
Setelah malam mengesalkan berlalu bagi Hana, pagi ini yang mungkin dapat menghilangkan kekesalan itu. Matahari memang merupakan alarm terhebat untuk membangunkan seseorang, terutama orang yang sedang mabuk.
“Ahhk, Apa.. kok terang yah? Apa aku sudah.. (Mati)??” Hana menggaruk kepalanya sambil melihat sekitar kamarnya yang terang disinari matahari.
Hana melihat kearah jam di kamarnya dan tidak langsung merespon, dan membalikkan kepalanya kearah yang lain. Namun tiba-tiba dia kembali melihat jam itu.
“Whaaatt??? Aku telat, aku telat…!!” Hana cemas dan segera bangun dari tempat tidurnya.
Hana dengan mukanya yang cemas, segera bangun dan menuju ke wc. Karena panik, Hana tidak melihat sekelilingnya dan langsung menabrak meja makan dengan jari kakinya.
“Auuh… sial!” Hana melihat kakinya yang berdarah
Hana yang telah terlambat, tidak memperdulikan kakinya dan langsung melanjutkan larinya menuju ke wc. Kakinya yang berdarah hanya diberikan plester luka saat dia selesai mandi dan memakai baju. Karena buru-burunya dia tidak sempat sarapan. Hana langsung menuju ke pemberhentian bus dengan kakinya yang pincang.
“Hana, kaki kamu kenapa?” Tanya Min joon saat dia bertemu Hana di kantor
“Oh, ini? Ini hanya luka biasa, aku tidak melihat ada meja di depanku!” jelas Hana
__ADS_1
Min joon hanya mengangguk mendengar alasan Hana dan langsung menarik tangan Hana menuju ke ruangan kerja mereka bersama-sama. Saat perjalanan, mereka bertemu dengan Direktur Hang. Seperti kebiasaan Korea ketika bertemu dengan orang yang lebih tua atupun pangkatnya yang lebih tinggi mereka harus menundukkan punggung mereka.
“Selamat Pagi Direktur Hang!” sapa Min joon
“Iya, pagi!” balik sapa Song tae
Hana terus memperhatikan Song tae, tanpa berkedip, tanpa aktivitas sedikitpun. Hana merasa yakin bahwa Song tae itu adalah Hiro. Namun lamunan Hana hancur ketika Min joon menyenggol tangan Hana.
“Hana.. kenapa kamu hanya diam?” Tanya Min joon sambil berbisik dan tersenyum panic di hadapan Song tae
“Pagi…!” sapa Hana ketus
“Darimana kamu tau kalau itu tentang cinta, aku hanya memanggil mu Hiro!” kata Hana marah
“Hanya ada 2 laki-laki yang dapat membuat perempuan ceroboh. Satu orang itu adalah Ayahnya atau …. cintanya!” jelas Song tae
“Bagaimana kalau Hiro itu adalah ayahku, kan kamu nggak tau!” kata Hana menguji
__ADS_1
“Kalau Hiro benar ayahmu, berarti ayahmu hanya selisih bulan denganmu!” kata Song tae bangga
Hana hanya diam mendengar penjelasan Song tae, dengan rasa campur aduk, Hana langsung meninggalkan Min joon dan Direktur Hang. Namun sebelum pergi Hana sempat membungkuk kepada Song tae.
“Hana tunggu!!, permisi Direktur Hang!” teriak Min joon dan membungkuk kepada direktur dan segera pergi memburu Hana
Saat jam kantor istirahat, Hana terus berpikiran tentang kata-kata direktur Hang tadi dan dari kejauhan, ada
Jin oh yang melihat Hana sedang sendirian dan langsung menemui Hana.
“Buang pikiran itu Hana, walaupun kata-katanya masuk akal, tapi dia itu psycho Hana!” pekik Hana dalam hati
“Lagi mikirin aku yah?” tebak Jin oh dengan sengaja dan membuat Hana kaget
“Mikirin Oppa? Haha! Lucu!” jawab Hana dengan wajah Hana yang datar
“Kalau kamu sering-sering senyum seperti ini, akan banyak laki-laki yang akan jatuh cinta. Mungkin aku juga termasuk!” kata Jin oh sambil menatap dalam mata Hana
__ADS_1
Seketika suasana menjadi hening, mata mereka berdua saling menatap sangat dalam. Jin oh semakin lama jantungnya semakin berdegup kencang, begitu juga Hana. Namun tiba-tiba, Jin oh memalingkan matanya dan membuat Hana ikut memalingkan wajahnya, suasana pun menjadi canggung.