
tak terasa udah hampir mengunjak 9 bulan kandungan Liona. Mereka bahagia karna USG kali ini mereka sudah mengetahui kelamin anak mereka. mereka akan di anugerahi seorang anak laki laki. mereka mulai asik menentukan nama buat anak mereka.
" yank gimana kalo namanya entar bintang indra baskoro" ucap Indra dengan bangga
" aku setuju,bagus namanya."
******
Liona sedang asik menonton televisi acara favoritnya. nonton drama korea sambil tiduran di paha suaminya. tak lama ponsel indra berbunyi. tak tau telpon dari siapa. indra langsung menjauh karna takut di dengar istrinya.
" telpon dari siapa ko menjauh" ucap liona
" dari papi"
" bohong, kenapa menjauh.
" beneran dari papi.
" sini hapenya aku liat.
indra pun memberikan ponselnya. liona memeriksa panggilam terakhir dari siapa. ternyata benar dari papi indra.
" kenapa papi telpon"
" papi mau minta tolong sama aku buat ngecek pabrik yang ada di kota X besok. mungkin agak lama disana karna lagi ada masalah di pabrik sana. kemungkinan 1bulan
__ADS_1
" jadi kamu mau ninggalin aku di saat aku hamil besar gini.
" sebenernya aku mau nolak tapi gimana papi yang minta tolong
" emang gak ada yang lain yang bisa di suruh ngecek keadaan disana.
" gak bisa yank,papi cuma percaya sama aku. karna yang tau situasi dan kondisi disana cuma aku.
" tapi ko sampe 1bulan. lama banget kalo cuma ngecek doang
" itu perkiraan aja sayang, tapi paling cepat 2mggu.
" sayang aku ikut yah.
" ngapain disana. entar kalo ada apa apa sama kandungan kamu gimana. aku kena marah sama papi dan mami.
" sayang aku gak marah sama kamu, aku hanya gak ingin terjadi apa apa sama kandungan kamu. kamu dirumah aja kalo ada apa apa bisa langsung kerumah sakit. ada husen,mba sri dan pak roni.
" atau aku suruh ibu temanin kamu disini
" gak usah kasian bapak kalo di tinggal ibu. entar bapak gak ada yang ngurusin." ucap Liona
liona memeluk suaminya. dan menyuruh suaminya berjanji setiap hari indra harus memberinya kabar.karna baru kali ini dia harus pisah jauh dari indra.
*******
__ADS_1
maaf aku lupa nyeritain keluarga Liona di kampung. bapak dan ibunya sudah memulai bisnis yang di berikan indra.
husen telah lulus dengan nilai memuaskan dan dia bisa kuliah di universitas negri dan mendapatkan beasiswa. husen sekarang tinggal bersama liona dan indra. karna rumah indra dekat dengan kampus dimana dia melanjutkan pendidikannya itu.
*****
(kembali lagi ke liona)
malam ini Liona tak bisa tidur kenapa hatinya menahan rasa sakit di dada. entah mengapa dia tak ingin berpisah dari indra. memikirkannya saja Liona tak bisa tidur semalaman ini. pukul menunjukan jam 2malam. iya tanpa gelisah sekujur tubahnya penuh dengan peluh,keringatnya bercucuran.
" sayang, sayang," ucap indra menyadarkan Liona
Liona sedang bermimpi buruk
" kamu kenapa, kamu sakit" tanya indra lagi
Liona menggeleng dan dia mengambil air putih yang berada di atas meja kecil yang berada di sebelah ranjang mereka.
" sayang kenapa? kamu mimpi buruk
Liona menangis sejadi jadinya. dia tak ingin indra pergi besok. dia gak mau kalo mimpinya menjadi kenyataan. dia gak mau kalo anaknya tak mempunyai ayah.
" sayang tenangkan dirimu.aku tidak apa apa. itu hanya mimpi. tak usah kamu pikirkan.
" gak aku gak mau kamu berangkat besok. pokoknya gak mau"
__ADS_1
" jangan nangis lagi kasian bayi mu kalo kamu kayak gini. tidurlah besok kita bicarakan lagi
Liona pun memaksakan matanya untuk terpejam. indra memeluk istrinya erat. dia tau istrinya tak ingin jauh darinya. makanya ia bermimpi macam macam tentang suaminya.