
Berita meninggalnya Hiro sampai ke
telinga semua murid di sekolahnya bahkan guru dan kepala sekolahnya pun
mengetahuinya, semua warga sekolah Hana turut prihatin bahkan ada yang menangis
ketika melihat Hana sendirian di tempat yang selalu di tempatinya bersama Hiro.
Di lain sisi teman-teman Kyota telah masuk ke dalam penjara, namun Kyota belum
di tangkap dan masuk ke dalam daftar DPO.
Hari-hari Hana sudah tidak sama lagi
seperti dulu, Hana telah kehilangan senyumnya bahkan sudah tidak mau lagi
bertemu dengan orang-orang luar. Tangisan Hana selalu terdengar dari kamarnya
apabila dia melihat foto Hiro bersamanya. Hal tersebut membuat keluarga Hana
sangat sedih, namun tidak ada yang dapat mereka perbuat.
Suatu hari Hana memberanikan dirinya
untuk pergi berpisah dengan keluarganya, dan hidup bersama bibinya yang ada di
Korea. Meski menyakitkan meninggalkan keluarganya, namun rasa yang dia rasakan
lebih menyakitkan apabila ia mengingat kejadian yang menimpa Hiro.
“Ayah… Hana mau bicara dengan Ayah!”
kata Hana pelan
“Kamu sudah baikan? Ada apa?
Bicaralah sayang!” kata Ayah Hana senyum
“Aku mau ke Korea Ayah!”
“Apa? Jangan, kamu belum sembuh!”
“Ayah, sangat menyakitkan untuk
tetap tinggal disini, aku terus menangis mengingat Hiro, izinkan aku untuk
memulai hidup baruku Ayah! Aku ingin ke Korea!” kata Hana memohon tegas
Ayah Hana yang mengerti perasaan
__ADS_1
Hana, mengizinkannya untuk pergi ke Korea, dan tinggal bersama bibinya disana.
Walau ayah Hana tidak rela, terpaksa untuk merelakan Hana.
“Hana! Jika kamu sudah baikan,
pulanglah sesekali!” kata ibu Hana sambil menangis
“Iya Ibu, Hana janji! Oobasan jaga
diri baik-baik, aku akan merindukanmu!” kata Hana sambil memeluk keluarganya
satu persatu.
Pesawat Hana, siap berangkat. Hana
berjalan menuju kabin pesawat sambil sesekali menengok ke belakang melihat
keluarganya. Hana berusaha menahan tangisnya, dan terus berjalan ke depan untuk
memulai kehidupan yang baru.
5 tahun kemudian
“Hana…!” teriak suara laki-laki yang
membangunkan Hana dari tidurnya
“Apa kamu tidur disini semalaman?”
tanya laki-laki itu
“Memangnya ini dimana? Kata Hana heran
“Ya ampun Hana! Ini sudah jam 8
pagi, kamu tidak kerja? Malah asik tidur, di perpustakan lagi! Ayo bangun!”
kata laki-laki itu dan langsung menggendong Hana
“Ahh, maaf, aku asik minum tadi
malam!”
“Minum? Dan kamu tidur di
perpustakaan?”
Hana seketika diam dan menengadah ke
__ADS_1
atas, sambil memiringkan kepalanya, mengingat kejadian tadi malam.
…. Past 09.00 malam….
“Asiik… tambahkan soju ke gelasku!
Cepat, hahaha!” kata Hana mabuk
“Waah… teman kita satu ini sangat
suka minum!” kata Min joon teman Hana sambil menuangkan soju ke gelas Hana
Hana terus berjalan menuju ke
trotoar sambil bernyanyi seperti orang gila. Tiba-tiba Hana menabrak seseorang,
Hana yang tidak sadar tidak mengetahui bahwa orang yang dia tabrak adalah
seseorang yang sangat familiar di hidupnya.
“Oooh!! Minggir sana!” kata Hana
mendorong seseorang yang familiar itu dan tetap berjalan dengan kacau
Hana dengan gayanya seperti orang
gila terus berjalan dan langsung saja masuk ke perpustakan tengah malam.
Penjaga saat itu yang sedang tidur tiba-tiba bangun karena mendengar suara
teriakan sambil memukul-mukul pintu.
“Aaahh… kenapa kamu tidak mau
terbuka? Kau mau mati? Ayoo terbuka!” teriak Hana sambil memukul pintu dan
membuatnya berkelahi dengan penjaga perpustakaan
“Maaf nona, perpustakaan sudah
tutup!” kata penjaga menenangkan Hana
“Perpustakaan? Berani sekali kamu!
Ini rumahku! Rumahku! Ahk, pergi sana!” kata Hana marah
Ketika penjaga itu mau menyeret Hana
untuk pindah, tiba-tiba penjaga itu ditahan oleh tangan seseorang. Dan paginya
__ADS_1
Hana telah tertidur pulas.