Reinkarnasi Permaisuri

Reinkarnasi Permaisuri
Operasi Sesar


__ADS_3

"Pangeran, aku sudah menyelidikinya," lapor Wei Hong, "Tuan putri dalam dua tahun terakhir ini selalu berada di dalam mansion dan tidak mungkin untuk ditukar. Aku bisa menyelidikinya lebih lanjut jika ..."


"Tidak perlu, dia adalah Liu Li," jawab pangeran. Apa yang bisa mengubah orang sepenuhnya? batin pangeran.


"Pangeran, ibu suri ingin berjumpa dengan pangeran di istananya."


"Besok aku dan Liu Li akan mengunjunginya. Beri tahu Liu Li."


"Baik, pangeran."


Pangeran sudah lama berada di medan perang, pantas saja bila ibunya merindukannya.


Keesokan harinya, pangeran Jin dan Liu Li berada di istana ibu suri.


"Liu Li memberi hormat pada ibu suri," Liu Li membungkuk memberi hormat.


"Jin memberi hormat pada ibu suri."


"Jin, aku sangat merindukanmu. Bagaimana keadaanmu? Kudengar kamu terluka," tanya ibu suri.


"Aku baik-baik saja, Liu Li merawatku dengan baik."


"Berkat keahlianmu, putraku dapat tertolong tepat waktu. Tapi kudengar, kamu mengusir seorang selir dari mansion pangeran Jin. Mengingat jasamu, aku hanya akan menghukummu dengan ringan. Salinlah 50 kali hukum wanita sebagai hukumannya!" perintah ibu suri.


"Baik, Liu Li memang bodoh," Liu Li membungkuk, "Liu Li rela melakukan apa pun demi pangeran, bahkan mengorbankan diri sekali pun. Tapi Liu Li tidak bersedia berbagi cinta dengan wanita lain. Tapi ... saat melihat pangeran menggandeng tangan selir lain, asal pangeran bahagia, Liu Li tak peduli dengan yang lain ..."


Menggandeng tangan selir? Kapan aku melakukannya? batin pangeran.


"Liu Li, berdirilah! Inilah kehidupan wanita." Ibu suri menjadi bersimpati pada Liu Li, "anak baik, kemarilah. Aku ingin berbicara denganmu."


Seorang pelayan menghadap ibu suri dan berbicara dengan terengah-engah, "ibu suri, putri Ming sepertinya akan segera melahirkan!"


"Ya ampun, dia baru hamil tujuh bulan. Bagaimana bisa dia akan segera melahirkan? Ayo cepat kita pergi melihatnya."


Semua yang berada di sana mengikuti ibu suri menuju istana pangeran Zheo. Putri Ming merupakan istri pangeran Zheo.


"Bukankah dia baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba dia akan melahirkan?" tanya ibu suri pada pangeran Zheo.


"Tabib kerajaan mengatakan bahwa dia keracunan. Demi keselamatan anaknya, tidak ada pilihan selain memberinya obat untuk kontraksi," jelas pangeran Zheo.


"Berani sekali, siapa yang melakukan itu padanya?!" Ibu suri nampak marah.


Tabib istana keluar dari kamar putri Ming, "ibu suri, putri Ming pingsan. Saya ... saya tidak bisa berbuat apa-apa!" Tabib berlutut di hadapan ibu suri.


"Tidak peduli cara apa yang kalian gunakan, kalian harus menyelamatkan putri Ming!" perintah ibu suri.


Tabib masih membungkuk, "jika putri Ming bisa melahirkan anak itu, maka dia bisa selamat. Tapi saat ini, obat oksitoksin (kontraksi) tidak bekerja. Saya tidak bisa berbuat apa-apa."


"Bagaimana kalau operasi sesar?" tanya Liu Li.

__ADS_1


"Saya pernah membacanya di buku pengobatan. Tapi tabib di kerajaan tak ada yang mampu melakukannya," jawab tabib.


Pelayan berlari ke luar dari kamar putri Ming, "berita buruk! Putri mengalami pendarahan serius!"


Pangeran Zheo nampak semakin cemas.


"Ibu suri, biarkan aku mencobanya. Jika gagal, aku bersedia mengorbankan hidupku sebagai permintaan maaf. Nyawa dibayar nyawa." Sebagai seorang dokter, Liu Li tidak dapat menahan dirinya untuk menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan.


"Apa kamu tahu yang kamu bicarakan?!" ucap pangeran Jin.


"Putri Ming tidak bisa menunggu lagi. Ibu suri, aku mohon padamu, biarkan aku mencobanya. Bersiaplah untuk operasi sesar!"


"Bagaimana menurutmu?" tanya ibu suri pada pangeran Zheo, "dia adalah istrimu. Kamu yang membuat keputusan."


"Aku telah melihat kemampuan medis bibi sebelumnya. Biarkan bibi mencobanya," jawab pangeran Zheo.


Liu Li lega mendengarnya, "siapkan pisau belati, jarum, benang, arak, baki, dan gunting," perintah Liu Li pada pelayan.


"Aku masih memerlukan tabib kerajaan untuk membantuku. Baiklah, mari kita mulai."


