
Pangeran Jin menarik Liu Li, kemudian menyelinap pergi, begitu juga dengan pangeran Han dan pangeran Han Tian. Mereka berempat berhasil keluar dari kediaman pangeran Han Tian dan saat ini telah berada di kediaman pangeran Han.
"Pengobatan ini akan sedikit menyakitkan, bagaimana pangeran Han Tian?" tanya Liu Li.
"Aku sudah terbiasa merasakan sakit sejak kecil. Ayo lakukan," jawab pangeran Han Tian.
"Wei Hong, tolong ambilkan jarum akupuntur milikku di paviliun," pinta Liu Li pada Wei Hong yang baru saja tiba menyusul mereka.
"Baik, putri." Wei Hong segera melesat pergi.
"Sekarang ikat pangeran Han Tian di tiang ini," ucap Liu Li.
"Apa harus diikat?" tanya pangeran Han.
"Ya," jawab Liu Li cepat.
Kemudian tubuh pangeran diikat di sebuah tiang di tengah ruangan itu. Tak lama kemudian Wei Hong datang membawa jarum akupuntur yang Liu Li pinta.
Liu Li menusuk beberapa titik dengan jarumnya, "pangeran, aku harus mengikatmu selama beberapa jam ke depan. Bertahanlah."
Beberapa saat kemudian pangeran Han Tian mulai gelisah, ia sedang menahan sakit dalam tubuhnya.
"Liu Li, apa kakakku baik-baik saja?" tanya pangeran Han khawatir.
"Jangan khawatir, aku akan memberikannya obat penahan rasa sakit," ucap Liu Li sambil mengeluarkan pil dari dalam kantong bajunya, kemudian ia memasukkannya ke mulut pangeran Han Tian, "ini akan mengurangi rasa sakit yang pangeran derita."
Liu Li tinggal untuk menunggui pangeran Han Tian di dalam kamar pangeran Han selama beberapa jam, ia terus memantau keadaannya.
"Pangeran, istirahatlah bila kamu lelah," ucap Liu Li pada pangeran Jin yang sedang terduduk sambil menahan kantuk.
"Pangeran Jin nampak lelah, kembalilah ke paviliun. Aku akan tetap di sini untuk menjaganya," kata pangeran Han.
Kamu ingin mengambil kesempatan di tengah kesempitan? Jangan harap, batin pangeran Jin.
"Aku akan menemani Liu Li di sini," jawab pangeran Jin sambil menatap tajam pangeran Han.
"Hah ..." Liu Li hanya menghela nafas panjang melihat kedua pria di depannya yang tak pernah akur.
"Pangeran Han," seorang pengawal masuk dan memberi hormat, "permaisuri sedang mencari-cari keberadaan pangeran Han Tian. Permaisuri memerintahkan untuk memeriksa seluruh istana tanpa terkecuali. Sebentar lagi mereka akan sampai ke sini."
"Aku mengerti," jawab pangeran Han.
"Pangeran Han, sebenarnya proses penyembuhan pangeran Han Tian tinggal sebentar lagi, setelah aku melepas jarum akupuntur. Kita hanya perlu menahan mereka sebentar," ucap Liu Li.
__ADS_1
"Aku akan menahan mereka," kata pangeran Han, kemudian pangeran Han memerintahkan pengawalnya untuk membantu pangeran Han Tian untuk pindah ke ruangan dalam.
"Suruh pelayan untuk menyiapkan hidangan yang banyak di sini, kami akan makan," perintah pangeran Han.
Pengawal suruhan permaisuri datang ke kediaman pangeran Han saat mereka sedang menyantap makanan.
"Pangeran Han, kami mendapat perintah dari permaisuri untuk mencari pangeran Han Tian," lapor pengawal.
"Apa kalian tidak melihat aku sedang ada tamu," jawab pangeran Han dengan dingin, "jangan permalukan aku di depan tamuku!"
Pengawal merasa serba salah.
"Datanglah lagi nanti. Aku tahu kamu hanya melakukan perintah," kata pangeran Han.
"Baik pangeran, kami mohon diri." Para pengawal meninggalkan kediaman pangeran Han.
"Aku akan ke dalam dan memeriksa kondisi pangeran Han Tian. Kalian tetaplah di sini," ucap Liu Li sambil melangkah masuk.
