Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
58. makan malam


__ADS_3

sebelum kita lanjutin ceritanya. aku bakalan kasih liat visual mereka.



indra baskoro



dr. Reynan hermawan



Liona hermalia putri



Ana atmaja



husen alfatih


selamat berhayal yah..


*********


malam ini di hotel Mesra yang telah di janjikan Liona juga mengajak husen dan bintang ikut serta. mereka telah duduk di tempat yang telah di siapkan oleh Ana. tapi Liona tak melihat Andri dan Ana disana.


husen pamit ke toilet. tak di sengaja mendengar Ana berbincang dengan seorang pelayan dan menyuruhnya untuk memasukan obat itu ke minuman kakaknya. husen tak tau pasti itu obat apa.yang pasti dia merasa kakaknya dalam bahaya.


husen bergegas kembali ke meja kakaknya. dia hendak memberitahukan kakaknya kalo Ana sudah berencana jahat kepadanya. tapi ternyata Ana telah disana.

__ADS_1


husen pun mengurungkan niatnya untuk memberitahukan kakaknya. tak lama minuman itu pun di antar oleh seseorang pelayan yang husen liat tadi.


" ayo silahkan makan, maaf tadi aku ke toilet dulu"


husen sengaja duduk tepat di sebelah Ana agar bisa mengawasinya. husen memperhatikan mimik wajah Ana. begitu dingin dan penuh dendam


apa yang lagi kau rencanakan gumam husen


" tante Ana, papah mana? ucap bintang


" papah Andri masih sibuk mungkin sebentar lagi datang" ucap Ana yang berbohong


Liona dan Rey menikmati makan malamnya. tanpa berbicara apapun dengan Ana. Husen sengaja menyenggol tangan Ana dan di saat itu juga sendok yang dia pegang jatuh. Ana pun memungutnya. tanpa sadar minuman Liona telah di tukar oleh husen.


Liona yang melihat sikap husen langsung bertanya tanya. dengan memberinya kode.


husenpun membalas kode kakaknya dengan 1 jarinya yang di tempat ke bibirnya.


" ayo kita bersulang" ucap Husen.


kami pun telah selesai makan dan segera pamitan. Raut wajah Ana seketika berubah, ia seperti menahan sakit. Rey mendekatinya.


" kamu kenapa, kamu sakit?


Rey memegang kepala Ana


" tidak papa aku sedikit pusing aja."


" tapi sepertinya kamu tidak demam, tapi kenapa kamu berkeringat di tempat ber Ac seperti ini?


" aku juga tidak tau. kalian pulang saja. aku menginap di Hotel malam ini."

__ADS_1


Husen melihat Ana seperti itu kasihan.


" mas sama kakak pulang aja biar aku antar dia dulu ke kamarnya. Husen nanti pulang pake taxi online aja.


" baiklah, setelah selesai antar dia ke kamar langsung pulang. jangan macem macem" ancam Liona.


" iya kak.


mereka pun pamit pulang dengan Ana.


karna tak tahan berdiri Ana meminta Husen untuk mengendongnya ke kamar. Husen menuruti pinta Ana. menurut husen ini semua karna kasihan saja kepadanya.


obat apa yang kamu masukan ke dalam minuman itu sampai kamu merasakan seperti ini." ucap husen dalam hati


merekapun sampai di lantai 9. dan husen menuju kamar yang telah di beri tahu Ana sebelum dia tak sadarkan diri.


sesampai di dalam kamar Husen merebahkan Ana di atas ranjang. Husen pun lansung beranjak hendak pergi tapi tangannya tertahan oleh Ana. Ana menariknya


" kamu mau kemana? temani aku disini."


" apa kamu sudah gila"


" aku kedinginan, tolong peluk aku"


Husen tetap memaksa untuk pergi. dia merasa aneh dengan sikap Ana malam ini. Ana yang tak sadar sudah di kendalikan oleh obat yang telah di masukan dalam minumannya tadi. Ana tak bisa mengontrol dirinya. dia menarik Husen dan menciumin bibirnya. Husen yang terkejut dengan perlakuan Ana.


husen pun langsung mendorong Ana.


Ana tetap saja mengejar Husen yang hendak meninggalkannya. Ana menarik tangan husen dan mendorongnya ke atas ranjang. Ana langsung duduk tepat di atas tubuh husen..


" apa kau sudah gila apa yang kau lakukan.

__ADS_1


ana tak memperdulikan husen. dia melucuti semua bajunya. sekarang Ana sudah tanpa benang sehelai pun. Dia pun langsung menciumi husen kali ini husen terpancing hasratnya untuk melakukannya juga.


Bibir mereka beradu dengan penuh hasrat menggebu. Ana mulai melepaskan baju dan celana husen. Ana meraba benda keras tiu langsung memasukkan ke miliknya.. Ana merintih kesakitan. Ana tak sadar ini pengalaman pertama baginya. karna sudah di kendalikan oleh obat ana seperti orang yang haus. dia mengoyang goyangkan badannya di atas badan husen sambil merintih kesakitan setelah lelah husen membalikan badan ana. dan posisi mereka berganti. sekarnag husen di atas. Husen melakukannya berapa kali hentakan akhirnya mereka meakhirinya. merka pun tertidur karna kelelahan tanpa sadar mereka tidur sambil berpelukan.


__ADS_2