
Mereka berdua berjalan dengan arah
yang berlawanan. Hana saat berjalan menyelipkan kesempatan untuk melihat kearah
Song tae, begitupun sebaliknya, walaupun timingnya tidak bersamaan.
Tiba saat jam kantor telah selesai,
Hana berjalan menuju kearah pintu keluar. Tidak seperti biasanya, Jin oh selalu
mengantarnya pulang. Namun saat ini Jin oh sedang ada rapat dengan agensi luar,
namun nyatanya tidak, Jin Oh hanya tidak dapat mengontrol perasaannya saja yang
lagi cemburu buta.
“Aiss, kenapa juga jadi direktur
kalau tidak mau ikut rapat. Jadi begini kan aku harus naik taksi pulang.!” Kata
Hana marah-marah
Saat Hana berjalan sambil marah-marah,
dari kejauhan ada sebuah taksi yang akan lewat di area tunggu
Hana. Hana melambaikan taksi agar
taksi itu singgah. Saat sudah ingin masuk, tiba-tiba Hana terlempar keluar,
karena didorong oleh laki-laki.
“Aduuh ini siapa sih! Aku yang…”
kata Hana marah tapi terpotong
“Heii, kamu nggak mau keluar..
keluar.. keluar, keluar aku bilang!” sambung Hana sambil menarik keluar baju
laki-laki itu
Kekuatan Hana dengan kekuatan
laki-laki itu tidak sebanding, laki-laki itu yang seharusnya keluar, malah Hana
yang terlempar keluar. Mau tidak mau Hana harus merelakan taksi itu setelah
berkelahi dengan laki-laki asing itu.
“Ini hari apa yah? Ooh hari Rabu..
ok, You Rabu.. my bad day!” kata Hana menunjuk-nunjuk langit seperti Psycho
Saat Hana berbicara sendiri,tiba-tiba
__ADS_1
Song tae datang menghampiri Hana yang sedang bebicara sendirian tak karuan.
“Apakah semua orang yang ada disini
seperti kamu?” Tanya Song tae mengagetkan Hana
“Ohh kamu!” kata Hana judes
“Kamu” ucap Song tae yang tidak suka
mendengarnya karena informal
“Maksud kamu Tanya apakah semua
orang yang ada disini sepeti aku itu apa, memangnya aku ini seperti apa?” Tanya
Hana kesal walaupun penasaran
“Yaah seperti Psycho…”
“Apa?”
“Psycho yah Psycho!”
“Walaupun aku seperti psycho kata
kamu, aku ini pasti psycho yang berbeda. Tidak seperti psycho lainnya”
“Ohhh.. maaf aku sudah ada supir,
berbeda!” kata Song tae meledek Hana
“Heeeeeiiiiiiiiiii….. laki-laki
brengsek!” kata Hana marah
Song tae dengan ucapan yang seperti
itu dengan segera pergi meninggalkan Hana dan menuju kearah mobilnya, seakan
akan dia telah dijemput oleh supirnya, padahal dia hanya ingin mengejek Hana
sebelum pulang sekaligus mencari cerita baru untuk diceritakan, walaupun dengan
cara yang berbeda.
Song tae kembali mengingat apa yang
dia ucapkan kepada Hana, Song tae selalu tertawa mengingat kata “Pyscho yang
berbeda” padahal gilanya Hana sama dengan gilanya orang gila asli.
Supir Song Tae, bingung dengan
keadaan Song tae, namun dia juga bahagia karena dalam 5 tahun terkahir, tawa
__ADS_1
Song tae hanya baru keluar hari ini.
“Sungguh pemandangan yang sangat
indah” kata supir Song tae bahagia
Ketika Hana sedang asik lagi
marah-marahnya, Min joon entah dari mana muncul mengagetkan Hana yang sedang
bad mood. Min joon adalah sahabat pengertian, jadi dia itu tau apa yang harus
dia lakukan.
“Hana, mau pergi minum?” ajak Min
joon
“Setuju, kamu benar-benar mengerti,
Saranghae!” kata Hana sambil membentuk love lengannya di atas kepala
Mereka berdua pun pergi minum di
sebuah warung makan terdekat, Hana adalah wanita yang tidak tahan minum tapi
selalu minum. Seperti yang telah diduga. Hana berubah menjadi perempuan Psycho
seperti saat mabuk acara makan malam kantor. Min joon dengan badan yang lebih
kecil dari Hana, harus mati-matian membawa Hana pulang kerumahnya dengan taksi.
“Aku adalah Pyscho gila tapi aku
berbeda.. ahaha.. Song tae bukan Hiro, dia hanya laki-laki brengsek yang
senyumnya penuh bisaaaa… Song tae brengseeekkkk..” kata Hana berteriak,
membuatnya jadi perhatian public
“Ahh Hana tolong, jangan buat aku
malu!” kata Min joon malu
“Taksii!” teriak Min joon
“Tolong bawa ke daerah Samdoeng
gedung 26 yah!” sambung Min joon ke supir taksi
Tanpa terduga, saat Hana telah
menaiki taksi dan berhenti di lampu merah, mobil Song tae dan taksi Hana
berdampingan. Jika kaca mobil Song tae terbuka, Hana dapat mendengar bahwa di
__ADS_1
dalam mobil, Song tae dan supirnya membicarakan hal tentang masa lalu Hiro.