
Sepanjang perjalanan Liona hanya menatap kearah jendela mobil. dia tak tau kenapa hatinya sakit banget melihat kejadian tadi. Rey pun tak berani menanyakan hal tersebut. walaupun Rey tau Liona cemburu melihat kemesraan Ana bersama Andri tadi.
" kita sudah sampai Li"
" makasih rey"
" biar aku yang gendong Bintang"
mereka memasuki rumah minimalis itu. bintang telah tertidur pulas di atas kasur.
"aku ingin bicara sebentar sama kamu boleh" ucap Rey sambil memegang tangan Liona
Rey dan Liona meninggalkan kamar bintang menuju ruang tamu. dan duduk bersebelahan masih dengan tangannya di pegang Rey.
" aku meminta jawaban kamu kemarin? mau kah kamu membukakan hati mu buat ku?
Liona seolah berpikir. dan menghela nafas panjang entah apa dalam pikirannya saat ini. dia seolah tak sadar menganguk
" makasih yah, aku akan bahagiakan kamu dan bintang"
Rey pun memeluk Liona dan mencium keningnya.
" ya udah aku langsung pulang besok pagi aku kesini lagi"
Liona hanya menganguk.
" ya udah kamu disini aja gak usah mengantar aku keluar." ucap Rey mengelus kepala dan menciumnya.
" iya."
********
Malam ini Liona tak bisa tidur masih memikirkan Andri. kenapa dia membayangkan andri terus. Liona merasa kesal kenapa dia tidak memikirkan Rey saja. karna Rey sudah begitu baik terhadapnya. Tapi tetap saja tak bisa menghilangkan Andri dalam pikirannya.
" mamah bangun" ucap bintang
" iya sayang"
" mamah ini udah pagi, ayoo kita ke Resto"
" kayaknya mamah gak ke resto hari ini, mamah lagi gak enak badan?
" mamah lagi sakit"
" iya sayang"
" mau bintang telponin Om dokter?
" gak usah om dokter pasti udah di rumah sakit"
" ya udah mamah aku datang om husen dulu yah?
__ADS_1
" iya sayang"
tok.. tok.. tok....
Husen membukakan pintu
" eh.. mas Rey, tumben pagi pagi kesini"
mata rey mencari seseorang yang ingin sekali dia liat pagi ini
" om dokter"
" iya sayang, mamah mana?
" mamah sakit om"
" apa boleh om menjenguk mamah kamu?
" boleh dong, ayo om
bintang membawa Rey ke atas ke kamar mamahnya.
cekleek.... pintu di buka bintang
" mamah ada om dokter nih"
Liona menyipitkan matanya..
Liona tersenyum dan memposisikan badannya duduk bersadar di ranjang.
" pagi...., tumben kamu kesini pagi ini. emang gak ke rumah sakit"
" tadi mau nganterin sarapan aja buat kamu dan Bintang, trus bilang bintang kamu lagi sakit.
" aku gak papa ko cuma kecapean aja"
Rey menaruh punggung tangannya ke pipi dan kepala Liona.
" iya kamu gak demam. ini ada vitamin yang selalu aku minum. nanti di minum, sepertinya kamu kecapean.
" om dokter, mamah gak sakit?
" iya mamah gak sakit, besok paling udah sehatan?
" horee... besok bintang bisa ke Resto lagi"
" gak mamah mau istirahat dirumah 3hari. tadi mamah udah telpon mba memey buat jagain resto"
" yah mamah" ucap bintang
" besok nenek dan kakek mu datang jadi kita dirumah dulu yah gak usah ke resto" ucap liona kepada bintang
__ADS_1
" asyiiik.... nenek sama kakek mau datang, aku mau bilang ke om husen dulu mah" ucap bintang berlari meninggalkan mereka berdua
" beneran bapak sama ibu mau kesini?
" iya mas"
" aku udah lama tak bertemu mereka besok aku kesini yah.
" tentu boleh, biasanya juga gak pernah ijin.
" aku mau ngomongin hubungan kita sama mereka."
Liona terkejut mendemgar perkataan Reynan. membuatnya terbatuk
" uhuukk... uhukk.."
" ini minum dulu"
Rey mengambilkan air putih tak jauh dari di tempat duduknya itu.
" kenapa terburu buru?
" aku gak mau kamu berubah pikiran
Liona terdiam
" kenapa diam, kamu gak mau hubungan kita lebih serius lagi?
" bukan gitu maksud aku mas, aku cuma gak mau aja kita terburu buru.
" iya deh, aku berangkat kerja dulu.
Rey mendekatkan wajahnya ke arah Liona. Liona menutup matanya. Rey tersenyum dan mencium kening Liona.
Dia tak ingin mengambil kesempatan untuk mencium bibirnya.
Dia tak ingin Liona salah paham. dia akan melakukan jika Liona juga mau.
" jangan lupa minum vitaminnya, nanti makan siang aku kesini lagi" ucap rey sambil mengelus rambut Liona
" emang gak kejaihan jika kamu makan siang disini?
" gak papa. aku mau terus bisa meluangkan waktu bersamamu?
" aku langsung berangkat, gak usah kamu anterin. kamu istirahat aja. mau aku belikan apa nanti siang?
" bakso aja"
Reynan meninggalkan Liona. Liona merasakan perhatian yang besar dari Reynan seandainya yang ngelakuin itu adalah indra mungkin aku merasa paling bahagia.
# bantu vote
__ADS_1
# bantu Like