Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 15


__ADS_3

…Hana…


            Hana memperhatikan suasana yang ada di dalam mobil. Raut wajah Jin oh yang fokus mengemudi sambil sesekali mengintip di kaca dan tersenyum kecil kearah Hana dan juga memperhatikan Min joon yang diam duduk di depan berdampingan dengan Jin oh sambil terus melihat kearah Jin oh.


“Oppa.. hentikan mobilnya, aku harus membeli sesuatu,” kata Hana lagi-lagi membuat orang bertanya


“Mau beli apalagi?” jawab Jin oh kesal


“Itu urusan aku Oppa, kalian berdua duluan saja,”


“Kita bisa menunggu kamu,” kata Jin oh yang ada di depan Hana


“Udah malam.. antar Min joon aja, kasihan dia sangat kecapean,” bentak Hana


“Nggak apa-apa kok Hana.. aku nggak capek-capek amat,” jawab Min joon tidak enak


“Mana nggak capek, wajah masam kayak gitu kok,”


“Udah.. Oppa antar Min joon aja dulu,”


 “Baiklah, hati-hati!” kata Jin oh menyalakan mesin mobilnya

__ADS_1


“Kamu juga!” balik Hana sambil melambaikan tangannya


            Perlahan mobil Jin Oh menghilang dari pandangan mata Hana. Saat itu juga, Hana melihat sekitar untuk mencari taksi.


“Taksi!!” teriak Hana


            Hana sampai ke rumah dengan selamat sambil terus memikirkan yang dia lakukan tadi, “Aku sudah


melakukan hal yang benar.. Hana fighting!!” ucap Hana menyemangati dirinya sendiri


            Hana masuk ke kamarnya dan terus masuk ke wc untuk membersihkan wajahnya yang sudah terkena debu seharian ini. Hana melihat bayangan dirinya di cermin dan memperhatikan sejenak bagaimana penampilan wajahnya.


            Hana menggeleng-gelengkan kepalanya saat memikirkan hal tadi.  Hana beranjak


dari meja riasnya dan kembali tidur tanpa melepas pakaian kerjanya. Karena memang itu kebiasaaan Hana, tidur tanpa melakukan apapun. Semenjak kejadian 5 tahun yang lalu, seakan-akan Hana melupakan jati dirinya, terutama cara dia hidup di Jepang dulu. Padahal dia sangat cantik dan kaya. Mulai hari itu, Hana meyakinkan dirinya, bagaimanapun cara hidup dia disana, dia tidak akan melakukannya lagi. Kaya? Jadi primadona? Mengkhayal saja! Itu tidak akan terjadi lagi.


… Min joon …


“Oppa.. makasih sudah antar aku yah,” ucap Min joon setelah sampai di rumahnya dan berjalan menuju gerbang rumahnya


“Min joon!!” teriak Jin oh sebelum Min joon masuk ke dalam rumahnya

__ADS_1


“Apa kamu tau apa yang sedang terjadi pada Hana?”


“Sesuatu?” Min joon berpikir sejenak namun tidak terpikirkan apapun


“Entahlah, Sepertinya nggak ada,” sambung Min joon


“Baiklah,” jawab Jin oh pasrah


“Emangnya ada apa?” Jin oh hanya diam tidak menjawab pertanyaan Min joon


“Oppa?” sambung Min joon ketika melihat Jin oh hanya terdiam di dalam mobilnya


“Ahh tidak ada apa-apa, kamu istirahat.. selamat malam,” mobil Jin oh langsung pergi meninggalkan Min joon yang hanya diam berdiri di depan rumahnya dengan ekspresi wajahnya yang sedih


        Biiiip…biiip, bunyisuara klakson mobil dari halaman rumah luar Hana saat matahari telah bersinar


terang. Hana memunculkan kepalanya melalui jendela kamarnya, tersenyum ketika melihat Jin oh menunggunya maka Hana dengan buru-buru merias diri dan turun sambil berlari menuju kearah mobil Jin oh.


“Selamat pagi Oppa!” sapa Hana


“Pagi” sapa balik Jin oh. Mobil mereka pun berangkat dan langsung menuju ke kantor tanpa singgah dimanapun.

__ADS_1


__ADS_2