Dua jam kemudian.


Kaisar dan permaisuri pun telah menunggu di luar kamar.


"Oeek oeek." Tangisan bayi terdengar.


"Apakah itu tangisan bayi? Benarkah?" tanya ibu suri.


Liu Li membuka pintu kamar, "selamat pangeran, ibu dan anak selamat."


"Bagaimana keadaan Ming?"


"Saat ini kondisinya aman, tapi jika racun dalam tubuhnya tidak segera diobati ..." jawab tabib.


"Apa kamu tahu dia terkena racun apa?"


"Aku tidak tahu," jawab tabib, "tapi aku ingat tahun lalu, negara seberang pernah menghadiahkan sekuntum bunga lotus salju. Bunga ini dapat menyembuhkan berbagai macam jenis racun."


"Selama itu bisa membantu. Cepat kirimkan orang untuk mengambilnya!" perintah raja.


"Terima kasih, ayahanda," ucap pangeran Zheo.


"Liu Li, kamu telah berjasa menyelamatkan cucuku. Aku ingin memberimu hadiah, apa yang kamu inginkan? Jangan ragu, katakan saja." tanya raja.


"Anak ini berjodoh denganku. Aku harap raja memberiku restu agar aku bisa menjadi orang tua asuhnya."


"Kamu adalah penyelamat anak ini. Aku akan merestuinya," ucap raja.


Permaisuri menggenggam tangan Liu Li, "kamu telah menyelamatkan Ming dan anaknya, kamu adalah penyelamatku. Kelak jika ada yang menindasmu, beritahu saja padaku. Aku akan memberinya pelajaran."

__ADS_1


"Terima kasih raja dan permaisuri," ucap Liu Li.


Bunga lotus telah dilarutkan dalam air dalam sebuah mangkuk. Pangeran Zheo memberikannya pada putri Ming yang masih terbaring lemah. Tapi tak disangka, baru satu suap yang masuk ke mulutnya, putri Ming malah terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Tabib, tabib!" teriak pangeran Zheo.


Tabib dan Liu Li masuk ke kamar putri Ming.


"Apa yang terjadi? Dia baru saja meminum obatnya, kenapa langsung muntah darah?" tanya pangeran Zheo dengan khawatir.


Tabib memeriksa denyut nadi putri Ming, "bukankah bunga lotus salju bisa menyembuhkan segala jenis racun? Mengapa bisa menjadi semakin memburuk?"


"Berani sekali memasukkan racun dalam istana! Pengawal, selidiki semua ini!" perintah raja.


"Cepat, siapkan air garam, sup kacang hijau, dan sup jamur lingzhi!" perintah Liu Li pada pelayan.


"Baik." Pelayan segera berlari ke luar.


Liu Li mendekati putri Ming yang terbaring lemah di ranjangnya, "bertahanlah, jika kamu pergi suamimu akan sedih. Anakmu baru saja lahir, dan orang tuamu tidak bisa menahan rasa sakit ini."


"Putri, sup lingzhi sudah datang," pelayan datang dengan tergopoh-gopoh.


Liu Li membantu putri Ming meminum supnya, "kamu harus meminumnya, agar memiliki harapan untuk sembuh."


Setelah meminum sup, kondisi putri Ming terlihat lebih baik. Ia sudah bisa tersenyum. Kemudian Liu Li keluar kamar, meninggalkannya bersama pangeran Zheo.


"Bagaimana kondisinya?" tanya raja yang masih menunggu di luar.


"Dia baru saja pulih, tapi kondisinya belum stabil," jawab Liu Li.


"Kamu juga lelah," ucap pangeran Jin, "pergilah beristirahat dulu. Aku masih harus menyelidiki kasus bunga lotus salju. Malam nanti aku akan menjemputmu keluar istana."


"Aku akan mengunjungi biro tabib istana dahulu."


Liu Li bergegas menuju biro tabib istana.


"Memberi hormat pada putri Jin." Para tabib istana membungkuk memberi hormat.


"Tidak perlu sungkan, aku ke sini untuk berdiskusi dengan kalian tentang racun putri Ming," ucap Liu Li.


"Kami telah membaca semua buku medis kuno, tapi masih belum dapat memastikan racun yang menyerang putri Ming."


"Daripada membuang waktu untuk mencari racun apa, bukankah lebih baik mencari obat yang bisa mengobati semua racun?"


"Apa yang putri katakan memang benar. Tapi pernahkah putri mendengar rumput herbal?"


"Rumput herbal? Maksudmu rumput liorice?"


"Mungkin," jawab tabib, "rumput ini tumbuh di puncak gunung, sangat langka dan sulit ditemukan. Ia bisa mengobati berbagai macam racun." Tabib menyerahkan sebuah buku dengan gambar rumput herbal, "buku ini diberikan oleh guruku. Di dalamnya tercatat mengenai rumput herbal."

__ADS_1


Liu Li melihat gambar dengan teliti, "daun ramping, bentuknya seperti gerigi dengan warna hijau tua, dan lingkaran kecil berwarna putih di dedaunan," ucap Liu Li, "sebelumnya aku pernah melihat rumput herbal ini!"


__ADS_2