Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 4


__ADS_3

Hari itu, Hana dan Hiro sudah resmi


berpacaran. Hiro memang anak yang culun namun Hiro tetap memiliki perawakan


yang di atas rata-rata namun hal itu tidak terlihat sebab Hiro menutupinya


dengan memakai kacamata.


Hubungan mereka telah berlangsung


selama satu minggu, Hana mengajak Hiro untuk makan siang bersama di kantin


sekolahnya. Kyota tidak menyangka bahwa, Hana dan Hiro akan bertahan selama


seminggu.


“Lihat saja nanti, hubungan kalian


tidak akan bisa bertahan minggu depan!” Kyota melihat sinis Hiro


“Hana… Kyota melihat kita,” Hiro


memegang tangan Hana karena panic


 “Biarkan saja, biar matanya


seperti itu terus,” kata Hana tertawa


“Hahaha..” ini pertama kalinya Hiro


menertawakan Kyota dengan melihat mata Kyota


“Kenapa Cuma Jus Pir yang kamu


ambil? Tidak ambil minuman yang lainnya?” Tanya Hana penasaran


“Ahh tidak, aku hanya menyukai jus


pir, kata ibuku buah pir bagus untuk membuat tubuh agar lebih sehat!” kata Hiro


menjelaskan


“Begitu yah, aku juga mau kalau


begitu!” kata Hana tersenyum


Mereka berdua duduk dan meminum


minuman yang sama.


“Mmm.. pulang sekolah kamu sibuk


gak?” Hana bertanya sambil mengunyah makanan pada Hiro yang juga sedang makan


“Kamu kok nggak jawab aku, kamu

__ADS_1


sibuk apa nggak?” teriak Hana di kupun Hiro


“Mmm,” Hiro hanya menjauhkan


telinganya dari mulut Hana sambil terus makan


“Ihh kamu kenapa sih!” akhirnya


karena capek Hana ngambek


“Kata ibu aku.. kalau sedang makan,


jangan bicara. Nanti makanannya istirahat di kerongkongan,” kata Hiro santai


setelah makananya habis


“Nggak mau dengar!” Hana masih


ngambek


“Hiro masih lapar,kalau Hana nggak


mau makan. Makanannya Hiro yang makan yah!” kata Hiro sangat santai tidak


memperdulikan Hana yang sedang ngambek


“Makan aja, aku udah nggak lapar”


“Hana jangan marah, Hiro nggak sibuk


“Ihh.. kamu sudah pintar gombal


yah.. siapa yang ngajarin,” kata Hana tersenyum


“Lihat di buku,” Hiro memperlihatkan


buku “7 cara membuat hati pacar luluh” kepada Hana


“Hahaha… emang manjur tuh buku,”


Hana sandar di bahu Hiro sambil tersenyum sambil memeluk lengan Hiro.


Hiro mengangkat sendok berisi makanan


Hana, sendok itu perlahan mengarah ke mulut Hana. Karena senangnya, Hana tanpa


berpikir langsung membuka mulutnya. Bukannya Hiro meyuapin Hana, dia malah


memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.


“Hana bilang tadi nggak lapar, ini


makanan Hiro sekarang,” kata Hiro membuat Hana cemberut namun


Hiro kembali mengambil sesendok

__ADS_1


makanan dan menyupin Hana agar tidak cemberut lagi


Jam pelajaran telah selesai, sekolah


Hana termasuk sekolah yang pulang paling lama di Jepang yaitu pukul 17.00. Hana


dan Hiro sebelumnya sudah janjian akan bertemu di depan gerbang. Dari jauh Hana


melihat Hiro telah menunggunya di depan gerbang.


“Kenapa sangat lama? Hiro sangat


capek menunggu Hana,” Hiro berjalan melalui Hana


“Hahaha… jangan ngambek,”


“Ayo cepetan,” kata Hiro marah namun


terkesan lucu karena tingkahnya dan membuat Hana kembali tersenyum


“Emang kamu tau,kita mau kemana?”


Tanya Hana di belakang Hiro


“Nggak tau.. kan Hana yang


mengajak,”


“Tapi kok kamu yang duluan


jalannya?”


Hiro yang mendengar kata Hana,


langsung berhenti melangkah dan menunggu Hana untuk bisa berjalan bergandengan.


“Kita mau kemana? Ini udah mau


malam,” Tanya Hiro penasaran


“Ikut aja,”


Setelah beberapa menit, akhirnya


Hana dan Hiro sampai di tempat tujuannya.


“Jeengg…jeeeeengg!” kata Hana


membuat surprise ke Hiro “Bagaimana?” Tanya Hana ke Hiro. Sebelum Hana


mendengar jawaban, Hiro sudah berlari seperti anak kecil di tangah keramaian


pasar malam.


“Hahaha.. kenapa kamu sangat lucu,”

__ADS_1


kata Hana sendirian


__ADS_2