Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 6


__ADS_3

“Baiklah-baiklah, akan aku lakukakan


kemauanmu!” kata Hana pasrah


Kyota hanya melirik kearah Bito dan


dimengerti oleh Bito. Hana sangat pasrah dengan permintaan Kyota, walaupun hal


itu juga membuatnya bersyukur bahwa Hiro akan baik-baik saja, walaupun perasaan


bersyukur itu hanya sementara.


“Ijinkan aku untuk menemui Hiro


untuk terakhir kalinya!” minta Hana kepada Kyota


Setelah dapat ijin dari Kyota, Hana


langsung menemui Hiro di dalam gedung. Dengan langkah yang berat, Hana tidak


sanggup melihat keadaan Hiro yang masih memakai pakaian sekolah di penuhi


dengan darah dan sangat membuatnya terluka.


“Haan..nnaa…!” kata Hiro kesakitan


//Hana terdiam dan mengeluarkan air


mata//


“Haan nnaa, pulang.. lah!” kata Hiro


mengusir Hana


“Tolong jangan bicara lagi!!” kata


Hana menangis


Hana mengangkat kepala Hiro dan


menyandarkannya ke pahanya, Hana hanya menangis sambil mengelus kepala Hiro.


Tangan Hiro perlahan terangkat dan menyentuh pipi Hana.


“Hanaa, aku akan baik-baik saja”


kata Hiro pelan sambil tangannya memegang pipi Hana


“Walaupun saat ini mungkin sudah


waktunya aku akan pergi, tolong kuatlah!” ucap Hiro dalam hati penuh pasrah


“Hiro, kamu pasti akan baik-baik


saja, kita akan keluar dari sini sama-sama” kata Hana yakin


//Suara tepuk tangan//

__ADS_1


Hana langsung menoleh ke belakang


setelah mendengar Kyota bertepuk tangan. Hana tiba-tiba keringat dingin akibat


takut, dan akan berpisah dengan Hiro. Kyota langsung menyuruh adiknya untuk


menarik Hana. Kepala Hiro yang dari tadi sandar di Paha Hana langsung terbentur


ke lantai dengan keras.


“Aaaahh!” teriak Hiro kesakitan


walaupun suaranya sudah tidak terlalu terdengar karena Hiro yang sudah lemah


“Hiroo.......!” teriak Hana kencang


sambil menangis dan terus berontak untuk melepaskan diri


“Diaam!” bentak Kyota


“Hiro sedang kesakitan, tolong bawa


dia ke Rumah Sakit, aku mohon!” kata Hana memelas dan hanya di acuhkan oleh


Kyota


 “Tolong jangan pisahkan aku


dengan Hiro!” kata Hana melemah


“Apaa, jangan dipisahkan? Kamu sudah


Hana hanya terdiam tidak tau apa


yang harus dilakukan. Dia langsung ditarik oleh Kyota keluar dari gedung dan


didorong paksa untuk masuk ke dalam mobil. Bito yang sudah menerima perintah


Kyota langsung membakar gedung yang ditempati Hiro.


 “Kita akan selalu bersama


sekarang!” kata Kyota sambil memegang tangan Hana


“Aku tidak akan mau hidup bersama


dengan pembunuh!” kata Hana tegas


Mendengar perkataan Hana, Kyota


langsung memberhentikan mobil dan menendang Hana keluar


dari mobil dan langsung meninggalkan


Hana sendirian di jalan sepi tersebut. Hana yang khawatir dengan Hiro kembali


ke gedung dimana Hiro berada. Namun alangkah kagetnya Hana melihat gedung

__ADS_1


tersebut sudah terbakar hangus tak tersisa.


Hujan tiba-tiba turun dengan


derasnya, bersama derasnya air mata Hana. Dalam derasnya hujan, Hana mencari


Hiro, namun hasilnya tidak ada. Hiro tidak ditemukan.


“Hiro, dimana kamu?”


//Home stage//


“Ada apa sayang?” Tanya ibu Hana


kaget melihat keadaan Hana yang lusuh


“Maa, Hiro maa, Hiro!” jawab Hana


takut dan menangis yang membuat semua orang kaget


“Tidak apa-apa sayang, ceritakan!”


ucap ibu Hana dengan menenangkan Hana


Hana pun menceritakan apa yang telah


terjadi padanya dengan Hiro. Orang tua Hana geram, dan langsung menelepon


polisi untuk menangkap Kyota dan teman-temannya. Kyota yang memiliki sikap yang


egois dankejam ini hanya merasa biasa-biasa saja dan santai, dan meyuruh


adiknya untuk beli minuman.


Hana terus-terusan berdoa agar Hiro


dapat selamat, 3 hari kemudian ketika dia selesai berdoa, orang tuanya


memanggilnya turun ke bawah untuk menemui polisi, Hana yang mengira bahwa itu


adalah kabar yang baik, langsung segera turun ke bawah dengan tersenyum.


“Hiro, di mana Hiro?” tanya Hana


kepada polisi


“Hana, Hiro telah meninggal, kami


menemukan mayat yang hangus terbakar!” kata polisi sedih


“Tidak.. tidak mungkin, aku harus


melihat mayat itu, itu bukan Hiro!” kata Hana histeris


Hana langsung menuju ke rumah sakit,


untuk melihat mayat Hiro, di mayat tersebut terdapat cincin emas love di jari

__ADS_1


tengahnya, persis yang dipakai oleh Hana dan Hiro. Hana seketika menjerit


histeris, melihat mayat itu adalah Hiro, pacarnya….


__ADS_2