Rain Of Tears

Rain Of Tears
Episode 32


__ADS_3

        Tiba-tiba Jin oh berhenti dan otomatis Min joon pun juga ikut berhenti berjalan. Di dalam pikiran Min joon, mungkin Jin oh berhenti karena berubah pikiran untuk makan dengannya, dengan kata hati seperti itu wajah Min joon menjadi berkerut dan menghela nafas. Namun dengan cepat Jin oh melirik ke belakang dan memberi kode ke Min joon agar berjalan duluan. Min joon pun menurutinya.


“Ohh.. dia menyuruh ku duluan? Aku kira, rencana date aku gagal,” ucap Min joon lega dalam hati


            Ketika Min joon telah berjalan dan telah sejajar dengan Jin oh, Jin oh tiba-tiba berjalan berdampingan dengan Min joon. Walau sempat kebingungan mau bagaimana, Min joon hanya bisa mengeluarkan senyuman yang lebar ke Jin oh.


“What? Aku berjalan berdampingan dengan Jin oh, biasanya ada Hana di tengah, tapi sekarang aku hanya berdua dengan Jin oh. Tuhan semoga ini tidak pernah berakhir,” kata Min joon dalam hati bahagia sambil terus-terusan tersenyum


…Hana…


            Melihat Song tae dengan fokus memasak membuat Hana semakin teringat dengan Hiro. Cara tertawa Hiro, ngambeknya Hiro, perhatian dan kasih sayangnya Hiro sampai dengan mengingat bagaimana kejadian yang menimpa mereka berdua hingga membuat dirinya seperti sekarang ini.

__ADS_1


            Hana hanya bisa menghela nafas dari ingatan yang menyakitkan itu, “Sungguh sesuatu yang seharusnya telah dilupakan,” pekik Hana dalam hati dengan sedih


            Song tae berjalan mendekati Hana, dan mendapatinya bengong dengan ekspresi yang sedih. Sebenarnya Song tae sudah tau kalau saat ini dia mengingat Hiro dan Song tae juga sangat ingin memberitahukan bahwa Hiro masih hidup dan ada di Korea. Tapi hal itu semua sirna mengingat keadaan kakaknya yang tidak bisa apa-apa, Song tae tidak mau kakaknya mengingat kejadian itu untuk kedua kalinya karenanya.


“Masih pengen terus bengong? Makanannya sudah siap!” kata Song tae memecah lamunan Hana


“Oh iya..” kata Hana langsung berdiri dan melihat makanan yang tersedia di atas meja makan, dengan matanya yang celingak celinguk mendapati kimbab berada di antara makanan yang ada, “Kok ada kimbab? Tadi marah-marah karena kimbab!” tegur Hana melihat ada kimbab di atas meja


“Jadi ketika aku bilang kimbab sebelumnya, kamu kira aku pengen makan kimbab?” kata Hana tidak percaya


“Iya.. emangnya kamu pikir apa?” jawab Song tae

__ADS_1


“Aku kira kamu dengar aku ledekin kamu,” kata Hana dalam hati menyesali perkelahian yang telah di alami, “Oh.. tidak apa-apa, ayo makan kimbab, tapi kok hari ini kamu peduli benget ama aku, kamu perhatiin aku yah?” Tanya Hana penasaran dengan sikap Song tae hari ini


“Aku? Perhatian sama kamu? Ahahah, tidak mungkin, aku hanya khawatir sama kamu atas kejadianyang kemarin!” jawab Song tae tak sadar kalau dia menjawab IYA atas pertanyaan Hana


            Alis Hana tiba-tiba naik mendengar komentar Song tae yang tidak Song tae sadari. Dengan senyum licik Hana, Hana pun tanpa ragu menggoda Song tae.


“Ayo.. kamu pedulikan sama aku, ayo ngaku!!” goda Hana


“Nggak.. aku tidak peduli sama sekali sama kamu,” tegas Song tae. Hana berjalan menuju kearah Song tae yang berdiri santai meladeni godaan Hana, “Kamu pedulikan sama saya? Atau jangan-jangan, kamu menyukai aku!”


“Kamu nggak mau makan?” Tanya Song tae santai namun jantungnya tidak bisa berbohong, dengan godaan Hana seperti itu, dapat membuat jantung Song tae berdetak kencang

__ADS_1


__ADS_2