Reinkarnasi Permaisuri

Reinkarnasi Permaisuri
Pangeran Han Menikah


__ADS_3

Setelah malam tiba, pangeran Han menuju paviliun tempat Liu Li dan pangeran Jin.


"Apa kalian sudah makan?" tanya pangeran Han.


"Kami baru saja menghabiskan makan malam," jawab Liu Li. Kemudian Liu Li mengambil bungkusan dari dalam kotak obatnya dan menyerahkannya pada pangeran Han, "berikan satu hari satu butir pada pangeran Han Tian sampai habis."


"Apa dia tak perlu diperiksa lagi olehmu?" tanya pangeran Han, ia berharap Liu Li akan tinggal lebih lama.


"Tidak perlu. Obat ini sudah cukup untuknya," jawab Liu Li.


"Kami akan pergi setelah upacara pernikahanmu besok," kata pangeran Jin.


"Kalian baru beberapa hari di sini dan aku telah membuat kalian sibuk dengan urusanku. Aku belum sempat menunjukkan danau dan pemandangan indah yang ada di istana. Tinggallah lebih lama lagi," pinta pangeran Han.


"Ya, kamu merepotkan Liu Li," ucap pangeran Jin.


"Tinggallah lebih lama. Aku akan menjamu kalian dengan baik sebagai permintaan maaf," ucap pangeran Han sungguh-sungguh.


"Pangeran, jangan bersikap seperti itu. Kita adalah teman. Mungkin suatu saat aku akan membutuhkan bantuanmu," kata Liu Li.


Pangeran Han tersenyum mendengarnya, teman ya? Aku hanya teman untukmu, batinnya.


“Kamu bisa meminta bantuanku kapan saja,” jawab pangeran Han, “baiklah, aku harus kembali. Kalian istirahatlah," kata pangeran Han, kemudian ia meninggalkan Liu Li dan pangeran Jin karena hari sudah semakin gelap.


Keesokan harinya, pesta pernikahan pangeran Han diadakan dengan meriah. Para penguasa dan pejabat dari berbagai negeri datang untuk memberi selamat dan hadiah.


Pangeran Jin dan Liu Li sedang duduk dan menikmati mewahnya pesta yang digelar, "pestanya sungguh mewah," puji Liu Li.


Pangeran Jin menatap Liu Li penuh arti, "apa kamu suka?"


"Tentu saja," jawab Liu Li tanpa ada maksud apa pun.


"Liu Li," pangeran Jin menggenggam tangan Liu Li dengan lembut, "aku menyesal karena pesta pernikahan kita diselenggarakan dengan sangat sederhana," ucap pangeran Jin.


Liu Li mencoba mengingatnya, saat itu memang pesta diselenggarakan dengan sederhana karena pangeran Jin harus segera pergi untuk memimpin perang. Hal itu pula yang membuat rumor tak sedap menyebar di negeri Fang, Liu Li ditinggalkan pangeran Jin saat malam pernikahan.


Mengingat hal itu, wajah Liu Li berubah sedih. Ia merasa kasihan dengan Liu Li yang dulu.


"Apa kamu menginginkan pesta yang mewah? Aku akan menggelarnya untukmu," ucap pangeran Jin sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Karena aku ... aku mencintaimu."


Pangeran Jin belum pernah mengucapkan kata-kata itu sebelumnya, hal ini membuat Liu Li sangat terkejut. Di antara riuhnya pesta, ia dapat mendengar jelas apa yang baru saja pangeran Jin ucapkan. Tapi, kemudian Liu Li memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya.


Pangeran Jin menyatakan cinta?! Rasanya seperti melayang. Tapi, aku mau memberikan pelajaran untuknya atas apa yang ia lakukan dulu saat dia meninggalkanku di malam pernikahan, batin Liu Li.


"Liu Li ..." panggil pangeran Jin.


Liu Li kembali menatap pangeran Jin.


"Kenapa kamu diam saja?" tanya pangeran Jin.


"Lalu aku harus berkata apa?" Liu Li balik bertanya.


Katakan bahwa kamu juga mencintaiku! Aku telah mengungkapkan perasaanku padamu. Bukannya kamu harus bangga mendapatkan cinta dari seorang pangeran Jin yang tampan dan gagah ini?! batin pangeran Jin.


"Kamu tak ingin mengatakan sesuatu?" harap pangeran Jin.


"Tidak," jawab Liu Li cepat.


