
“Apa hubungannya Bito dengan kamu, dan dari yang kamu jelaskan sebelumnya, kamu tidak tau kalau Bito adalah adiknya Kyota,” rasa gelisah terus menerus menghantui Hana, mengingat perkataan Kyota kalau adiknya, Bito meninggal karena dirinya, padahal dia ingat denga jelas, ketika mendengar kabar Hiro yang sudah meninggal dia langsung memutuskan untuk pindah ke Korea, lalu kenapa meninggalnya Bito menjadi kesalahannya.
Selain penasaran dengan Kyota, ada yang lebih mengganggu di dalam pikiran Min joon. Dengan hati-hati dia kembali melayangkan pertanyaan ke Hana, “tapi aku pengen tau sesuatu tentang kamu,” Hana memalingkan wajahnya ke hadapan Min joon, “Seberapa dekat kamu dengan Song tae?” senyum kecil muncul di wajah Hana, “Dekat? ketemu saja langsung berantem!” , “Tapi kenapa dia lebih tau soal kamu daripada aku?” Hana kebingungan dengan pertanyaan Min joon yang tidak jelas itu, “Soal apaan?”.
“Soal cincin kamu, kenapa dia bisa tau kalau cincin itu ada alat pelacaknya, sedangkan aku apalagi Jin oh tidak mengetahuinya!” yang tahu soal cincin pelacak itu hanya dirinya, orang tuanya dan Hiro, itupun ketika mayat Hiro sudah ditemukan, cincin itu langsung di ambil oleh Ibu Hana, “Dia tau tentang cincin ini?”
Sungguh hari yang berat dan penuh kebingungan, dengan berani Hana meninggalkan kamar hotel dan Min joon sendirian, dia ingin menemui seseorang dan memperjelas situasi yang membingungkan itu. Tengg…tonggg… suara bell terdengar ketika Hana memencet bell kamar hotel Song tae. Tidak cukup 1 menit, pintu sudah terbuka
dan muncullah Song tae di balik pintu itu. Dengan izin, Hana pun masuk ke dalam kamar hotel itu., “kamu baik-baik saja?” Tanya Song tae berjalan di belakang Hana, “Iya , aku sudah baikan.. aku penasaran dengan sesuatu!”
Tidak menghiraukan pertanyaan Hana, dia hanya menawarkan minuman kepada Hana dan dibalas dengan
__ADS_1
permintaan air putih saja. Tak lama kemudian Song tae datang dan memberikan air putih ke Hana dan berdiri di depan Hana, “Aku penasaran tentang sesuatu!” lanjut Hana ketika selesai meminum air itu
“Tentang apa?”
“Kamu sebenarnya siapa?” Tanya Hana dengan tegas bersamaan dengan keningnya yang berkerut penasaran
“Aku? Hang Song Tae,” jawab Song tae ketus
“Maksud kamu?” jawab Song tae dengan terus mundur dan sesekali melirik ke belakang
“Kamu pasti seseorang yang sangat dekat dengan ku atau Hiro. Atau mungkin……….. kamu adalah…….. Hiro,” kata Hana yakin dengan ucapannya
__ADS_1
“Hiro.. Hiro.. Hiro, dari awal kita bertemu, nama yang kamu ucapkan adalah Hiro, apa aku segitu miripnya dengan mantan kamu?” kesal Song tae
“Tidak ada orang lain yang tau tentang cincin ini kecuali aku dan Hiro!” tegas Hana, “Kecuali kamu adalah Hiro atau orang yang paling dekat dengan dia, dan satu lagi.. Hiro dulu tidak punya siapa-siapa kecuali saya, katakan yang sebenarnya,” lanjut Hana dengan wajah yang kesal dan suara yang mengancam
“Aku adalah siswa teknik di California University, dan sudah pasti aku bisa menebaknya dengan hanya sekali lihat kalau cincin itu punya GPS,” Jelas Song tae masuk akal
“Hhaha, tidak mungkin..!” kata Hana tidak percaya dan yakin bahwa Song tae hanya berbohong
“Apa yang akan kamu lakukan jika aku katakan bahwa aku adalah Hiro!” kata Song tae pasrah mendengar perkataan Hana yang tidak ada akhirnya
“Apa.. kamu Hiro?” Tanya Hana dengan wajah yang sangat kaget dan mengeluarkan suara yang keras
__ADS_1
“Iya.. aku adalah Hiro,” jawab Song tae singkat, padat, namun tidak jelas bagi Hana