Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 34


__ADS_3

        Mereka berdua melupakan Hana yang menunggunya sendirian di depan kamar yang pintunya tertutup rapat. Hana seperti pengemis yang tinggal berjamur di hotel itu.


“Benar-benar kawan yang jahat, sudah 1 jam berlalu, mereka tidak kembali-kembali, ketemu nanti awas kalian,” kata Hana mengancam kedua temannya dari kejauhan. Semua orang memperhatikan Hana yang duduk sendirian dan berkomat-kamit tanpa dimengerti bahasanya oleh orang sekitar.


“Ngapain mereka melihat aku terus,” pekik Hana dalam hati, “Ada apa, ada masalah dengan aku, jangan lihat-lihat terus, lagi emosi ini,” teriak Hana sambil menunjuk-nunjuk orang yang menontonnya, spontan semua orang langsung takut karena ekspresi Hana yang sedang kesal apalagi bahasa Hana tidak di mengerti oleh orang-orang itu.


“Haa.. bikin kesal aja, kemana juga dua sejoli itu, benar-benar bikin gila!!!” Hana berteriak sekencang-kencangnya, setelah selesai berteriak Song tae manghampiri Hana


“Kalau mau berteriak.. di luar sana! Jangan di lorong kecil seperti ini! Suaranya sangat mengganggu,” kata Song tae menegur Hana. Hana membuka matanya yang sebelumnya tertutup ketika berteriak, melihat Song tae berada di depannya, langsung membuatnya mengingat kejadian yang tadi. Hana seketika salting di hadapan Song tae, “Kamu siapa?” spontan Hana, “Aduh.. salah ucap, tak ada pilihan lain harus melanjutkan apa yang sudah aku katakan” kata Hana dalam hati.


“Nǐ shì shuí? Wǒ rènshi nǐ ma?” [Andasiapa? apakah saya kenal Anda?] Tanya Hana pura-pura menjadi perempuan Mandarin

__ADS_1


“Nǐ bù rènshi wǒ? Wǒ shì nǐ de zhàngfū!” [Kamu tidak mengenal saya? Saya adalah suami kamu!] jawab Song tae juga dalam bahasa Mandarin


“Busssett, dia tau juga yah bahasa Mandarin, dan apa? Suami? Dasar omong kosong” kata Hana tidak percaya dalam hati, “Mi spiace di essere persona sbagliata,” [Maaf Anda salah orang] sambung Hana dengan tiba-tiba berubah menjadi perempuan Italia dan berlalu meninggalkan Song tae yang tersenyum mendengar Hana berbicara dengan banyak bahasa


“Tunggu aku, kita pergi sama-sama,” teriak Song tae mengejar Hana


            Di depan halaman hotel, Hana menunggu Jin oh dan Min joon yang dia tidak sadari sudah meninggalkan dirinya sendiri dari tadi. Dari pintu basemant, mobil Song tae keluar menuju keara Hana menunggu.


“Mi dispiace, non lo so e, per favore, andate e lasciatemi!” [Maaf, saya tidak mengenal Anda, silahkan pergi dan tinggalkan saya!] tegas Hana dalam bahasa Italia


“Udah cepetan masuk, Jin oh dan Min joon sudah menunggu dari tadi di tempat meeting,”jelas Song tae di balik kaca mobil yang telah diturunkan

__ADS_1


“Apa?? Dia beneran tinggalkan aku sendirian disini? Kurang ajar!” kata Hana kesal dalam hati yang keluar terbaca dari ekspresinya


“Diam aja.. yaudah!! Kalau nggak mau naik nggak usah,” kata Song tae melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat rendah


“Baiklah-baiklah.. aku akan naik!” kata Hana kembali berbahasa Korea


        Mobil Song tae pun meluncur dengan kecepatan sedang menuju kearah tempat pertemuan, yang berjarak


±20 menit perjalanan. Keadaan mobil begitu sepi, tidak ada suara ataupun aktivitas yang dilakukan di dalam mobil kecuali tangan Song tae yang fokus memegang stir mobil.


“Si prega di fermarsi  di fronte a quella vettura,” [Tolong berhenti di depan mobil itu yah] perintah Hana sok jual mahal sambil berbahasa Italia

__ADS_1


__ADS_2