
Rey asik bermain bersama bintang. Liona masih saja sibuk dengan kerjaannya. akhir akhir ini sibuk karna Liona ingin membuka sebuah butik.
" mah, bintang laper"
" kan tadi udah makan sayang"
" jangan terlalu sibuk Li sampe lupa jam ini udah jam 7malam.
Liona sampe lupa waktu. seingatnya anaknya udah makan ternyata anaknya makan tadi siang, ini udah malam. pantas saja dia merengek minta makan.
" maaf kan mamah yah sayang, mamah sampe lupa kalo ini udah malam. bintang mau makan apa? nanti mami suruh mba memey ambilin
" mami bosan makan disini mah"
" jadi mau makan apa?
" bintang mau makan pizza mah"
" okey..
" om rey pulang yah, besok om rey kesini lagi" peluk dan di ciuminya bintang
" kamu gak mau ikut makan malam dulu bersama kami"
"lain kali aja yah.
" dadah bintang"
" dadah om"
liona pun keluar resto dan menuju tangga eskalator dan hendak naik ke lantai atas. tiba tiba bintang langsung berteriak menunjuk ke arah seseorang yang jauh di depannya.
" papah" bintang berlari kearah orang itu
" bintang" ucap andri
" ayo pah kita datang mamah" bintang menarik tangan andri
Liona hanya terdiam dari kejauhan dia melihat bintang menggandeng seseorang yang dia ceritakan tadi pagi. ternyata benar dia mirip sekali dengan indra walaupun gaya busananya berbeda dengan indra. tapi Liona yakin itu indra.
andri dan bintang tepat di depannya.
__ADS_1
" mah, ini papah"
Liona langsung memeluk andri dengan erat dan rasanya tak ingin melepaskannya. Liona menangis di dada andri. membuat kemeja andri basah
" nona ada apa yah? apa yang terjadi? apa kau baik baik saja"
Liona melepaskan pelukannya dan menghapus airmatanya. dia tak menyangka yang di peluknya itu bukan indra melainkan orang lain.
" maaf banget, saya salah orang"
Liona melangkah pergi dan menarik bintang untuk mengikutinya. andri hanya menatapnya dari jauh. tak tau kenapa jantungnya berdegub kencang saat wanita itu memeluknya tadi.
apa dia ada hubungannya dengan masa laluku. aku harus mencari tau, kenapa mereka berdua yakin aku adalah orang yang mereka kenal. gumam andri dalam hati
Liona membatalkan hendak pergi membelikan anaknya pizza. perasaannya sekarang campur aduk. dia ingin segera pulang. dia tak menggubris panggilan anaknya. dia malah menelpon manager restonya untuk mengurus restonya hari ini.
liona menunggu taxi online yang barusan dia pesan di depan mall
" mamah bintang mau sama papah,"
" bintang dia bukan papahmu
" kalo bukan papah kenapa mamah nangis tadi meluk om tadi.
" hai bintang"
" hai papah"
" dia bukan papah bintang" ucap Liona
"bintang mau kemana mau om antar?
" mau,ayo mah
" kita kan sudah pesan txi bintang. jangan merepotkan orang lain. mami bilang apa kalo ikut mamah jangan bikin mamah kesel
" gak papa mba masuk, ada yang saya mau tanyakan.
Liona dan bintang pun masuk ke dalam mobil itu. sepanjang jalan bintang mengoceh saja tanpa berhentinya.
" om papah, mau gak beliin bintang pizza. bintang laper pengen makan pizza. tadi mamah gak jadi beliin." ucap bintang
__ADS_1
" okey, bintang. nanti kita mampir beli pizza dulu baru om antar pulang ya.
Liona hanya diam saja tak berani menatap wajah andri. karna dia sangat malu atas kejadian tadi. mereka pun berhenti di salah satu resto pizza.
*******
selesai makan pizza mereka melanjutkan perjalanan. sampai lah mereka di kediaman Liona. karna kecapean bintang tertidur di kursi belakang. andri pun menggendongnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya. husen yang sedang menonton televisi tertegun melihat abangnya sudah berdiri disitu sambil mengendong bintang. Liona menunjuk kamar bintang yang terletak di atas. andri pun masuk dan merebahkan bintang di atas kasurnya.
andri pun keluar dan menuruni anak tangga. husen langsung menghampiri andri yang di pikirnya indra.
"apa kabar bang, kami semua merindukan mu" sambil memeluk andri. andri hanya terdiam tanpa kata
blum di jawab Liona langsung menjawabnya
" husen dia bukan abang indra mu."
" oh.. maaf," husen langsung menjauhkan badannya.
" saya kira abang saya" ucap husen lagi
" oh gak papa.
" kenalin bang saya husen adiknya kak liona."
" saya andri"
" mau aku buatin minum dulu bang"
" gak usah aku langsung pulang aja.
Liona mengantarkan andri ke depan.
" makasih buat pizza nya dan makasih juga udah nganterin kami pulang
" iya gak papa.
" saya harap ini pertemuan terakhir kita" ucap liona
" kenapa"
" saya tak mau anak saya berharap lebih darimu. dengan menganggap mu sebagai papahnya.
__ADS_1
" baiklah.."