
******
Lanjut...
Ratna sudah memutuskan panggilan Liona.
Liona pun sudah mantap menjawab Indra.
Liona keluar kamar di lihatnya sekelililng ternyata indra dan husen belum terlihat. Liona menuju ke dapur..
" Pagi mba? Lagi ngapain?
" Lagi buat sarapan non?
" kenalin mba saya Liona temen Indra semasa sekolah SMA di kampung"
" kalo saya mba Sri non."
" Mba sri buat apa nih? boleh saya bantuin?
" jangan non entar saya kena marah mas indra. non duduk saja disitu. ini sebentar lagi selesai ko non
" baiklah.
" Indra sudah bangun kah mba?
" mas indra kayaknya belum keluar kamar non"
" mbak Sri udah lama kerja disini?" tanya Liona
" baru aja mba semenjak Mas Indra pindah kerumah ini." jawab mba Sri
" emang Indra udah berapa lama mba tinggal disini? tanya liona
" baru 2tahun lebih" ucap mba sri
" oh.." sahut liona
" indra berapa saudara mba? tanya Liona lagi
" setau saya cuma mas indra aja anaknya nyonya." jawab mba sri
" oh.. Pantesan dirumah ini sepi mba" ucap Liona
" iya mba. kasian mas indra. kalo pulang langsung masuk kamar. jarang keluar rumah. paling temennya yang main kesini."ucap mba Sri
" Indra pernah bawa cewe gak mba kesini"tanya Liona penasaran
" gak pernah non, baru non cewek yang di ajak nginap disini." jawab Mba Sri
__ADS_1
Liona pun lega mendengarnya..
Gak lama husen dan indra turun kebawah
langsung menuju ke arah dapur.
" pagi sayang" ucap indra membuat muka Liona memerah karna malu
husen mendengar indra hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" ngapain ini mba Sri sama pacar ku di dapur, pasti pacar ku ini lagi introgasi kan mba? tanya indra
" gak mas lagi ngobrol biasa aja." jawab mba Sri
" habis sarapan antar aku balik ke mall ya ambil motor" tanya liona
" ngapain sih mau cepet diambil? emang udah mau pulang?" tanya indra
" iya" jawab liona singkat
" sore aja ya sayang" tanya indra
Mba Sri hanya tersenyum melihat majikannya seperti itu.
husen pun sama hanya tersenyum sambil main hape. tak lama handphone husen berbunyi.tak tampak nama panggilan di handphone husen.
" gak tau bang" jawab husen
" angkat aja siapa tau panggilan penting." ucap Indra
husen langsung menjawab telponnya. dia pun mengaktifkan spiker di ponselnya.
" assalamualaikum" ucap Rey
" walaikumsalam.. siapa ini" tanya husen
" ini mas rey." jawab rey
" oh mas rey, kenapa mas?
" gak mas rey mau kerumah mu. kamu ada dirumah."
" aku masih di kota mas".
" oh jadi semalam gak langsung di antar Indra pulang?
" iya mas,aku sama kakak Liona nginap di rumah abang Indra.
"oh.. jadi kapan kamu balik."tanya Rey lagi
__ADS_1
" bentar lagi mas"
" ya udah nanti kalo pulang kabarin yah."
"okee" ucap husen sambil menutup telponnya
Indra langsung menatap wajah Liona. Liona seolah memberi isyarat kalo dia gak tau kalo rey hendak kerumahnya.
husen pun pamit hendak mandi. mba Sri pun pamit ingin kepasar. tinggallah Indra dan Liona di meja makan.
" kenapa menatap ku seperti itu. aku tak tau kalo rey menghubungi husen kalo mau kerumah." ucap liona memberi penjelasan
indra hanya diam sambil melahap nasi goreng yang telah di siapkan oleh pembantunya itu.
" kamu gak percya? " tanya liona sambil mengangkat wajah Indra agar melihatnya.
" jadi ini alasan mu kenapa kamu ingin pulang cepet?
" gak, aku harus ngurus paketan orang yang kemarin belum sempat aku kirim.
" baiklah entar aku bantuin kamu packing dan nganterin ke kantor ekspedisinya,aku gak mau kamu di anterin sama rey." ucap indra tegas
Liona berdiri hendak ke kamar.
" mau kemana? bentar temanin aku makan dulu"
Liona kembali duduk di samping Indra.
" sekarang aku menunggu jawaban mu?
" sekarang?
" iya sekarang.
" baiklah. aku menerimamu,,
karna senangnya Indra memeluk Liona yang sedari tadi duduk di sampingnya.
Indra memeluk Liona dengan erat
" aku akan membahagiakan mu aku janji itu." bisik Indra
" aku mencintaimu" ucap indra lagi
*********
Bersambung
bantu vote dan like ya
__ADS_1