Rasakan, pangeran harus merasakan bagaimana rasanya diabaikan, batin Liu Li.


"Pangeran Han," sapa Liu Li saat melihat pangeran Han berjalan mendekatinya, "selamat atas pernikahanmu," ucap Liu Li.


Pangeran Han tersenyum hambar, "apakah kamu akan berangkat malam ini? Kenapa tidak besok pagi? Perjalanan malam rawan dengan bahaya." Pangeran Han masih berusaha membujuk Liu Li untuk tetap tinggal.


"Saat ini para pengawal sedang beristirahat. Mereka akan siap melakukan perjalanan nanti malam," jawab pangeran Jin.


"Apakah ada sesuatu yang mendesak?" tanya pangeran Han.


"Akan ada pertemuan para menteri di istana. Raja memintaku untuk hadir," jawab pangeran Jin.


"Aku tak bisa mencegah kalian lagi," ucap pangeran Han dengan putus asa.


"Pangeran, hari ini adalah hari besar untukmu. Tak seharusnya kamu bersedih untuk kepergian kami," ucap Liu Li.


Ya, aku sangat sedih ketika akan berpisah darimu, batin pangeran Han.

__ADS_1


Hari ini waktu terasa berjalan sangat cepat bagi pangeran Han. Ia terus saja memikirkan Liu Li. Hingga malam pun tiba, Liu Li dan rombongannya telah siap meninggalkan negeri Dong.


Pangeran Han menyerahkan sebuah kotak kayu pada Liu Li, "terimalah. Negeri Dong akan selalu menerima kedatanganmu," ucap pangeran Han.


Liu Li menerima pemberian pangeran Han, "aku menerimanya dengan senang hati," ucap Liu Li.


"Bila ada yang menyakitimu dan kamu membutuhkan perlindungan, aku selalu siap untukmu," ucap pangeran Han sambil melirik pangeran Jin.


Pangeran Jin membalas lirikan pangeran Han dengan tatapan dingin.


"Hari semakin gelap, ayo kita berangkat," ajak Liu Li, "selamat menikmati malam pertama pangeran Han," ucap Liu Li sambil naik ke atas kereta kuda.


"Cepatlah masuk! Jangan biarkan pengantinmu menunggu, segera temui dia," ucap pangeran Jin dengan senyum penuh arti. Kemudian ia menyusul Liu Li naik ke kereta kuda.


Apakah pengantin pangeran Han sedang menunggu? Tentu saja. Saat ini pengantin wanita sedang duduk sendirian di kamar pengantin. Putri Yun Xie masih mengenakan pakaian pengantinnya yang berwarna merah dan penutup kepala yang juga menutupi wajahnya.


"Kenapa pangeran Han belum datang?" gumam Yun Xie sedih.


Lilin di meja sudah hampir padam, tapi pangeran Han belum juga menemui perempuan yang baru saja ia nikahi itu.


"Pangeran Han ... kamu tak akan mengabaikanku kan," ucap Yun Xie dengan gelisah.


"Kreeeek." Suara pintu dibuka. Pangeran Han memasuki kamar.


Yun Xie tanpa sadar beranjak dari duduknya dan menyambut kedatangan pangeran Han dengan gembira, "pangeran," sapanya senang.


"Siapa kamu? Kenapa kamu ada di sini?" tanya pangeran, tubuhnya mengeluarkan aroma arak yang kuat.


"Pangeran sedang mabuk?" tanya Yun Xie, "aku akan membantu pangeran beristirahat." Yun Xie mengulurkan tangannya untuk membantu pangeran Han yang berjalan tak terarah.


Pangeran Han menepis tangan Yun Xie dengan kasar, "aku tak mengenalmu!" serunya. Kemudian ia berjalan ke ranjang dan berbaring dengan sembarangan di atasnya dengan sepatu masih terpakai di kakinya.


Yun Xie merasa sangat sedih mendapat perlakuan yang buruk dari pangeran. Ia menutup pintu kamar kemudian duduk di kursi sambil meneteskan air mata. Dilihatnya dari tempat duduknya, pangeran Han telah tertidur pulas.


“Apakah Yun Xie kurang cantik di mata pangeran?” guman Yun Xie sedih.


Pangeran Han dapat mendengar gumaman Yun Xie dengan jelas karena ia hanya berpura-pura sedang tidur untuk menghindarinya.


Tidak, kamu cantik. Tapi, hatiku tak dapat berpaling darinya, jawab pangeran Han dalam hatinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2