Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 22


__ADS_3

        Presentasi berjalan dengan lancar dan sukses, semua investor Jepang sangat puas “Bolehkah saya pergi sekarang?” Tanya Hana ketika sampai ke hotel setelah presentasi


“Ingat 1 Jam dan jangan lupa kalau kita ada presentasi lagi besok dengan investor Italia!” jelas Song tae


“Iya, aku akan melakukannya dengan baik,” balas Hana senang


“Ayo, aku akan pergi menemani mu,” kata Jin oh membukakan pintu mobil pribadi perusahaan


“Tidak usah, aku akan pergi sendiri, sebaiknya kamu menemani Min joon,” kata Hana menutup kembali pintu mobil dan melihat kearah Min joon


“Kamu serius tentang itu?” Tanya Jin oh mengenai Min joon


“Aku serius….. aku akan pergi sekarang. Min joon tolong jaga baik-baik Jin oh yahh!” teriak Hana pada Min joon


“Taxii..!” teriak Jin oh memanggilkan taxi untuk Hana


“Terimah kasih, Oppa” kata Hana membuka pintu taxi


            Hana sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarganya. Sehingga ketika sampai di rumahnya yang dulu, Hana langsung berlari tanpa membayar taxi.


“Ohh.. Sumimasen..,” kata Hana lupa membayar upah taxi

__ADS_1


“Okasaan, Otasaan. Aku sangat merindukan mu!” teriak Hana ketika melihat orang tuanya duduk di ruang keluarga


“Hana sayang, kapan kamu tiba?” Tanya mama Hana memeluk anak satu-satunya yang belum pernah dia peluk selama 5 tahun


“Kemarin ma, maaf Otasaan, baru tiba sekarang!” kata Hana memeluk ayahnya


“Hana…,” kata Otasaan Hana dan juga langsung memeluk Hana


“Otasaan.. ,” kata Hana


            Hana dan keluarganya akhirnya bisaberkumpul lagi seperti 5 tahun yang lalu. Hana banyak menceritakan  tentang dirinya ketika berada di Korea, termasuk caranya mendapatkan pekerjaan dan caranya hidup sebagai orang Korea.


“Ayo makan dulu,” ajak Otasan kepada Hana


“Sebentar lagi saja, aku mohon,” mohon Okasan


“Baiklah,”


            Meja makan dirumah itu lengkap lagi seperti semula, kedua wajah orang tua Hana bersei senang melihat anaknya kembali makan bersama mereka lagi, “Kamu kenapa tiba datang kesini dan tidak


memberitahukan kami. Kami kan juga akan senang menjemputmu di bandara,”

__ADS_1


“Maaf Okasan, Hana berangkat kesini juga tiba tiba, karena kerja Hana yang harusnya di Korea dipindahkan ke Jepang karena ada masalah dengan investornyam” jelas Hana dengan tetap makan


“Jadi kapan kamu akan pulang?” Tanya Otasan


“Seminggu lagi,” wajah kedua orang tua Hana berubah yang semula senang menjadi sedih


“Tenang Okasan, Otasan, kalau ada waktu lagi, saya akan berkunjung kesini,” kata Hana tersenyum


            Mereka berdua pun melanjutkan makannya, tak terasa waktu telah berlalu cukup lama dibandingkan waktu izin Hana kepada direkturya, “Maaf, Otasan, Okasaan, dan Obasaan. Aku harus pergi sekarang, aku hanya bisa keluar selama 1 jam dan sekarang hampir 2 jam. Aku pergi sekarang,” kata Hana menyesal


“Kamu jaga diri baik-baik yah sayang!” kata mama Hana


“Iya, Okasan,” Hana kembali memeluk keluarganya sebelum pergi meninggalkannya lagi


            Hana berjalan keluar dari rumahnya untuk menunggu taksi, sebelumnya Hana sudah melarag keluarganya untuk mengantarnya keluar, dia menyuruh mereka istirahat saja. Alhasil, Hana menunggu taksi sendirian di pinggir jalan


“Aduuh, dari dulu sampai sekarang taxi disini tidak ada yang berubah. Kenapa belum juga ada yang lewat? sekarang sudah mulai gelap lagi,” gelisah Hana


“Aku jalan keluar saja,” pekik Hana dalam hati dan berjalan dengan terburu-buru sambil terus melihat jam yang ada di tangannya


            Hana merasa waspada dengan jalanan yang biasa dia lewati ketika SMA dulu. Tiba-tiba dari belakang, Hana diikuti oleh seorang laki-laki berpakaian serba hitam. Hana terus berjalan, berjalan dengan cepat dan akhirnya berlari. Hana sekuat tenaga berlari, hingga pada akhirnya orang tersebut masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


“Aku berlari karena seseorang yang ingin pulang?” kata Hana terengah tidak percaya


            Hana kembali berjalan dengan normal. Handphone Hana berdering, rupanya Min joon sudah menelpon sebanyak 5 kali ketika Hana berusaha mengihndar dari seseorang yang ingin pulang. Ketika Hana ingin mengangkatnya, tiba-tiba seseorang membuat Hana pingsan yang ternyata orang yang ingin pulang tadi itu. Handphone Hana terjatuh dan tergelatak begitu saja, sedangkan Hana di culik oleh seseorang yang misterius tersebut.


__ADS_2