Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 39


__ADS_3

        Setelah ditegur oleh Hana, keduanya pun langsung terdiam dan bertingkah salting, bahkan keduanya pun melihat entah kemana, sampai-sampai membuat mata Jin oh dan mata Min joon berpapasan. Canggung? Iya, tapi lama kelamaan keduanya saling senyum-senyuman. Makanan yang di pesan pun telah tiba, Hana makan dengan santai, lain dengan Jin oh dan Min joon, keduanya makan bak putri dan pangeran. Kelakuan itu membuat Hana nggak betah lama-lama.


“Hmm.. bisa lebih nyantai nggak?” tegur Hana sambil terus mengiris daging domba yang ada di piringnya


“Hahaha,” tawa  Min joon dan disambut pula dengan senyuman dari bibir Jin oh


“Ohhh, God,” kata Hana dengan pasrah menghadapi sahabatnya yang sedang merasakan indahnya jatuh cinta


….Song tae…


            Sepulang dari pertemun Song tae dan investor itu,  Song tae pulang kerumahnya untuk melihat kondisi kakaknya. Song tae berjalan menuju ke kamar kakaknya dengan membawa banyak buah pir, berharap kakaknya dapat memaafkan dirinya. Song tae memegang gagang pintu dan menariknya turun ke bawah dan pintu pun terbuka.


“Rupanya.. hyung tertidur!” kata Song tae ketika masuk ke kamar kakaknya dan menyimpan buah pir itu di atas meja


            Song tae kembali berjalan keluar dan bertemu dengan ayahnya yang sedang menunggunya di luar kamar Hiro. Song tae sempat kaget karena tidak biasanya melihat ketua grup GL itu menunggu seseorang, apalagi seseorang yang bisa di panggil dengan menggunakan telephone saja.


“Ada apa ketua?” Tanya Song tae menundukkan kepalanya

__ADS_1


“Tidak usah di panggil ketua, panggil saja Ayah.. kita kan ada di rumah,” perintah ayah Song tae dengan tersenyum


“Iya ayah, apakah ayah mencari saya?” Tanya Song tae penasaran


“Iya.. aku mau memberi tahukan mu tentang sesuatu!” kata ayah Song tae membuat Song tae bertambah penasaran


“Iya Ayah,”


“Ikut aku ke ruanganku!” perintah ayah Song tae dan berjalan di depan menuntun Song tae yang ada di belakangnya menuju ke ruangan pribadinya


            Dengan ruangan yang penuh buku yang di tengah ruangan itu terdapat meja besar serta sofa tamu. Song tae tanpa di perintah langsung saja duduk di sofa itu ketika menyadari bahwa ayahya juga telah duduk di depannya.


“Kamu sudah tau kan apa yang terjadi pada hyung mu?” Tanya ayah Song tae dengan wajah yang lusuh


“Iya ayah, aku tau,”


“Kemarin, hyung kamu baru pulang dari rumah sakit,”

__ADS_1


“Kenapa? Apa yang terjadi pada hyung?” Tanya Song tae panic, khawatir terhadap kakanya


“Itu terjadi ketika dia mendengar mu pergi ke Jepang,”


“Kenapa Ayah tidak memberitahuku?”


“Ayah takut, kalau presentasi kamu akan gagal!”


“Ayah lebih peduli dengan uang dari pada hyung?”


“Perusahaan ini bergantung pada presentasi itu, jika kamu meninggalkannya, apa yang akan terjadi pada semua karyawan kantor?”


“Ayah kan kaya!”


“Uang ayah sudah hampir habis untuk pengobatan hyung kamu,” Song tae tidak menyanggah pernyataan ayahnya, menyadari bahwa semua yang dikatakan ayahnya itu memang benar


“Dan satu lagi, besok kita akan mendapatkan karyawan baru dari Jepang, berbuat baiklah pada dia!”

__ADS_1


“Baiklah,” jawab Song tae sebeum meninggalkan ruangan ayahnya


            Ayahnya pun juga menyusul keluar saat Song tae sudah melewati pintu masuk ruangannya. Ayah soneg tae berjalan menuju ke kamarnya dan bertemu dengan ibu Song tae.


__ADS_2