
“Baiklah-baiklah, akan aku lakukakan
kemauanmu!” kata Hana pasrah
Kyota hanya melirik kearah Bito dan
dimengerti oleh Bito. Hana sangat pasrah dengan permintaan Kyota, walaupun hal
itu juga membuatnya bersyukur bahwa Hiro akan baik-baik saja, walaupun perasaan
bersyukur itu hanya sementara.
“Ijinkan aku untuk menemui Hiro
untuk terakhir kalinya!” minta Hana kepada Kyota
Setelah dapat ijin dari Kyota, Hana
langsung menemui Hiro di dalam gedung. Dengan langkah yang berat, Hana tidak
sanggup melihat keadaan Hiro yang masih memakai pakaian sekolah di penuhi
dengan darah dan sangat membuatnya terluka.
“Haan..nnaa…!” kata Hiro kesakitan
//Hana terdiam dan mengeluarkan air
mata//
“Haan nnaa, pulang.. lah!” kata Hiro
mengusir Hana
“Tolong jangan bicara lagi!!” kata
Hana menangis
Hana mengangkat kepala Hiro dan
menyandarkannya ke pahanya, Hana hanya menangis sambil mengelus kepala Hiro.
Tangan Hiro perlahan terangkat dan menyentuh pipi Hana.
“Hanaa, aku akan baik-baik saja”
kata Hiro pelan sambil tangannya memegang pipi Hana
“Walaupun saat ini mungkin sudah
waktunya aku akan pergi, tolong kuatlah!” ucap Hiro dalam hati penuh pasrah
“Hiro, kamu pasti akan baik-baik
saja, kita akan keluar dari sini sama-sama” kata Hana yakin
//Suara tepuk tangan//
__ADS_1
Hana langsung menoleh ke belakang
setelah mendengar Kyota bertepuk tangan. Hana tiba-tiba keringat dingin akibat
takut, dan akan berpisah dengan Hiro. Kyota langsung menyuruh adiknya untuk
menarik Hana. Kepala Hiro yang dari tadi sandar di Paha Hana langsung terbentur
ke lantai dengan keras.
“Aaaahh!” teriak Hiro kesakitan
walaupun suaranya sudah tidak terlalu terdengar karena Hiro yang sudah lemah
“Hiroo.......!” teriak Hana kencang
sambil menangis dan terus berontak untuk melepaskan diri
“Diaam!” bentak Kyota
“Hiro sedang kesakitan, tolong bawa
dia ke Rumah Sakit, aku mohon!” kata Hana memelas dan hanya di acuhkan oleh
Kyota
“Tolong jangan pisahkan aku
dengan Hiro!” kata Hana melemah
“Apaa, jangan dipisahkan? Kamu sudah
Hana hanya terdiam tidak tau apa
yang harus dilakukan. Dia langsung ditarik oleh Kyota keluar dari gedung dan
didorong paksa untuk masuk ke dalam mobil. Bito yang sudah menerima perintah
Kyota langsung membakar gedung yang ditempati Hiro.
“Kita akan selalu bersama
sekarang!” kata Kyota sambil memegang tangan Hana
“Aku tidak akan mau hidup bersama
dengan pembunuh!” kata Hana tegas
Mendengar perkataan Hana, Kyota
langsung memberhentikan mobil dan menendang Hana keluar
dari mobil dan langsung meninggalkan
Hana sendirian di jalan sepi tersebut. Hana yang khawatir dengan Hiro kembali
ke gedung dimana Hiro berada. Namun alangkah kagetnya Hana melihat gedung
__ADS_1
tersebut sudah terbakar hangus tak tersisa.
Hujan tiba-tiba turun dengan
derasnya, bersama derasnya air mata Hana. Dalam derasnya hujan, Hana mencari
Hiro, namun hasilnya tidak ada. Hiro tidak ditemukan.
“Hiro, dimana kamu?”
//Home stage//
“Ada apa sayang?” Tanya ibu Hana
kaget melihat keadaan Hana yang lusuh
“Maa, Hiro maa, Hiro!” jawab Hana
takut dan menangis yang membuat semua orang kaget
“Tidak apa-apa sayang, ceritakan!”
ucap ibu Hana dengan menenangkan Hana
Hana pun menceritakan apa yang telah
terjadi padanya dengan Hiro. Orang tua Hana geram, dan langsung menelepon
polisi untuk menangkap Kyota dan teman-temannya. Kyota yang memiliki sikap yang
egois dankejam ini hanya merasa biasa-biasa saja dan santai, dan meyuruh
adiknya untuk beli minuman.
Hana terus-terusan berdoa agar Hiro
dapat selamat, 3 hari kemudian ketika dia selesai berdoa, orang tuanya
memanggilnya turun ke bawah untuk menemui polisi, Hana yang mengira bahwa itu
adalah kabar yang baik, langsung segera turun ke bawah dengan tersenyum.
“Hiro, di mana Hiro?” tanya Hana
kepada polisi
“Hana, Hiro telah meninggal, kami
menemukan mayat yang hangus terbakar!” kata polisi sedih
“Tidak.. tidak mungkin, aku harus
melihat mayat itu, itu bukan Hiro!” kata Hana histeris
Hana langsung menuju ke rumah sakit,
untuk melihat mayat Hiro, di mayat tersebut terdapat cincin emas love di jari
__ADS_1
tengahnya, persis yang dipakai oleh Hana dan Hiro. Hana seketika menjerit
histeris, melihat mayat itu adalah Hiro, pacarnya….