
"Pangeran Jin!" Semua wanita yang hadir dibuat terkagum-kagum dengan kehadiran pangeran, dia benar-benar tampan.
Paman Liu Li terkejut melihat kehadirannya, ia tak menyangka pangeran akan datang karena menurut mata-matanya, pangeran akan tiba di sini dua hari lagi.
Pengeran Jin melangkah masuk ke ruangan, ia berhenti di depan kedua menteri yang ikut berkomentar buruk terhadap Liu Li.
"Yang Mulia." Kedua orang menteri memberinya salam dengan gelisah.
Pangeran Jin berkata dengan dingin, "aku melihat kalian lumayan hebat dalam mencampuri urusan keluarga orang lain. Bukankah akan lebih cocok kalau aku mengirim kalian menjadi petugas di wilayah selatan?"
"Kami tidak berani, kami terlalu bermulut besar. Tolong pangeran jangan masukkan ke dalam hati." Kedua menteri memohon pengampunan, mereka benar-benar tak berharap pangeran Jin marah.
"Jin, bukankah kamu akan kembali dua hari lagi?" tanya raja, "kapan kamu kembali? Berita besar seperti ini, kenapa tidak ada orang yang melaporkannya?"
"Yang mulia," ucap pangeran Jin, "untuk masalah kembali lebih awal aku akan menjelaskannya nanti. Sekarang urusan keluargaku membuat semua orang khawatir, jadi harus membereskan masalah ini dulu."
Para wanita kembali berbisik, "kali ini Liu Li pasti mati. Dia berani mengkhianati pangeran Jin dan tertangkap di hadapannya."
"Tentu saja! Cara pangeran Jin menyelesaikan masalah dari dulu adalah dengan jalan kekerasan."
"Lagi pula, Liu Li adalah sampah, pangeran juga tidak ada perasaan apa pun padanya."
Semua memandang Liu Li yang tidak bisa lolos dari malapetaka. Walau pangeran tidak mencintainya, ia tidak akan membiarkan istrinya mengkhianatinya.
"Kamu selingkuh dengan laki-laki lain?" tanya pangeran Jin pada Liu Li.
"Ya." Liu Li memasang wajah polosnya.
"Bagaimana dengan pria malam itu?"
"Dia tinggi, tampan, dan kulitnya terasa halus. Tapi ototnya sangat kuat, rasa sentuhannya sangat luar biasa! Yang terpenting dia kaya dan sangat kuat," ucap Liu Li dengan menggebu, "satu kata untuk merangkum semuanya, sempurna."
"Liu li, ternyata kamu punya laki-laki simpanan di belakang pangeran Jin!" teriak Xiao Wu, "dan kamu masih berani mengatakannya dengan tidak tahu malu di depan umum?! Secara tidak langsung kamu menghancurkan reputasi keluarga Maros Utara!"
Liu Li mengacuhkan Xiao Wu, lalu berkata pada pangeran, "menurut pangeran bagaimana?"
"Lumayan," jawab pangeran.
__ADS_1
Mendengar hal itu dari pangeran, semua yang hadir terkejut dan merasa heran, apakah pangeran tidak tahu bila istrinya sedang mengkhianatinya.
"Wei Hong," pangeran memanggil pengawal pribadinya.
"Pangeran," jawab Wei Hong yang berdiri di belakangnya.
"Katakan dengan jelas kepada yang mulia dan para petinggi apa yang terjadi pada hari itu."
Wei Hong memberi hormat pada raja dan mulai menceritakannya, "dalam perjalanan pulang pada hari itu, pengeran tiba-tiba diserang oleh beberapa orang hingga terluka, karena itu kami mengirim surat dan memberi kabar pada tuan putri. Tuan putri baru menerima surat itu pada malam hari, untuk itu ia bergegas meninggalkan kota dan bertemu pangeran dan memberikan pertolongan pada luka pangeran."
Semua yang mendengarnya terkejut, mereka tak mengira Liu Li menyelamatkan pangeran karena Liu Li terkenal dengan kebodohannya.
"Siapa yang memiliki nyali sebesar ini dan melukai adikku?" tanya raja, "Jin, benarkah itu? Malam itu Liu Li menyelamatkanmu?"
"Hanya sekumpulan orang biasa saja, markas mereka telah dihancurkan oleh prajuritku," jawab pangeran Jin, "yang mulia tidak perlu khawatir. Tapi tidak disangka, seseorang menjadikan ini sebagai sebuah kebohongan," lanjutnya sambil melirik paman Liu Li.
Paman dan bibi Liu Li mulai gusar, mereka takut kebohongannya terbongkar dan mendapatkan hukuman berat.
"Aku akan membereskan orang yang memfitnahmu. Kamu ingin bagaimana membereskannya?" tanya pangeran pada Liu Li.
"Pangeran yang paling tahu," jawab Liu Li.
"Usia kedua petinggi ini sudah tua," ucap pangeran pada kedua menteri yang tadi ikut berbicara, "menurut pendapatku, daripada memilih hari, lebih baik kalian bisa pulang ke kampung halaman kalian dan menjadi petugas yang memiliki banyak waktu luang di sana. Kalian bisa menikmati masa tua kalian," lanjut pangeran Jin, "bagaimana pendapat yang mulia?"
"Aku setuju. Karena ini masalah keluarga pangeran Jin, kalu begitu biar dia yang memutuskan." Raja mendukung keputusan pangeran Jin.
