
Udah hampir 1minggu Liona tak ke Resto.
karna ini weekend dan banyak pengunjung.
seperti biasa Liona mengajak Husen untuk membantunya di Resto. Bintang pun merengek untuk ikut,Terpaksa Liona mengajaknya.
sesampai di Resto husen langsung menganti bajunya dengan seragam resto.
Memey yang melihat husen keluar dari ruangan bosnya terpesona melihat ketampanan adik bosnya itu.
karna pengunjung telah ramai husen langsung membantu pelayan yang lain melayani pengunjung yang datang. karna telalu banyak pengunjung Husen tak memperhatikan pengunjung yang baru saja masuk ke Resto.
Husen langsung memberikan daftar menu ke pengunjung.
" ini menunya mba. silahkan dipilih mau pesan apa"
" saya mau pesan mas aja boleh?
husen terkejut dan menatap pengunjung tersebut. yang ternyata seseorang yang iya kenal
" kamu ngapain kesini?
" ini tempat umum siapa saja boleh makan disini?
" tapi di mall ini banyak resto yang lain kenapa harus kesini?
" emang ada larangannya aku makan disini?
" gak ada tapi...
" tapi apa?
" tak apa, mau pesan apa?
" aku kan udah bilang mau pesan kamu"
" maaf mba Resto lagi rame pengunjung. kalo anda kesini hanya untuk bermain main disini bukan tempatnya.
husen hendak meninggalkan Ana. tapi tangannya di tarik oleh Ana.
" aku salah apa sama kamu sampai kamu selalu ketus itu seperti itu"
" aku tak ingin kakak ku tau tentang hubungan kita.
" kenapa aku telpon tak pernah kamu angkat?
husen hanya terdiam.
" maaf aku tinggal dulu, nanti biar yang lain saja melayani mu. aku mau melayani yang lain dulu.
Ana menangis melihat sikap dingin husen kepadanya. mengapa setiap ia mencintai seseorang selalu bertepuk sebelah tangan.
Ana berlari keluar resto dan menutupi wajahnya dengan tangannya.
__ADS_1
" ngapain mas wanita itu kesini lagi" ucap memey kepada husen
" siapa?
" yang berbicara sama mas husen barusan?
" oh itu..
" dia kan wanita yang membuat keributan disini mas, yang membuat ibu Liona sampai menangis.
" oh.." jawab husen singkat
Husen melihat Ana keluar Resto seperti itu merasa bersalah...
tak terasa jam menunjukkan pukul 09 malam. waktunya Liona dan husen meninggalkan resto. sewaktu hendak meninggalkan resto Rey datang menjemput Liona.
" kakak pulang duluan, aku masih mau bantuin yang lain beresin Resto.
" ya udah ingat langsung pulang.
" iya kak.
Ana melihat Liona pulang bersama Rey tak membuang kesempatan itu. ana langsung mendatangi Resto.
" maaf mba Resto udah tutup" ucap salah satu pelayan disana
" aku hanya ingin bertemu dengan husen.
" mau apa lagi kau disini"
" aku mau ngomong sebentar sama kamu"
" okee tunggu sebentar."
Husen berjalan ke arah memey yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.
" mey, ibu jangan sampai tau kalo wanita itu kesini ya. biar aku yang bereskan ini semua.
" baik mas.
husen pun meninggal kan Resto sambil menarik tangan Ana. husen mengajak Ana masuk ke dalam mobilnya .
" sekarang apa yang kamu inginkan dari ku. bisa tidak kamu tak menggangu ku"
" jadi selama ini aku menggangu mu?
" iya!!
" emang kamu tak merasakan apa apa setelah kejadian itu"
" tidak ada, aku sudah bilang padamu semua itu kesalahan. jangan berharap lebih dari ini semua .
" bohong. kamu berbohong" ucap Ana
__ADS_1
tak terasa airmata Ana mengalir
" Tak usah menangis, aku tau saat ini kamu sedang berakting. hanya untuk menjebak ku. aku tau wanita seperti apa kamu"
plaaakkk...
Ana menampar husen dengan keras.
" jaga bicaramu, aku emang jahat selama ini pada kakak mu. tapi aku gak main main sama perasaan ku. aku bukan wanita yang mau berbohong tentang perasaan ku hanya buat balas dendam.!!
" kalo kamu bukan wanita seperti itu. mengapa kamu masih disini mendekatiku. aku tau kamu telah bertunangan dengan abang andri.
" aku emang sangat mencintai Andri, sebelum aku bertemu dengan mu. seminggu yang lalu andri memutuskan ku. hanya gara gara kakakmu.
" haha.. " ucap Husen tertawa sinis
" sekarang aku tau maksud mu mendekati ku. buat membalas dendam mu kepada kakak ku. ya kan??
" awalnya aku emang berniat membalas kakak mu waktu itu sebelum kita bertemu di hotel. aku menyuruh seseorang memasukan obat perangsang ke minuman kakakmu entah mengapa aku yang meminumnya. dan terjadilah kejadian itu. 1 minggu aku berusaha menepis perasaan ku ini tapi aku tak tau mengapa setiap hari yang dalam pikiran ku adalah kamu. tapi kalo kamu mengira aku hanya berpura pura. baiklah aku akan menjauhi mu. setidaknya aku sudah berkata jujur kali ini
husen hanya diam dan mendengarkan dan mencerna apa yang telah Ana ucapkan. husen melihat raut wajah Ana. yang husen rasa tak ada kebohongan disitu.
Ana menghapus airmatanya dan hendak membuka pintu mobil. tapi di tahan oleh husen.
" baiklah aku percya kamu kali ini"
Ana memeluknya,
" makasih"
" iya.
" ya udah aku antar kamu pulang."
Ana memberitahu alamat apartemennya. dan mereka pun meninggalkan mall menuju apartemen Ana.
sesampai apartemen ana menyuruh husen mampir ke apartemennya. tapi husen menolak. karna sudah larut malam dan dia tak ingin kejadian waktu itu terulang lagi.
" ada yang ingin aku bicara kan lagi padamu"
" nanti di telpon aja ini udah jam berapa. aku besok harus bantuin kaka lagi di resto.
" okey..
hummmplt....
ana mencium bibir husen dengan lembut. husen pun menerimanya. sesaat Ana melepaskan ciumannya. dan menghapus bekas ciumannya itu.
" makasih buat malam ini. nanti kalo udah sampai telpon aku ya." ucap Ana
" dah.." ucap Ana lagi
husen hanya melambaikan tangannya. tanpa sadar dari kejauhan Andri memperhatikan Ana dan Husen.
__ADS_1