Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
51. Penasaran


__ADS_3

" papah, bintang pengen sarapan bubur," ucap bintang memecah keheningan


Selama masuk dalam mobil mereka berdua hanya diam. hanya Andri sesekali menatap wajah Liona. Liona hanya menatap ke arah jendela. karna Liona merasakan ada yang aneh saat mereka berdua.


" huss.. gak boleh sama om gitu. nanti mamah beliin kalo kita udah sampai ke resto."


" aku maunya makan sama papah,


" ya udah ini papah anterin bintang ke resto sama mamah. papah balik dulu ke apartemen buat ganti baju baru papah beliin buburnya kita makan di Resto.


" papah mau pulang dulu, bintang boleh gak ikut papah"


" bintang, gak sopan main kerumah om. nanti ada tante Ana. bintang mau di marahin tante Ana pagi pagi udah kerumah om.


Bintang cemberut mendengar mamahnya berbicara seperti itu.


" Pah, tante Ana itu siapa sih?


Liona reflek mencubit tangan bintang. dan kontan membuatnya menangis.


" mamah sudah bilang jangan bicara tak sopan seperti itu.?


andri menghentikan mobilnya. dan mengambil bintang dari Liona.


" ya aku tau pertanyaan dia gak sopan. tapi gak usah kamu cubit juga. kasihan bintang" ucap andri


" ya udah sini bintang mamah minta maaf yah. kita turun yuk, ini kita sudah sampe.


" bintang gak mau ikut mamah, mamah jahat.!


" buntang bilang mamah jangan nakal gitu, besok mami gak bawa ke resto lagi.


Liona menarik paksa bintang. bintang tetap menolak ikut bersamanya. Andri meminta ijin membawa Bintang sebentar ke apartmen.


Dengan berat hati Liona mengiyakan. karna dilihatnya bintang marah dengannya karna Liona tak sengaja mencubitnya.


"ya udah mamah ke resto. jangan nakal di tempat om yah.


bintang mengangguk saja


" maaf merepotkan mu" ucap liona.

__ADS_1


" iya gak papa.


meraka pun berpisah, Liona masuk ke dalam Resto dan Andri bergegas ke apartemen.


sesampainya di apartemen lansung menuju kamar andri. tak di sangka Ana udah ada di kamar itu.


" Dari mana kamu semalam?


Belum di jawab Ana sudah tau kalo andri telah menginap bersama Liona. karna dia melihat bintang bersamanya


" hai bintang"


" hai tante.


" bintang tau gak tante ini siapanya papah mu?


Bintang menggeleng


" tante ini akan jadi colon mamah baru mu?


" jaga bicaramu Ana," ucap andri


" emang kenapa? emang kenyataanya kayak gitu kan?


" iya pah"


andri menarik tangan Ana membawanya ke dalam kamar.


" apa maumu? dia masih terlalu kecil buat kamu ajak bicara seperti itu.


" kenapa kamu takut dia ngadu ke mamahnya dia kalo kamu akan menikah dengan ku"


" pelankan suaramu,


" kenapa kalo anak itu denger.


" jaga bicaramu, kamu seperti anak kecil. apa kamu sudah gila.


" iya aku gila saat mengetahui kamu tidur dengan janda gatal itu. anaknya di jadikan senjata buat mendekatkan mu dengan dia. cuih.. wanita rendahan dari dulu dia mencoba mengambil mu dariku.


" mengambil ku dari mu? maksudnya?

__ADS_1


" iya dulu dari kita sekolah SMA aku yang selalu berada di dekatmu, yang memperhatikan mu. mencintaimu. tapi apa kamu memilih wanita itu. aku tak tau apa sih lebihnya wanita itu dari ku. sampai kau mau punya anak dengannya. aku juga bisa kasih kamu anak.


" aku memiliki anak bersamanya?


Ana tak sadar kalo dia membongkar semua rahasia yang selama ini dia tutup tutupin.


" ah.. gak aku asal bicara aja." ucap Ana terbata bata


" aku mau ke kantor dulu, nanti kita lanjutin bicaranya.


Ana bergegas meninggalkan andri, Ana takut andri menanyainnya lebih lanjut.


" ana mau kemana aku belum selesai bicara"


Ana berlalu dengan cepat


" hai bintang tante Ana pulang dulu yah."


Ana bergegas meninggalkan kamar itu. dan melambaikan tangan ke arah mereka.


" papah,ayo beli bubur?


" ayo papah ganti baju dulu yah. sini masuk ke kamar papah?


Andri masih memikirkan apa yang di katakan ana barusan.


aku memiliki anak bersama Liona?


apakah bintang yang dia maksud


sialan Ana membuatku penasaran.


kalo dia tak mau memberi tau aku akan mencari tau sendiri" gumamnya dalam hati


" papah?


" iya bintang"


" papah bintang sudah laper" ucap bintang sambil memegang perutnya


Andri tersenyum

__ADS_1


" ayo kita berangkat."


__ADS_2