
malam itu, Hana dan Hiro
bersenang-senang menghabiskan waktu sepuasnya. Mencoba semua wahana yang ada di
pasar malam itu. Menaiki kincir anging raksasa, permainan menembak hingga Hiro
mendapatkan salah satu boneka panda dan memberikannya ke Hana. Serta
mengunjungi salah satu penjual barang couple.
“Hiro.. kita beli cincin itu yah,”
mohon Hana
“Cincin ini sangat istimewa.. dapat
melacak dimana pasangan atau orang yang memakai cincin ini berada,” jelas
penjual itu
“Waahh… kita beli yah,” kata Hana
“Emm,”
Keduanya memakai cincin itu, atas
instruksi si penjual. Hana dan Hiro dapat melacak keadaan keduanya.
“Udah malam.. habisini kita pulang
yah Hiro,”
“Iya.. Hiro juga sudah ngantuk..”
Setelah makan, Hiro mengantar
pulangHana sampai ke depan rumahnya.
“Hati-hati di jalanHiro,”
“Iya.. selamatmalam,” Hana masuk ke
dalam dan menutup gerbang
Hana berhenti dan
membalikkanbadannya karena melupakan tasnya yang ada di dalam tas Hiro.
“Hiro tunggu tas aku ada di..” kata
Hana berhenti melihat Hiro diseret oleh sekelompok laki-laki. Hana segera
mengambil mobil dan memburu mobil kyota. Karena sudah malam dan jalan yang di
__ADS_1
tempuh Kyota tak ada lampu jalan, maka Hana kehilangan jejak Hiro.
Di sisi lain, Kyota menarik keras
tangan Hiro dan membantingnya ke sudut hingga punggung Hiro terbentur keras
dengan tembok di belakang. Kyota yang melihat Hiro terbujur langsung
meninju perut Hiro tanpa peduli apapun sehingga Hiro mengeluarkan darah dari mulutnya.
“Berhenti!!... apa yang kalian
lakukan kepada Hiro!” teriak Hana marah, Hana dapat menemukan Hiro karena
cincin LOVE yang di pakai Hiro.
“Pegang dia!” perintah Kyota kepada
kedua temannya
“Hana, pergi dari sini!” kata
Hiro lemas
“Lepaskan, lepaskan aku….. Hiro!!!”
berontak Hana untuk melepaskan diri
Tamparan yang keras mendarat ke pipi
diperlakukan seperti itu langsung mendorong Kyota hingga terjatuh ke lantai.
“Kurang ajar, ternyata kamu sudah
tambah berani aja yah!!” kata Kyota marah dan langsung memukul Hiro dibantu
oleh kelima temannya termasuk adiknya
Kyota dan teman-temannya yang
menghajar Hiro tadi melepas genggamannya dari tangan Hiro. Dan mulai menyebar
mengelilingi Hiro. Sambil tertawa dan saling opor kayu bergiliran memukuli
Hiro. Dengan tenaga yang masih tersisa, Hiro berusaha menghajar Kyota dan
temannya. Tapi untuk satu lawan lima, mustahil bagi Hiro untuk mengalahkan
kelimanya.
“Jangan lakukan itu kepada Hiro,
lepaskan dia!” berontak Hana dengan tangisannya
__ADS_1
Beberapa lama kemudian, Kyota dan
teman-temannya berhenti memukul Hiro, dan memerintahkan untuk melepaskan Hana.
Hana langsung menuju ke arah Hiro, dan menangis dengan keras saat Hiro di
banjiri oleh darahnya sendiri.
“Hiro, ayo bangun!! Kamu sudah
berjanji untuk tidak meninggalkan aku, Hiro!” kata Hana menangis
Sebelum Hiro bicara, Hana kembali di
tarik oleh Kyota dan adiknya, dan langsung mengeluarkan Hana dari gudang itu,
Hana terus berteriak kepada Hiro. Hiro yang sudah tidak dapat bergerak,
berusaha untuk memburu Hana.
“Bito… bakar gudang ini!!” perintah
Kyota kepada adiknya
“Okk!!” kata Bito semangat
Hana yang mendengar ucapan Kyota
tidak percaya, bahwa Kyota akan bertindak sejauh ini terhadap Hiro.
“Kyota tolong jangan lakukan itu,
aku mohon!”Hana memohon dengan bersujud di hadapan Kyota
“Apa yang akan kamu berikan jika aku
tidak melakukan itu?” Tanya Kyota senyum sambil mendekati Hana
“Akan aku berikan apa yang kamu
minta!” kata Hana sungguh-sungguh
“Kalau aku minta kamu!”
//Hana terdiam//
“Baiklah kamu tidak menjawab…..
Bito!!” perintah Kyota dengan santainya
Bito yang mendengar perintah
kakaknya itu, langsung melaksanakan tanpa basa-basi. Bito mengeluarkan korek
__ADS_1
api dan menyalakannya.