
Liona keluar kamar.
Liona melihat adiknya sedang sarapan di meja makan sendirian.
" indra mana" tanya liona
" masih di kamar kayaknya kak"
" mandi apa tidur,lama banget. aku yang cewek gak segitunya".ucap liona
" kakak kan bukan cewek, tapi...."
belum husen menyambung kalimatnya. tangan liona sudah di kupingnya.
" aauuu.. sakit kak" ucap husen sambil memegang kupingnya karna sakit di tarik Liona.
" makanya jangan berani sama kakak mu ini,biar gini gini kakak mu juga"ucap liona sebel
" iya,ya tau." ucap husen
Liona mengambil.nasi goreng di atas meja. dan memakannya dengan lahap.
" ayo sayang aku udah siap" ucap indra yang baru tiba di dapur
" bentar yah aku sarapan dulu,duduk sini temanin aku makan" ucap liona
" abang rapi banget mau kondangan, wangi lagi." ucap husen sambil tertawa
" ya kan ini mau kencan sekalian ketemu mertua" ucap indra
" haha.. gak pake jas juga kali bang kayak mau akad nikah aja" ucap husen mengejek
" bapak dan ibuku gak ada dirumah. kami tinggal berdua aja" ucap Liona sambil menatap indra
" jadi gak usah pake pakaian gini," timpal Liona lagi
" iya kah, ko kamu gak cerita"tanya indra
" yee.. kamu gak tanya" ucap Liona
"oke aku ganti baju dulu,tunggu bentar 10menit aja" ucap indra sambil berlari kecil menuju kamarnya
tak sampai 10menit indra udah berganti pakaian yang lebih santai.
" nah gini kan cakep bang"ucap husen
Indra hanya tersenyum
__ADS_1
setelah selesai sarapan mereka bertiga menuju ke mobil dan melaju menuju Mall.
Sesampai di Mall Husen turun dari mobil dan menyuruh aku dan indra agar pulang lebih dulu karna dia masih mau cari sepatu bola karna semalam belum dapat yang cocok.
" kamu mau kaka bantuin cariin? tanya Liona.
" gak usah kak, kaka duluan aja. gak papa ko. aku bisa sendiri" ucap husen
" ya udah kaka duluan kamu hati hati di jalan. jangan ngebut. kalo ada apa2 langsung telpon kaka" ucap Liona
" siap ibu Boss" ucap adiknya.
indra dan Liona pamit pulang lebih dulu dan meninggalkan husen.
ketika dalam mobil Liona mengambil ponsel dari tasnya dan memeriksa beberapa notif yang masuk Liona kaget melihat salah satu notif pesan dengan nomer baru.
"sayang, ada apa?" tanya indra
" gak, papa?"
Liona sengaja berbohong agar Indra tidak mengetahui pesan itu dari Rey.
" jangan bohong..pasti pesan dari Rey" ucap indra hanya menebak saja.
" iya.. ko tau?"
" dia hanya bertanya aku dimana?
" apa urusan dia, betanya seperti itu?
" sabar" ucap liona sambil mengelus pundak indra
indra terlihat kesal hanya diam mendengarkan Liona berbicara.
" kami udah berteman dari SMP dan sampai SMA. dia udah ku anggap bukan sekedar temen biasa. mana bisa aku nyuruhnya menjauh hanya gara gara kamu gak suka sama dia. lagian aku gak ada perasaan apa apa sama dia."ucap liona
lagi lagi indra diam tak menatap Liona yajg sedang berusaha menjelaskan.
sepanjang jalan indra hanya menatap jalan di depannya saja. wajahnya telihat menahan amarah.
Liona bingung harus melakukan apa agar indra percaya kalo saat ini dialah yang ada di hatinya..
1 jam kemudian....
sampai lah kami di depan rumah Liona.
" ayo masuk dulu" ajak Liona
__ADS_1
"Ya" jawab indra singkat
Liona yang telah masuk lebih dulu.menunggunya di ruang tengah.
indrapun masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di sebelah Liona tanpa melihat wajah Liona.
tampak sekali indra sangat kesal.
" kamu mau minum? aku ambilin"tanya liona mencairkan suasana
" gak"jawab indra singkat
" ya udah maunya apa? kamu mau aku jauhi Rey biar kamu puas" tanya liona
indra hanya diam saja sambil mengambil remote dan menyalakan tv.Liona kini menarik muka indra dengan kedua tangannya.
" aku lagi ngomong sama kamu lihat aku" ucap liona
indra langsung memalingkan lagi wajahnya dan melihat ke arah televisi.
Liona menarik wajah indra lagi..
cupp....
Liona memberi ciuman singkat ke bibir Indra. Indra terkejut dan menatap wajah Liona.
" maaf... aku ke belakang sebentar, mau ambil minum dulu buat mu"ucap liona
Liona hendak kabur karna dia malu.
" tunggu" indra menarik tangan Liona
Liona telah duduk di atas pangkuan Indra.
" beraninya kamu mencuri ciuman dari ku"
Indra pun langsung melayangkan ciuman ke bibir liona. liona pun menerimanya. dan membalas ciuman indra.
ciuman yang awalnya lembut. sekarang berubah menjadi ciuman panas.
Liona ingin melepaskan ciuman itu tapi indra tak ingin melepaskannya.
Liona tersentak kaget merasakan ada sesuatu yang keras. Liona lalu berdiri.
" kenapa?ucap indra
" tidak papa"
__ADS_1