Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
23. jebakan Ana


__ADS_3

Liona tiba2 mengatakan kepada indra bawa kepalanya pusing.


" kamu demam?


" gak tau nih kenapa tiba tiba kepala ku sakit"


" ya udah aku antar kamu ke kamar yah. biar kamu istirahat sebentar. nanti aku bangunin kalo hujannya berhenti" ucap indra


indrapun tiba tiba merasakan hal yang sama. indra merasakan ada yang aneh di dalam tubuhnya. kepalanya pusing sekali.


"ya udah sayang istirahat di sini,aku ke kamar dulu yah. aku sepertinya pusing juga." ucap indra


langkah husen terhenti karna Liona menariknya dan langsung mencium bibir indra. Liona gak sadar dengan apa yang di lakukan nya sekarang. Indra menikmatinya. dan membalas nya.. tanpa di sadari mereka melakukan hubungan suami istri yang seharusnya tidak terjadi.


Pagi ini Liona merasa kepalanya masih sakit. sambil memegangin kepalanya dia merasakan perutnya terasa berat dilihatnya tangan indra talah melingkat di perutnya.


apa yang terjadi denganku dan indra tadi malam.ucap Liona dalam hati


seingatnya Liona, indra mengantarnya masuk ke dalam kamar.


Sambil mengingat ingat kejadian semalam.


Liona mengingatnya kalo dialah yang duluan menggoda birahi indra dan terjadi peristiwa yang dia tidak kehendaki saat ini.


Liona menangis menyesali apa yang dia lakukan semalam. sambil memakai baju Liona ingin kabur dari indra yang masih saja tertidur pulas.

__ADS_1


setelah memakai baju Liona pun pelan pelan membuka pintu kamar agar Indra tak melihatnya pergi.


" Selamat pagi Liona" ucap Ana


Liona kaget ada Ana di hadapannya.


" kalian habis ngapain di dalam berdua, sampai kamu harus pergi diam diam? ucap Ana


Liona hanya terdiam melihat Ana merasa berhasil menjebaknya.


" kamu kan menaruh sesuatu ke dalam minuman itu"


" emang iya. karna kamu emang gak pantas dapet Indra"ucap Ana memancing amarah Liona


Plaak... tamparan keras mengenai pipi Ana. yang seketika memerah.


" Liona, hentikan. tenyata kamu aslinya seperti ini" ucap mami indra yang baru saja datang


Ana pun langsung berlari memeluk mami Indra dan menangis.


" ada apa ini Ana,?


" dia menjebak indra dengan memasukan obat ke minuman indra. aku barusan menasehatinnya malah dia menamparku."ucap ana berbohong agar mami indra membenci Liona


" dia bohong mi.. bukan itu yang sebenernya terjadi. Ana lah yang menjebak ku." ucap Liona menjelaskan

__ADS_1


" nah kan mi dia malah menyalahkan ku."ucap ana lagi


" maaf Liona ternyata mami salah menilaimu. mulai sekarang jauhi Indra. jangan coba coba menghubunginya lagi. cari pria lain yang sepadan dengan mu".


Liona mendengar maminya indra berkata seperti itu. rasanya seperti tertusuk pisau. hatinya sakit banget.


Liona pun langsung berlari keluar rumah sambil menangis. dan gak tau harus kemana di pagi gini.


Liona pun langsung mengambil ponselnya. dia mencari kontak Ratna dan menghubunginya.


" assalamualaikum, rat" ucap liona sambil menangis


" walaikumsalam, Li. kamu kenapa pagi pagi gini telpon sambil nangis. ada apa " tanya ratna penasaran


" kamu bisa jemput aku"


" kamu dimana?" tanya Ratna


" aku di kota di luar komplek cempaka putih"


" kamu dari mana ko sepagi gini ada disana" tanya Ratna


" nanti aku ceritain kalo kita ketemu," ucap sambil mengusap air matnya yang tak henti mengalir


" maaf Aku lagi di rumah Andi Li." ucap Ratna

__ADS_1


" oh, ya udah maaf ganggu kamu pagi pagi gini" ucap Liona sambil menutup telpon


Ratna pun merasa bersalah karna tidak bisa jemput Liona. Liona pun sibuk mencari nama kontak lain. dan dia melihat kontak Reynan. Dan dia mencoba minta bantuan Reynan.


__ADS_2