Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
63. terkejut


__ADS_3

******


Sebelum Liona berangkat ke Resto,mertuanya datang menemuinya.


" ayo masuk mi. kita lagi sarapan di belakang." ucap Liona mempersilahkan duduk di meja makan.


" mami udah sarapan tadi di rumah bersama papi. papi langsung ke kantor, jadi gak bisa mampir kesini.


" oma, bintang kangen" ucap bintang yang menghampirinya


" oma juga kangen" ucap oma memeluk cucunya itu.


" sebentar lagi kamu bisa bertemu dengan papahmu?


ucapan mertua Liona membuat suasana pagi itu hening seketika. hanya terdengar tangisan mertuanya memecah keneningan. Liona dan husen saling menatap tak percaya apa yang dia dengar barusan.


" papah dimana oma.


" nanti siang kita bertemu dengannya?


" asiiikkk......" ucap bintang


" bintang lanjutin makannya ya oma mau berbicara sebentar dengan mamah


wanita tua itu berdiri dan membawa Liona sedikit menjauh dari bintang yang sedang asik menyantap sarapan. sedangkan husen mendengarkan apa yang mereka bicarakan


" mamah pernah bilang kan mau tes DNA rambut Pria yang waktu itu kamu bawa kerumah mami.


" iya mi terus.


" hasilnya 99% dia adalah indra. suami mu yang hilang.


husen masih mendengarkan


" apa mah?"


Liona seakan kakinya lemes seketika ia pun jatuh ke bawah dengan posisi duduk. husen melihat kakaknya langsung mencoba membantu Liona buat berdiri kembali. husen membawanya duduk di ruang keluarga. dan mertuanya telah duduk di samping Liona dan melanjutkan ceritanya


" mami udah tau 2minggu yang lalu. karena mami sedang di luar kota jadi mami baru sempet memberitahumu saat itu. maafkan mami yah


" iya mi gak papa. jadi andri adalah indra mi


" iya bener.


Liona pun menangis sejadi jadinya. dan memeluk mertuanya itu.


" yang sabar ya nak. nanti siang mami janjian bertemu dengan Andri di apartemennya.


" Apa andri telah mengetahuinya?


" belum, nanti jam makan siang mami jemput kamu di Resto ya. kita sama sama bertemu dengan Indra.


" iya mah. jadi selama ini indra hidup dengan siapa mah?

__ADS_1


" bersama Ana.


husen terkejut dan tak sadar dia berdiri


" apa? Ana?" ucap husen yang tak percaya dengan apa yang dia dengar


" duduk lah, dengarkan dulu mami bicara" ucap Liona menarik tangan husen buat duduk


" iya semua ini ulah wanita itu, dia yang mengubah semua identitas indra menjadi Andri. ini pasti karna indra lebih memilihmu di banding dia. makanya Ana berbuat seperti itu.


husen mendengar itu semua sudah tak tahan ingin bertemu dengan Ana. Husen pun pamit keluar sebentar dengan kakaknya. Liona tak tau kenapa dengan husen terlihat kesal mendengar itu semua.


********


sesampai ia di apartemen milik Ana ternyata Ana tidak ada di sana. Husen pun menelpon Ana.


" assalamualaikum sayang" ucap Ana


" walaikumsalam" jawab husen ketus


" kamu kenapa ko jawabnya seperti itu.


" kamu dimana aku ingin bertemu dengan mu sekarang. aku di depan apartemen mu.


" aku lagi di kantor,


" cepat sekarang kesini atau aku bikin kamu malu di kantor.


sesampainya ia depan apartemennya. Ana sudah melihat kekasihnya telah berdiri dengan muka kesal. Ana menghampiri dan memeluknya. husen melepaskan pelukan ana dan sedikit mendorongnya


" menjauh dari ku."


" kamu kenapa tiba tiba seperti ini"


" aku menyesal menerima mu, aku tak tau kamu adalah wanita jahat yang telah merusak kebahagiaan kakakku.


" kita masuk dulu kita bicarakan di dalam.


ana membukakan pintu dan menyuruh husen masuk. meraka telah duduk di sofa. sekarang ana duduk menghadap husen.


" sekarang bicaralah" pinta ana yang terus menatap kekasihnya itu


husen tak mau melihat ke arah ana. dia tak mau melihat kekasihnya bersedih. husen tau sangat mencintai Ana. tapi Ana ada lah wanita yang selama ini merebut kebahagiaan kakaknya. apa jadinya seandainya kakaknya tau kalo selama ini dia berhubungan dengan wanita yang menyakitinya.


" aku ingin kita berpisah!


" apa? katakan sekali lagi!" ucap Ana yang tak terpercaya dengan apa yang di ucapkan kekasihnya itu.


ana menarik wajah husen agarnya menatapnya. lagi lagi husen membuang wajahnya.


" kita sudahi sampai disini saja. jangan pernah kamu hubungin aku lagi apa lagi mendatangi ku ke Resto.


" kamu ada apa sih tiba tiba seperti ini.

__ADS_1


ana duduk di bawah lantai tepat di depan husen dan menatap wajah kekasihnya itu.


" aku salah apa.


" kamu tak merasa melakukan sesuatu yang telah menghancurkan hidup kakaku?


" jelasin apa langsung aja pada intinya.


" Andri itu siapa?


Ana sekarang tau arah pembicaraan ini kemana. Ana mengaku semua yang terjadi dan dia menyesal.


" kakakku hampir gila karna ulah mu"


" kecelakaan itu bukan ulahku, kecelakaan itu real hanya kecelakaan. aku juga terkejut mendengar berita kalo Indra mengalami kecelakaan. aku langsung ke TKP dengan beberapa orang suruhan ku mencari indra. tapi kami tak menemukan juga.


husen mendengarkan Ana


" lalu aku menyuruh orang buat menyebarkan selebaran dengan foto indra. yang menemukan akan aku beri imbalan.


" setelah 3hari ada seseorang bapak menelpon ku telah menemukan indra. yang terluka parah dan tak sadar kan diri.


" aku langsung membawanya ke rumah sakit terdekat tapi udah 1 bulan tak ada perubahan. aku membawanya ke Rumah sakit di singapura. 6bulan kemudian indra pun sadar. tapi indra kehilangan ingatannya. disitu aku mengaku kalo aku adalah tunangannya. berharap dia bisa mencintaiku. tapi ternyata tidak. dia sama sekali tak mencintaiku.


" aku sadar mengapa dari awal aku tak memberitahu kepada Liona.


" aku udah buta karna cinta ku selalu di tolak oleh indra.


" tapi jujur kali ini aku tak berbohong aku mencintaimu.


Ana mulai berurai airmata,


" tetap kamu salah. dan hubungan ini juga salah.! aku harap ini pertemuan kita yang terakhir!!!


" apakah tak ada maaf dariku?


" ucapkan itu kepada kakak ku bukan kepada ku.


husen berdiri dan hendak meninggalkan Ana tapi Ana menahan kakinya.


" mengapa semua orang meninggalkan ku. tak ada yang menyayangiku. lebih baik aku mati saja.


ana berlari ke arah dapur. dan mencari pisau. husen yang melihat itu bergegas menghampiri Ana.


" jangan bodoh, letak kan pisau itu


" apa peduli mu.


ana menangis sejadi jadinya.


" dengerkan aku letak kan pisau itu jangan bodoh. semua akan baik baik saja. lanjutin hidup mu.


" aku tak mau hidup lagi jika tak bersama mu"

__ADS_1


__ADS_2