Reinkarnasi Permaisuri

Reinkarnasi Permaisuri
Menjebak Penjahat


__ADS_3

Liu Li sengaja keluar dari semak-semak dari arah lain, ia tak ingin para penjahat itu mengetahui persembunyian pangeran Jin.


"Tuan-tuan permisi, aku tersesat. Bisakah kalian memberi tahuku jalan keluar dari hutan ini?" tanya Liu Li sambil berjalan menghampiri mereka.


Para penjahat itu tertawa mendengarnya, "hahaha ... nona cantik, dari mana kamu datang? Di mana temanmu?" tanya salah seorang dari mereka.


"Aku sendirian datang dari desa dekat hutan ini. Aku hanya berjalan-jalan untuk mencari tanaman obat di hutan ini untuk tuanku, ia seorang tabib di desa. Tapi kemudian aku tak bisa menemukan jalan pulang. Padahal aku sudah sering keluar masuk hutan ini sendiri," kata Liu Li untuk meyakinkan kawanan penjahat di depannya, "ah, itu daging rusa yang besar," serunya gembira sambil menunjuk rusa hasil buruan yang tergeletak di tanah.


"Kalau kalian mau menunjukkan jalan pulang untukku, aku akan membuatkan daging rusa bakar yang nikmat. Sepertinya kalian mengenal hutan ini lebih baikcdariku," ucap Liu Li memberi penawaran. Liu Li tahu, para penjahat itu tak akan membiarkannya keluar dari hutan, ia hanya ingin mencampurkan obat tidur pada makanan mereka.


"Kakak, biarkan dia yang memasaknya," ucap salah seorang dari mereka.


"Itu kan bagianmu untuk memasaknya!"


"Ayolah kak, masakan dari seorang wanita pasti sangat enak," rayunya.


Sebenarnya ia hanya malas, ia sangat senang dengan tawaran Liu Li, itu akan meringankan tugasnya.


"Baiklah," jawabnya, "hei nona cantik, buatkan kami rusa panggang yang enak," perintahnya, sepertinya ia pimpinan dari para penjahat, ia yang paling dihormati.


"Dengan senang hati," jawab Liu Li, "bisa tunjukkan aku di mana ada air? Aku harus menguliti rusa ini."


"Rong, antar nona cantik ini ke sungai," perintah pimpinan penjahat.


"Baik, kak."


"Jangan macam-macam padanya," perintah pimpinan, "dia milikku," ucapnya tanpa mengeluarkan suara.


"Aku mengerti," jawab pria yang dipanggil dengan nama Rong.


"Ayo, ikuti aku." Liu Li membawa rusa itu dan mengikuti Rong di belakangnya.


Tak jauh dari sana ada sebuah sungai dangkal yang jernih airnya. Liu Li mulai menguliti dan mencuci bersih rusa itu.


"Namamu Rong?" tanya Liu Li.


"Ya."


"Bisa minta tolong potong-potong rusa ini?"


Tanpa berkata apa pun, Rong memotong-motong daging rusa dengan pisau yang ada di tangannya.


"Dari mana asal kalian?" tanya Liu Li.


"Jangan banyak tanya. Apa sudah selesai?" Rong tidak berwajah kejam seperti yang lainnya, tetapi ia juga tidak ramah.

__ADS_1


"Ya," jawab Liu Li.


"Ayo kembali." Kemudian Liu Li mengikutinya kembali menuju gerombolan penjahat.


"Nona, kamu cantik sekali," goda mereka.


"Jangan ganggu dia, biarkan dia membuatkan makanan enak untuk kita," seru pemimpinnya.


Liu Li mengoles daging rusa dengan seadanya rempah-rempah yang dapat ia temukan, lalu ia membakarnya. Kemudian ia memberikan serbuk obat tidur diam-diam.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya salah seorang dari mereka.


Liu Li terkejut mendengarnya, ia berpikir apakah pria itu melihatnya menaburkan obat tidur.


"Kenapa lama sekali? Aku sudah lapar!" serunya.


"Sudah selesai. Kamu bisa makan," jawab Liu Li lega.


Gawat kalau sampai ketahuan, batinnya.


Pria itu mengambil semua makanan, "kakak, ayo kita pesta," serunya sambil meletakkan tumpukan daging berbau sedap itu di hadapan pemimpinnya.