Liu Li memeriksa kondisi pangeran Han Tian yang masih tidak sadar karena efek obat penenang. Kemudian ia melepas jarum akupuntur yang menusuk seluruh badannya satu per satu. Setelah dia melepasnya, pangeran Han Tian mulai sadar dan membuka matanya.
"Pangeran, apa yang kamu rasakan?" tany Liu Li.
"Tubuhku terasa ringan. Aku tak pernah merasa sebaik ini," jawab pangeran Han Tian.
"Aku berhutang hidup padamu," ucap pangeran Han Tian.
"Sudah tugasku sebagai seorang dokter," jawab Liu Li, "baiklah, karena pangeran Han Tian sudah sadar, mungkin pangeran Han Tian harus segera kembali ke istanamu. Aku akan memanggil pangeran Han," ucap Liu Li, lalu ia berjalan untuk memanggil pangeran Han.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Liu Li saat melihat pangeran Han dan pangeran Jin sedang berebut makanan menggunakan sumpitnya, "pangeran Han Tian sudah sadar."
Setelah mendengar perkataan Liu Li, pangeran Han menjadi lengah dan pangeran Jin berhasil merebut makanan itu menggunakan sumpitnya.
"Kamu curang," ucap pangeran Han.
"Kamu lengah," jawab pangeran Jin.
"Kalian seperti anak kecil," gumam Liu Li.
"Pangeran Han!" Tiba-tiba Yun Xie datang menemuinya.
"Pangeran, putri Yun Xie memaksa masuk," lapor pengawal yang berada di belakangnya.
"Keluar," perintah pangeran Han dengan dingin.
__ADS_1
Yun Xie merasa kecewa mendapat perlakuan dingin dari pangeran Han, "pangeran ..."
"Putri, mari pergi," ajak pengawal.
Dengan berat hati putri Yun Xie melangkahkan kakinya keluar, ia memandang Liu Li dengan penuh kebencian.
Kenapa kamu memandangku seperti itu? Pangeran Han yang mengusirmu, bukan aku, batin Liu Li.
Pangeran Han beranjak dari duduknya, "aku harus mengantar pangeran Han Tian ke istananya sebelum para pengawal kembali ke sini."
"Baiklah, kalau begitu kami akan kembali ke paviliun," ucap pangeran Jin.
"Pangeran Han, nanti datanglah ke paviliun untuk mengambil obat pangeran Han Tian," pinta Liu Li.
"Aku akan datang," jawab pangeran Han.
"Istriku, ayo pergi." Pangeran Jin menggandeng tangan Liu Li untuk menunjukkan kemesraannya.
Pangeran Han hanya bisa menatap punggung Liu Li yang kemudian menghilang di balik pintu.
Setelah berdiri mematung cukup lama, kemudian pangeran Han membantu pangeran Han Tian kembali ke istananya.
"Kakak, istirahatlah. Ingat, kamu harus hati-hati dengan makananmu," kata pangeran Han.
"Aku tahu," jawab pangeran Han Tian.
Kemudian pangeran Han berjalan kembali menuju kediamannya. Tapi, ia bertemu permaisuri di tengah jalan.
"Apa pangeran sudah menemukan orang yang membakar kebunku?" tanya permaisuri.
"Aku belum menemukannya. Para pengawalku masih menyelidikinya," jawab pangeran Han.
"Apa kamu terlibat dalam pembakaran itu?"
"Untuk apa aku membakarnya? Bukankah itu tak ada gunanya untukku."
Jawaban pangeran Han membuat permaisuri tertegun, "kamu ..."
"Ibu, Han Yu mohon diri," pamit pangeran Han.
"Tunggu," cegah permaisuri, "bersikap baiklah pada Yun Xie. Kalian akan menikah besok."
Pangeran Han tak menjawab, ia hanya menatap permaisuri sejenak kemudian melangkahkan kaki menuju kediamannya.
__ADS_1
Aku tak menolak untuk menikah dengannya. Sekarang kamu memintaku untuk bersikap baik padanya. Besok kamu akan memintaku untuk mencintainya, batin pangeran Han. Aku lebih suka berada di medan perang dari pada harus tinggal berlama-lama di istana.