Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 7


__ADS_3

Berita meninggalnya Hiro sampai ke


telinga semua murid di sekolahnya bahkan guru dan kepala sekolahnya pun


mengetahuinya, semua warga sekolah Hana turut prihatin bahkan ada yang menangis


ketika melihat Hana sendirian di tempat yang selalu di tempatinya bersama Hiro.


Di lain sisi teman-teman Kyota telah masuk ke dalam penjara, namun Kyota belum


di tangkap dan masuk ke dalam daftar DPO.


Hari-hari Hana sudah tidak sama lagi


seperti dulu, Hana telah kehilangan senyumnya bahkan sudah tidak mau lagi


bertemu dengan orang-orang luar. Tangisan Hana selalu terdengar dari kamarnya


apabila dia melihat foto Hiro bersamanya. Hal tersebut membuat keluarga Hana


sangat sedih, namun tidak ada yang dapat mereka perbuat.


Suatu hari Hana memberanikan dirinya


untuk pergi berpisah dengan keluarganya, dan hidup bersama bibinya yang ada di


Korea. Meski menyakitkan meninggalkan keluarganya, namun rasa yang dia rasakan


lebih menyakitkan apabila ia mengingat kejadian yang menimpa Hiro.


“Ayah… Hana mau bicara dengan Ayah!”


kata Hana pelan


“Kamu sudah baikan? Ada apa?


Bicaralah sayang!” kata Ayah Hana senyum


“Aku mau ke Korea Ayah!”


“Apa? Jangan, kamu belum sembuh!”


“Ayah, sangat menyakitkan untuk


tetap tinggal disini, aku terus menangis mengingat Hiro, izinkan aku untuk


memulai hidup baruku Ayah! Aku ingin ke Korea!” kata Hana memohon tegas


Ayah Hana yang mengerti perasaan

__ADS_1


Hana, mengizinkannya untuk pergi ke Korea, dan tinggal bersama bibinya disana.


Walau ayah Hana tidak rela, terpaksa untuk merelakan Hana.


“Hana! Jika kamu sudah baikan,


pulanglah sesekali!” kata ibu Hana sambil menangis


“Iya Ibu, Hana janji! Oobasan jaga


diri baik-baik, aku akan merindukanmu!” kata Hana sambil memeluk keluarganya


satu persatu.


Pesawat Hana, siap berangkat. Hana


berjalan menuju kabin pesawat sambil sesekali menengok ke belakang melihat


keluarganya. Hana berusaha menahan tangisnya, dan terus berjalan ke depan untuk


memulai kehidupan yang baru.


5 tahun kemudian


“Hana…!” teriak suara laki-laki yang


membangunkan Hana dari tidurnya


“Apa kamu tidur disini semalaman?”


tanya laki-laki itu


“Memangnya ini dimana? Kata Hana heran


“Ya ampun Hana! Ini sudah jam 8


pagi, kamu tidak kerja? Malah asik tidur, di perpustakan lagi! Ayo bangun!”


kata laki-laki itu dan langsung menggendong Hana


“Ahh, maaf, aku asik minum tadi


malam!”


“Minum? Dan kamu tidur di


perpustakaan?”


Hana seketika diam dan menengadah ke

__ADS_1


atas, sambil memiringkan kepalanya, mengingat kejadian tadi malam.


…. Past 09.00 malam….


“Asiik… tambahkan soju ke gelasku!


Cepat, hahaha!” kata Hana mabuk


“Waah… teman kita satu ini sangat


suka minum!” kata Min joon teman Hana sambil menuangkan soju ke gelas Hana


Hana terus berjalan menuju ke


trotoar sambil bernyanyi seperti orang gila. Tiba-tiba Hana menabrak seseorang,


Hana yang tidak sadar tidak mengetahui bahwa orang yang dia tabrak adalah


seseorang yang sangat familiar di hidupnya.


“Oooh!! Minggir sana!” kata Hana


mendorong seseorang yang familiar itu dan tetap berjalan dengan kacau


Hana dengan gayanya seperti orang


gila terus berjalan dan langsung saja masuk ke perpustakan tengah malam.


Penjaga saat itu yang sedang tidur tiba-tiba bangun karena mendengar suara


teriakan sambil memukul-mukul pintu.


“Aaahh… kenapa kamu tidak mau


terbuka? Kau mau mati? Ayoo terbuka!” teriak Hana sambil memukul pintu dan


membuatnya berkelahi dengan penjaga perpustakaan


“Maaf nona, perpustakaan sudah


tutup!” kata penjaga menenangkan Hana


“Perpustakaan? Berani sekali kamu!


Ini rumahku! Rumahku! Ahk, pergi sana!” kata Hana marah


Ketika penjaga itu mau menyeret Hana


untuk pindah, tiba-tiba penjaga itu ditahan oleh tangan seseorang. Dan paginya

__ADS_1


Hana telah tertidur pulas.


__ADS_2