


menarik sama sekali. Tapi bagi Hana, kado itu bisa membuatnya langsung bergerak


sekali pandangannya.


“Ini dari siapa? sangat biasa


sekali!” Hana tertawa kecil dan penasaran, “Haaah?? Sapu tangan?” Hana kaget


setelah membuka kado sederhana itu dan tersenyum kecil


“Waaahh… bagus juga. Aku suka, ini


dari siapa yah?” ucap Hana sambil mencari nama pemberi kado tersebut.


Hana membolak-balikkan kado itu


untuk mencari nama pemberi hadiah tersebut Dan pada akhirnya Hana mengetahui


nama pengirim hadiah special itu.


Semua murid di sekolah Hana selalu


membicarakan kado special Hana tersebut. Cerita itu menyebar karena teman Hana


yang bernama Mika tak sengaja mendengar apa yang Hana ucapkan saat membuka


hadiah sapu tangan tersebut saat dia ingin memberikan hadiah juga pada Hana.

__ADS_1


__ADS_2