
Prologue
Cinta?? Hal itu sudah biasa didengar
dan dirasakan! Walaupun setiap orang merasakan cinta yang berbeda-beda, yang
namanya cinta yah tetap cinta. Kebanyakan orang menginginkan cinta yang
endingnya bahagia dan bersama, hal itu sudah tidak dapat disangkal lagi,
terutama bagi wanita di dunia ini.
Tapi, justru ada sebagian wanita
yang merasakan bahwa cinta itu rumit, kejam, tidak bersahabat, dan hanya
seenaknya. Hal itu dirasakan oleh Hana. Akibat kekajaman cinta itu, Hana harus
hidup meninggalkan semua keluarganya dan berusaha untuk melupakan kenangan
indahnya walaupun hal itu juga kenangan buruk baginya. Dan Hana harus bersama
genangan air matanya.
Eps. 1
“Hana?? Makanannya sudah siap?”
teriak Obasan (Tante dalam bahasa Jepang)
“Baiklah Obasan, aku akan segera
turun!” kata Hana menutup laptopnya
“Makanan hari ini apa Obasan? Apa
ada makanan kesukaanku?” kata Hana saat duduk di kursi meja makan
“Aku memasakkan makanan yang dapat
dimakan, jadi makan yang sudah ada!” kata obasan menyiapkan makanan Hana
__ADS_1
“Baiklah Obasan!” kata Hana dan
langsung memakan makanannya yang sudah disediakan
Hidup sehari-hari Hana sangatlah
normal, walaupun gadis yang memiliki nama Hana Gogatsu itu adalah anak dari
pengusaha terkenal di Jepang. Hana tetap tidak sombong ataupun memandang
sebelah mata seseorang yang ada di bawahnya.
Hari ini adalah hari ulang tahun
Hana yang ke 17, Hana sangat benci yang namanya “Overacting” atau yang namanya
cari muka hanya untuk mendapatkan reputasi. Memang Hana cukup terkenal di
sekolahnya, bukan karena dia adalah anak orang kaya ataupun kerena cantiknya,
tapi Hana terkenal karena kepintarannya, walaupun yang dua itu juga tetap
…. Party…..
Pesta ulang tahun Hana sangat indah
dan mewah. Seluruh keluarga Hana hadir, bukannya senang, Hana hanya
cemberut dan terdiam melihat suasana pesta ulang tahunnya.
“Kapan acaranya berakhir? Aku bosan
setiap tahun hal ini selalu di rayakan. Habis-habis waktu dan uang saja.
Huuuuuff!” keluh Hana dalam hati
Setelah acara pemotongan kue selesai
dan semua tamu termasuk keluarga Hana telah pergi meninggalkan pesta ulang
tahun Hana. Rumah Hana langsung menjadi sepi yang awalnya tadi sangat ramai.
__ADS_1
“Bukaa Hadiah ahh… lagian semuanya
juga sudah pulang!” kata Hana dalam hati
“Ookasan Ootasan..aku masuk ke kamar
yah, Hana mau buka Hadiah Hana!” teriak Hana kepada Ibu dan Ayahnya
Hana merebahkan punggungnya dan
melihat ke meja belajarnya yang penuh dengan kado hadiah. Ada kado yang membuat
Hana langsung bergerak, yaitu kado yang bentuknya sangat biasa dan tidak
menarik sama sekali. Tapi bagi Hana, kado itu bisa membuatnya langsung bergerak
sekali pandangannya.
“Ini dari siapa? sangat biasa
sekali!” Hana tertawa kecil dan penasaran, “Haaah?? Sapu tangan?” Hana kaget
setelah membuka kado sederhana itu dan tersenyum kecil
“Waaahh… bagus juga. Aku suka, ini
dari siapa yah?” ucap Hana sambil mencari nama pemberi kado tersebut.
Hana membolak-balikkan kado itu
untuk mencari nama pemberi hadiah tersebut Dan pada akhirnya Hana mengetahui
nama pengirim hadiah special itu.
Semua murid di sekolah Hana selalu
membicarakan kado special Hana tersebut. Cerita itu menyebar karena teman Hana
yang bernama Mika tak sengaja mendengar apa yang Hana ucapkan saat membuka
hadiah sapu tangan tersebut saat dia ingin memberikan hadiah juga pada Hana.
__ADS_1