
….Past….
“Hana, mau pergi minum?” ajak Min joon
“Setuju, kamu benar-benar mengerti, Saranghae!” kata Hana sambil membentuk love lengannya di atas kepala
Mereka berdua pun pergi minum di sebuah warung makan terdekat, meminum soju dan makan makanan khas Korea yang ada di warung itu. Hana duduk sambil melihat semua orang yang ada di warung itu. Hana sangat cepat mabuk karena dia tidak tahan minum-minum. Melihat Hana sudah mabuk, Min joon memberanikan dirinya untuk curhat ke Hana.
“Hana, kamu mabuk?” ucap Min joon
“Apa? Hahaha!” kata Hana dengan mata yang sudah mau tertutup
“Hana, ada baiknya aku memberitahu mu hal ini ketika kamu mabuk!” kata Min joon sedih
“Hana, menurutmu apakah aku bisa menyukai seseorang seperti Jin Oh?” sambung Min joon dan tidak di perdulikan oleh Hana yang asik minum
__ADS_1
“Mungkin tidak bisa, karena Jin oh hanya menyukaimu! Aku hanya dianggap sahabat baginya!”
“Kau menangis. Kamu menagis karena sudah mau pulang yah. Baiklah ayo kita pulang?” kata Hana mabuk
Min joon hanya pasrah mendengar kata Hana dan keluar dari warung untuk memanggil taksi untuk Hana yang sudah mabukberat.
“Tolong bawa ke daerah Samdoeng gedung 26 yah!” sambung Min joon dengan supir taksi
Taksi Hana berlalu meninggalkan Min joon. Di perjalanan, Hana tiba-tiba sadar dari mabuknya dan mengingat ucapan yang Min joon katakana tadi.
“Kenapa tidak bilang dari dulu. Kamu adalah sahabatku, aku pasti akan membantu mu!” kata Hana sedih dalam hati
“Hahaha.. benarkah?” ketika mendengar Hana menceritakan masalahnya, Min joon berubah menjadi malu yang semula seperti bom yang meledak
“Baiklah aku akan berusaha lebih keras lagi dan tidak akan menyerah!” kata Min joon semangat
__ADS_1
Hana yang telah menyemangati temannya itu merasa lega, bahwa apa yang dia lakukan saat ini adalah hal yang sudah benar. Tapi dia juga merasa tidak enak kepada Jin Oh yang mana selalu membuatnya tertawa saat dia bersedih dan memberinya saran ketika Hana tersesat. Tapi itu adalah yang terbaik bagi Hana.
…Past…
Jin Oh langsung membalikkan badannya dengan perasaan senang, berharap bahwa jawaban Hana sesuai dengan apa yang dia harapkan. Lain lagi dengan Song tae, walaupun jawabannya Iya atau tidak dia akan tetap tidak peduli, meski begitu dia tetap penasaran apa yang akan Hana jawab.
“Jin Oh oppa, aku sudah menganggap mu sebagai kakakku!. Saat aku pertama kali datang ke Korea, kamu adalah orang pertama yang membuatku melepaskan masa lalu ku dan aku ingin tetap seperti dulu!” Hana menundukkan kepalanya membuat Jin Oh diam dan melepaskan genggaman tangan Hana
“Dan ada satu lagi, ada sesorang yang lebih menyayangimu daripada diriku. Dia selalu ada di sekitarmu, walaupun dia juga sibuk, tapi dia selalu menempatkan dirinya di sekitarmu!” ucap Hana sambil melirik kearah Song tae
“Min joon?” Tanya Jin oh
“Benarkan!, sedangkan dirimu sudah benar menebaknya!”
“Sejak kapan kamu mengetahuinya?” Tanya Jin oh penasaran
__ADS_1
“Kamu tidak perlu mengetahuinya, yang pasti aku bukan orang yang cocok bagimu, tapi Min joon yang lebih pantas untuk memilikimu!” kata Hana dan langsung pergi meninggalkan Jin oh sendiri
Ketika Hana pergi meninggalkan Jin oh, saat itu juga Song tae pergi meninggalkan tempat itu juga dan kembali menuju ke ruang kantornya. Karena jawaban yang di berikan Hana adalah “tidak”, ada perasaan senang yang Song tae rasakan dan membuatnya senyum-senyum sendiri. Lain lagi dengan Jin Oh, dia merasakan kecewa dan rasa malu terhadap Hana.