
Ayahnya pun juga menyusul keluar saat Song tae sudah melewati pintu masuk ruangannya. Ayah soneg tae berjalan menuju ke kamarnya dan bertemu dengan ibu Song tae.
“Bagaimana?” Tanya ibu Song tae dengan antusias
“Aku tidak berani memberitahunya, aku takut dia akan kehilangan harapan,” jelas ayah Song tae dengan nada yang bermasalah
“Meski begitu, lambat laun dia juga akan segera menyadarinya,”
“Jika begitu, biarkan dia sendiri yang menyadarinya,” tegas ayah Song tae
….Hana….
“Ohya, kapan direktur Hang akan bergabung dengan kita?” Tanya Min joon dengan penasaran
“Iya kapan?” Tanya Hana yang juga ikut penasaran
“Direktur Hang tidak akan datang soalnya dia ingin cepat-cepat melihat hyungnya yang lagi sakit,” jelas Jin oh yang tetap memakan makanannya
“Ohh… emangnya Song tae punya saudara yah?” Tanya Min joon tambah penasaran
__ADS_1
“Katanya sih gitu,”
“Tapi kenapa kita gak pernah lihat?” Tanya Hana sambil terus memakan makanan yang ada di mejanya
“Yah gitu, hyungnya direktur itu cacat, menurut yang aku dengar, dia mengalami kecelakaan saat pulang dari Jepang,”
“Haaah kecelakaan? Jepang?” kata Hana kaget sehingga makanan yang hampir masuk dimulutnya itu menjadi tidak jadi masuk
“Iya, dia melakukan perjalanan bisnis dan yah suatu accident terjadi, tapi aku pernah dengan rumor kalau sebenarnya, kakaknya Direktur Hang itu kecelakaan karena menolong direktur Hang, entah tolong dalam maksud apa sampai-sampai membuat kakaknya Direktur jadi cacat” jelas Jin oh dengan santai
Wajah Hana berubah menjadi kebingungan dan kembali mengingat kejadian 5 tahun yang lalu itu. Jin oh yang sudah menyadari kalau ucapannya itu menyinggung Hana apalagi, dia ingat kalau Hana pernah mengira kalau Direktur Hang adalah Hiro. Karena merasa bersalah Jin oh mengisi piring Hana dengan daging domba yang banyak.
“Ahh?? Aku nggak apa-apa, wahh apakah daging ini untuk saya semua?” kata Hana dengan fakesmile-nya yang jelas
“Hana sudahlah, hal itu juga sudah lama berlalu,” hibur Min joon
“Iya, aku tau,” kata Hana kembali sedih sambil makan dengan nafsu yang rendah, sangat berbeda dengan nafsu yang pertama kali makan daging domba
“Kamu sih,” kata Min joon meyalahkan Jin oh
__ADS_1
“Kok aku?” jelas Jin oh merasa bersalah ketika melihat Hana
Acara makan-makan itu berubah yang awalnya tadi sangat bernafsu untuk makan menjadi nafsu makan tingkat rendah. 30 menit berlalu yang hanya diisi dengan makan tanpa percakapan sedikitpun.
“Min joon, aku mau sendiri dulu yah, Oppa, kamu pulang dengan Min joon saja yah,” kata Hana meninggalkan meja makan
“Kamu benaran?” Tanya Min joon khawatir
“Kamu yakin bisa sendiri?” Tanya Jin oh berusaha melucu
“Aku sudah dewasa!!” tegas Hana dan langsun meninggalkan mereka berdua
“Kamu apa-apaan sih, bukannya menghibur malah meledek,” kata Min joon memarahi Jin oh
“Yah kan berusaha melucu,”
“Itu sama sekali nggak lucu!” tutup Min joon dengan makan
Hana berjalan keluar dari restoran dengan wajah yang sedih sambil di dalam pikirannya mengingat kejadian yang menimpa Hiro dan dirinya ketika di sekap di gudang. Hana hanya Berjalan mendekati trotoar untuk memanggil taksi berusaha untuk tidak lagi mengingat kejadian itu.
__ADS_1
“Stop Hana, hal itu hanya membuatmu menderita,” tegas Hana dalam pikirannya, “Taksi!!” panggil Hana ketika melihat taksi. Hana menaiki taksi dan menyebut alamatnya, dan taksi itupun segera meluncur ke tempat yang Hana katakan.