
Selang beberapa jam kemudian, pesawat pribadi GL telah tiba di Bandara Incheon. Dengan mobil Limo yang sudah terparkir di depan jalur mobil yang ada di hadapan mereka berempat. Sontak Hana dan Min joon langsung membolakkan matanya dan mulutnya yang terbuka ketika melihat mobil limo yang dihadapannya itu.
Song tae jalan duluan meghampiri dan memasuki mobil limo tersebut, disusul Jin oh menuju ke mobil limo. Song tae membuka kaca mobil dan melihat kedua perempuan itu masih dalam keadaan yang seperti tadi ketika melihat mobil limo itu.
“Mau tetap disitu atau mau ikut?” tawar Song tae dengan ekspresi wajah yang datar
“Ikutlah… ya kali kita nggak ikut naik mobil kayak gitu,” jelas Hana dan berlari memasuki mobil limo itu
“Hmm… pertanyaannya kok gitu banget, udah jelas juga! Ahahha,” kata Min joon yang juga segera berlari menuju ke mobil limo itu
Dalam perjalanan menuju ke perusahaan GL, Hana terus-terusan memerhatikan Min joon yang tertidur di bahu Jin oh, bahkan Jin oh pun dengan nyaman tertidur dengan beban yang ada di bahunya itu. Hana pun dengan jenuh melakukan banyak tingkah laku untuk membuang rasa jenuhnya itu, tapi tingkah laku yang dibuatnya sangat mengganggu Song tae. Contohnya mengubrak-abrik segala yang ada pada pandangan dan jangkauannya di dalam mobil.
Tangan Hana perlahan menuju kearah kursi Song tae, namun terhentikan oleh tatapan tajam Song tae.
“Diam nggak,” bentak Song tae
“Baiklah..,” kata Hana pasrah
Kata yang barusan di dengar Hana hanya dianggap sebagai angin lewat, tangannya masih tetap menuju kearah kursi Song tae secara perlahan. Dengan emosi yang meledak-ledak Song tae berteriak dengan keras.
“Hanaaaa!!!!!!!” teriak Song tae membuat Jin oh dan Min joon bahkan supirnya menjadi membelalak
__ADS_1
“Ada apa?” kata Min joon tiba-tiba tersadar dari tidurnya bahkan Jin oh
“Ada apa tuan?” Tanya supir limo dengan mata melirik melalui kaca depan mobil
“Tidak ada apa-apa, kembali ke kegiatan kalian masing-masing, dan kamu jangan banyak tingkah!” tegas Song tae
“Hm.. ok!” kata Hana merasa tak bersalah
Hana hanya bisa melihat pemandangan di luar kaca mobil saja, selepas di bentaknya dia oleh Song tae. Selang kemudian, mobil limo tiba di depan pintu masuk perusahaan GL, dengan bebarapa pengawal yang juga berada di depan pintu masuk.
“Selamat datang,” sapa salah seorang investor perusahaan GL
“Baru saja, kita sambung di dalam,”
“Tentu,”
Song tae dan investor itu memasuki gedung, sedangkan ketiga orang itu di bawah pergi oleh supir mobil menuju ke restoran Michelin bintang tiga atas perintah CEO GL, Hang Song Tae.
“Waaahhh,” kata Hana lagi-lagi dengan mulut yang mangap
“Aku harap, hariku bisa seperti ini setiap hari, pergi ke Jepang dengan jet pribadi, naik mobil limo bahkan makan di restoran Michelin bintang tiga,” doa Min joon dengan sungguh-sungguh
__ADS_1
“Permisi, ini kartu kredit yang diberikan CEO Hang untuk digunakan membayar makanan,” ucap supir limo memberikan kartu kredit kepada Jin oh
“Makas..” Sebelum Jin oh mengambil kartu kredit dan mengucapkan terima kasih, Hana lebih duluan yang mengambilnya
“Makasih pak,” teriak Hana dan Min joon. Mereka berdua dengan girang berjalan menuju kedalam restoran. Mengambil tempat untuk makan, memasan menu dan menunggu makanan
“Makasih yah pak,” kata Jin oh telat karena Hana. Jin oh pun menyusul kedua perempuan itu ke dalam restoran
“Kalian sudah pesan?” Tanya Jin oh sambil duduk di antara Min joon dan Hana
“Nggak usah ditanya, itu sudah pasti!” kata Min joon cuek
“Hmm,” hela nafas Jin oh tak sanggup menghadapi kelakuan kedua perempuan itu
“Ohya.. Direktur Hang kenapa nggak ikut makan juga dengan kita?” Tanya Min joon penasaran
“Kamu nggak lihat kalau Direktur Hang lagi ada tamu? Dasar aneh!” jelas Jin oh
“Yaeelah.. nanya gitu doang!” kata Min joon
“Ehhhmmm….,” tegur Hana, “Aku ada disini juga,” kata Hana dengan suara anak kecil
__ADS_1