"Baunya enak sekali," pujinya, "ayo kita makan!" Setelah pemimpinnya mengambil seporsi penuh, semuanya saling berebut mengambil dan melahapnya dengan cepat.


Mereka seperti belum makan selama satu minggu, batin Liu Li.


"Obatnya bekerja dengan cepat," gumam Liu Li.


Melihat tanda dari Liu Li, pangeran Jin dan nona misterius keluar dari persembunyiannya.


"Habisi mereka sekarang," seru nona misterius.


"Tunggu, apakah mereka harus dibunuh?" tanya Liu Li. Ia masih berharap tak ada yang mati.


"Ada yang datang," ucap pangeran Jin, ia menarik tangan Liu Li supaya mendekat padanya.


Suara hentakan kuda makin dekat, para penunggangnya menghentikan kuda mereka.


"Apa yang terjadi pada mereka?" seru salah seorang dari penunggang kuda. Lalu mereka turun dari kudanya dan mendekati pangeran Ji dan Liu Li.


Tanpa disangka, orang-orang itu memberi hormat pada Liu Li, "putri, apa yang membawa putri berada di sini?"


Liu Li melihat wajah mereka dengan saksama, "kalian? Lima bersaudara dari lembah kematian," ucap Liu Li senang, "bagaimana keadaanmu?" tanya Liu Li pada saudara ke lima yang pernah ia selamatkan.


"Kakiku sudah sembuh, putri," jawabnya.

__ADS_1


"Syukurlah."


"Putri, kenapa putri berada di hutan ini?"


"Kami tersesat," ucapnya sambil melihat pangeran Jin.


"Apa mereka teman kalian?" tanya pangeran Jin.


"Mereka ... apakah mereka mencoba menyakiti putri?"


"Belum," jawab Liu Li, "jadi kalian bisa membuka formasi sihir yang menutup jalan keluar dari hutan ini?" tanya Liu Li.


"Dia bisa membukanya." Ia menunjuk salah seorang pria yang tertidur.


"Mereka semua tertidur. Sambil menunggu mereka bangun, sebaiknya kita makan daging rusa," ucap Liu Li.


"Kamu yakin?" tanya pangeran Jin.


"Yang mentah ini belum kuberi apapun. Aku akan membakarnya untuk kalian. Ayo duduklah."


Semuanya duduk di dekat perapian.


"Lima bersaudara, kenapa kalian terus melakukan kejahatan?" tanya Liu Li sambil membakar daging rusa.


"Itu ... kami ..." Lima bersaudara tak mampu menjawab.


"Apakah kawanan perampok ini bekerja untuk kalian?" selidik Liu Li.


Lima bersaudara menunduk, tak ada yang berani menjawab.


Tampangnya saja yang menakutkan, bahkan mereka tak bisa menjawab pertanyaan dariku, batin Liu Li.


"Kalian harus berhenti berbuat kejahatan. Apa kalian tahu karma itu ada?" ucap Liu Li.


Lima bersaudara maki menekuk wajah mereka. Mereka tak berani menjawab pertanyaan Liu Li.


"Sudah matang. Ayo kita makan," seru Liu Li, "suamiku, ini untukmu yang paking besar."


"Istriku, kamu memang yang paling pengertian." Pangeran Jin merasa senang karena akhirnya Liu Li memperhatikannya. Sejak kedatangan lima bersaudara, Liu Li belum mengajaknya bicara sedikit pun.


"Uh!" Pemimpin penjahat terbangun dari tidurnya, rupanya tubuhnya cukup kuat sehingga obat tidur itu hanya bekerja sebentar saja. Selama beberapa saat ia terdiam sambil memegangi kepalanyabyang pusing, "perempuan itu!" serunya pada Liu Li, "kakak lima bersaudara! Jangan makan daging rus itu!" Ia mengambil dengan paksa daging rusa dari tangan kakak pertama dan membuangnya.


"Apa yang kamu lakukan?!" Kakak pertama marah karena gagal memakan daging rusa yang dimasak Liu Li.


"Perempuan itu memberinya racun! Untung saja tubuhku kuat, lihat anak buahku semuanya mati!" serunya berapi-api.

__ADS_1


Kakak pertama memukul kepalanya, "plak! Dasar bodoh! Mereka tidak mati, mereka hanya tidur."


"Dasar perempuan sial! Beraninya menjebakku!" Pimpinan penjahat siap menghunuskan pedangnya ke arah Liu Li.


__ADS_2