Kedua menteri hanya bisa pasrah. Mereka tidak seharusnya menyinggung pangeran Jin, bahkan yang mulia pun tidak bisa menolong.
"Pangeran, apa yang harus dilakukan dengan pengawal gerbang yang memfitnah tuan putri?" tanya Wei Hong.
"Pangeran, tolong ampuni saya!" Penjaga membungkuk dan memohon, "ini semua salah hamba yang memiliki mata yang buruk, jadi menyebabkan salah paham terhadap tuan putri."
Pangeran bertanya pada Liu Li, "orang ini, bagaimana kamu ingin mengurusnya? Katakanlah kepadaku." Pangeran menatap lembut Liu Li, "hari ini, di istana ini, ada aku yang melindungimu. Tak ada seorang pun yang berani melukaimu."
Pangeran Jin begitu baik pada Liu Li, Liu Li menjadi takut bila kelak dia akan benar-benar jatuh cinta padanya.
"Penjaga ini hanya dengan mulutnya saja melempar air yang kotor padaku, kalau saja aku benar-benar dihukum karena berselingkuh dengan pria lain." Liu Li menatap penjaga dengan sorot mata yang tajam, "aku takut tidak hanya aku saja yang mati, tapi masih memberikan mansion pangeran Jin sebuah penghinaan. Beri hukuman setimpal pada semua mereka yang punya niat buruk padaku dan pangeran Jin."
__ADS_1
"Tuan putri, tolong ampuni aku. Ini semua karena mata hamba telah ditutup." Penjaga berteriak memohon ampun, ia tak mau mendapatkan hukuman mati, "masalah ini semuanya adalah--"
"Plak!!!" Paman Liu Li menampar wajah penjaga.
"Masih berani meminta ampun!" Wajan paman nampak emosi, "reputasi keluargaku juga hampir dirusak olehmu! Kamu layak mati!" Paman memukul bagian vital penjaga itu hingga ia mati seketika.
"Paman, bukankah perbuatanmu ini terlalu buru-buru?" tanya Liu Li.
"Ini salahku, hampir saja salah mempercayai orang kecil ini. Orang-orang dari Maros Utara tidak akan membuat hal yang mempermalukan nama keluarga seperti ini. Paman juga telah marah padamu sampai tidak bisa ditahan, jadi aku akan menghukumnya untukmu. Jadi aku tidak bisa mengontrol diriku untuk sesaat dan memukul penjaga kecil ini sampai mati."
"Maros Utara, kamu berlebihan mencampuri urusan orang lain!" kata raja.
Paman membungkuk pada raja, "saya terlalu tidak sabar jika untuk membela keponakanku, yang mulia. Aku akan menerima hukuman karena melanggar hukum dan membunuh penjaga kecil ini di dalam istana."
"Baiklah-baiklah, Liu Li adalah anggota Maros Utara, aku bisa mengerti perasaanmu sebagai pamannya," ucap raja, "tapi ke depannya tidak boleh melanggar peraturan dan melanggar hukum, atau kamu akan mengganggu prosedur hukum."
Paman Liu Li sangat tidak sabar untuk membunuh penjaga itu, tingkah lakunya sudah sangat jelas. Sedangkan kaisar tidak memiliki niat untuk menyelidikinya, sepertinya orang-orang yang ikut campur urusannya tidak semudah yang terlihat.
Masalah ini ditujukan padaku atau pangeran Jin, hubungan yang mulia dan pangeran tidak sedamai yang terlihat, batin Liu Li.
"Jin, hasil dari masalah kali ini bisa dibilang memberikan Liu Li pelajaran dan juga memberikan peringatan pada publik. Masalah malam ini diselesaikan sampai sini saja, bagaimana?" ucap raja.
Pangeran Jin menggenggam tangan Liu Li, "aku harap hal ini tidak akan terjadi ke depannya. Jika ada, aku sendiri bisa menyelesaikannya."
Wanita-wanita mulai berbisik lagi, "tak disangka pangeran sangat melindungi Liu Li. Tampaknya Liu Li menyelamatkan pangeran bukanlah sebuah kebohongan."
"Kenapa bukan aku yang menyelamatkan pangeran pada hari itu!"
Xiao Wu yang tak terima mendengar bisikan-bisikan itu terpancing emosi dan berteriak, "kalian jangan mau ditipu oleh Liu Li! Dia adalah orang bodoh! Bagaimana mungkin dia menyembuhkan orang lain!"
Pangeran Zhao berbicara, "di dalam istana, di atas ruang utama ini, kamu harus berhati-hati dengan kata-katamu. Kalau menghina keluarga kerajaan, hukuman terberat adalah hukuman mati."
Xiao Wu tercengang mendengarnya, ia melihat pangeran Jin juga tengah menatapnya dingin. Dengan segera ia bersujud menyelamatkan diri, "pangeran Jin, maksud Xiao Wu adalah ... kita semua tahu kemampuan dia sebelumnya. Tapi dengan tiba-tiba ahli dalam ilmu medis, benar-benar sulit dipercaya."
"Apakah kamu meragukan perkataanku?" tanya pangeran Jin.
"Tidak, tidak! Xiao Wu tidak bermaksud begitu." Xiao Wu ketakutan melihat tatapan pangeran yang seakan hendak membunuhnya.
__ADS_1