
Hari itu, Hana dan Hiro sudah resmi
berpacaran. Hiro memang anak yang culun namun Hiro tetap memiliki perawakan
yang di atas rata-rata namun hal itu tidak terlihat sebab Hiro menutupinya
dengan memakai kacamata.
Hubungan mereka telah berlangsung
selama satu minggu, Hana mengajak Hiro untuk makan siang bersama di kantin
sekolahnya. Kyota tidak menyangka bahwa, Hana dan Hiro akan bertahan selama
seminggu.
“Lihat saja nanti, hubungan kalian
tidak akan bisa bertahan minggu depan!” Kyota melihat sinis Hiro
“Hana… Kyota melihat kita,” Hiro
memegang tangan Hana karena panic
“Biarkan saja, biar matanya
seperti itu terus,” kata Hana tertawa
“Hahaha..” ini pertama kalinya Hiro
menertawakan Kyota dengan melihat mata Kyota
“Kenapa Cuma Jus Pir yang kamu
ambil? Tidak ambil minuman yang lainnya?” Tanya Hana penasaran
“Ahh tidak, aku hanya menyukai jus
pir, kata ibuku buah pir bagus untuk membuat tubuh agar lebih sehat!” kata Hiro
menjelaskan
“Begitu yah, aku juga mau kalau
begitu!” kata Hana tersenyum
Mereka berdua duduk dan meminum
minuman yang sama.
“Mmm.. pulang sekolah kamu sibuk
gak?” Hana bertanya sambil mengunyah makanan pada Hiro yang juga sedang makan
“Kamu kok nggak jawab aku, kamu
__ADS_1
sibuk apa nggak?” teriak Hana di kupun Hiro
“Mmm,” Hiro hanya menjauhkan
telinganya dari mulut Hana sambil terus makan
“Ihh kamu kenapa sih!” akhirnya
karena capek Hana ngambek
“Kata ibu aku.. kalau sedang makan,
jangan bicara. Nanti makanannya istirahat di kerongkongan,” kata Hiro santai
setelah makananya habis
“Nggak mau dengar!” Hana masih
ngambek
“Hiro masih lapar,kalau Hana nggak
mau makan. Makanannya Hiro yang makan yah!” kata Hiro sangat santai tidak
memperdulikan Hana yang sedang ngambek
“Makan aja, aku udah nggak lapar”
“Hana jangan marah, Hiro nggak sibuk
“Ihh.. kamu sudah pintar gombal
yah.. siapa yang ngajarin,” kata Hana tersenyum
“Lihat di buku,” Hiro memperlihatkan
buku “7 cara membuat hati pacar luluh” kepada Hana
“Hahaha… emang manjur tuh buku,”
Hana sandar di bahu Hiro sambil tersenyum sambil memeluk lengan Hiro.
Hiro mengangkat sendok berisi makanan
Hana, sendok itu perlahan mengarah ke mulut Hana. Karena senangnya, Hana tanpa
berpikir langsung membuka mulutnya. Bukannya Hiro meyuapin Hana, dia malah
memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.
“Hana bilang tadi nggak lapar, ini
makanan Hiro sekarang,” kata Hiro membuat Hana cemberut namun
Hiro kembali mengambil sesendok
__ADS_1
makanan dan menyupin Hana agar tidak cemberut lagi
Jam pelajaran telah selesai, sekolah
Hana termasuk sekolah yang pulang paling lama di Jepang yaitu pukul 17.00. Hana
dan Hiro sebelumnya sudah janjian akan bertemu di depan gerbang. Dari jauh Hana
melihat Hiro telah menunggunya di depan gerbang.
“Kenapa sangat lama? Hiro sangat
capek menunggu Hana,” Hiro berjalan melalui Hana
“Hahaha… jangan ngambek,”
“Ayo cepetan,” kata Hiro marah namun
terkesan lucu karena tingkahnya dan membuat Hana kembali tersenyum
“Emang kamu tau,kita mau kemana?”
Tanya Hana di belakang Hiro
“Nggak tau.. kan Hana yang
mengajak,”
“Tapi kok kamu yang duluan
jalannya?”
Hiro yang mendengar kata Hana,
langsung berhenti melangkah dan menunggu Hana untuk bisa berjalan bergandengan.
“Kita mau kemana? Ini udah mau
malam,” Tanya Hiro penasaran
“Ikut aja,”
Setelah beberapa menit, akhirnya
Hana dan Hiro sampai di tempat tujuannya.
“Jeengg…jeeeeengg!” kata Hana
membuat surprise ke Hiro “Bagaimana?” Tanya Hana ke Hiro. Sebelum Hana
mendengar jawaban, Hiro sudah berlari seperti anak kecil di tangah keramaian
pasar malam.
“Hahaha.. kenapa kamu sangat lucu,”
__ADS_1
kata Hana sendirian